Berita Falun Dafa Seluruh Dunia - 2 November 2026

Minghui Indonesia
776 pengikut
15 Tayangan video·1 Nov 2026
Pasangan suami-istri di Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei, telah ditahan sejak penangkapan mereka pada 10 September 2026, karena berlatih Falun Gong, sebuah latihan spiritual yang dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.
•Ikuti kami di media sosial
Link podcast : https://bit.ly/4edlSEd
Ganjing World : https://www.ganjingworld.com/s/YaE2aAXErz
Youtube : https://youtube.com/@minghuiindonesia?si=4ctp2mjBzxfmjRf0
Facebook : https://www.facebook.com/minghuiindonesia
Dibuat oleh AI·Mungkin mengandung kesalahan
Halo pendengar sekalian, selamat datang di Berita Falun Gong.
Berita dilaporkan langsung dari Tiongkok dan seluruh dunia.
Dari situs web Minghui.
Berita Minggu ini.
Kanada. Pejabat terpilih menyerukan investigasi atas serangan
di luar konsulat Tiongkok
dan hukum tegas melawan penindasan transnasional.
Serangan kasar terhadap praktisi Falun Gong terjadi
di luar konsulat Tiongkok di Toronto, Kanada pada 22 September 2026.
Seorang pria bukan hanya menghancurkan papan informasi praktisi,
namun juga mendorong dan memaki seorang praktisi wanita
lanjut usia sembari melontarkan ancaman pembunuhan.
Insiden tersebut menarik perhatian dan kecaman dari
anggota Parlemen berbagai partai politik Kanada.
Sebagian dari mereka menulis kepada Menteri Luar Negeri,
mendesak pemerintah untuk menginvestigasi identitas
individu tersebut dan mengambil tindakan yang tepat.
Seorang anggota Parlemen Kanada menyatakan bahwa bila investigasi
membenarkan individu yang terlibat sebagai petugas diplomat
Tiongkok atau agen pemerintah asing, dia harus diusir dari Kanada.
Jake Obman, anggota Parlemen Konservatif dan Menteri Bayangan Urusan
Luar Negeri, menggugah di laman Facebooknya pada 13 Oktober 2026.
Saya sudah menulis surat kepada Menteri Liberal Luar Negeri
Anita Anand terkait insiden mengganggu yang dilaporkan terjadi
di luar konsulat Tiongkok-Toronto baru-baru ini,
di mana seseorang yang melakukan aksi damai diganggu, diancam,
dan diintimidasi oleh seorang yang tampaknya bertindak.
Atas nama komunis Tiongkok, dalam suratnya kepada Menteri Luar Negeri,
dia menulis, agen asing tidak mempunyai hak atau imunitas untuk
mengancam atau mengintimidasi siapapun di Kanada, seperti yang bisa
dilihat dalam video insiden tersebut yang tersedia secara publik.
Pria tersebut mencegat demonstran,
menghancurkan papan informasinya, dan mengancamnya
dengan tindak kekerasan dengan penerapan hukum Tiongkok.
Menurut Temuan Badan Intelijen Keamanan Kanada CSIS, Keamanan Publik
Kanada, dan berbagai penyelidikan parlemen yang bersifat publik,
PKT campur tangan asing terbesar dan yang paling aktif di Kanada.
Target PKT mencakup pemilu, komunitas, dunia akademis,
pembuatan kebijakan, media, dan orang yang berbeda pendapat.
Alexis Brunel-Guispe,
Wakil Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Pembangunan Internasional,
serta anggota Parlemen Senior yang mewakili
Blok Hebekoa dalam wawancara mengatakan,
tidak ada tindakan kejahatan yang diperbolehkan di tanah ini,
dan pemerintah Kanada harus memahami apa yang terjadi saat ini.
Russell, Belgia. Masyarakat mengecam penganiayaan
terhadap Valentava dalam acara meningkatkan kesadaran.
Pada 10 Oktober 2026, praktisi memperagakan latihan Falun Tafa dan
meningkatkan kesadaran tentang penganiayaan yang masih berlangsung oleh
Partai Komunis Tiongkok PKT selama acara di kawasan bisnis Brussels.
Hume Lowers berdiri cukup lama
di depan papan informasi dan membaca informasi.
Kemudian dia berbicara dengan seorang praktisi.
Dia sangat terkejut saat mengetahui tentang
penganiayaan yang dilakukan oleh PKT di Tiongkok,
serta praktik pengambilan organ paksa yang disetujui negara.
Lalu dia segera menandatangani petisi.
Dia menyatakan bahwa tidak seorang pun boleh
disakiti karena keyakinannya, dan bahwa tahanan pun
tetap berhak atas hak asasi manusia yang mendasar,
serta tidak boleh dijadikan sasaran pengambilan organ paksa.
Guillaume mengatakan dia merasa Falun Tafa bukan politik,
melainkan merupakan cara hidup serta cara seseorang
memperlakukan orang lain dan membawa diri.
Oleh karena itu menerapkan prinsip ini,
dalam kehidupan sehari-hari bukanlah
bentuk partisipasi dalam kegiatan politik.
Dia juga mengatakan bahwa menandatangani
petisi tersebut merupakan tindakan nyata.
Ibrahim, yang lahir di Belgia,
berbicara dengan seorang praktisi setelah melihat papan informasi.
Dia menandatangani petisi dan mengatakan
dirinya sulit menerima kenyataan
bahwa orang-orang yang menjalankan keyakinan dianyaya
dan bahkan organ tubuh mereka diambil secara paksa.
Nuimi bekerja di bidang seni dan budaya.
Karena dia sempat berkunjung ke Beijing tahun lalu,
dia tertarik mempelajari tentang penganiayaan.
Dia membaca materi dan menandatangani petisi.
Dia menyebutkan bahwa saat mengunjungi
tempat-tempat wisata seperti Forbidden City,
dia harus menunjukkan paspor, mendaftarkan sidik jari,
serta menjalani beberapa tahapan verifikasi identitas.
Pengawasan ketat ini juga membuatnya merenungkan betapa
ketatnya pemerintah Tiongkok mengawasi orang-orang.
Dia percaya prinsip Zhen Shan Ren sejati baik sabar yang disebarkan oleh
Falun Tafa adalah prinsip dasar yang patut diikuti oleh semua orang.
Dia juga berharap lebih banyak orang mempelajari tentang Falun Tafa.
Ogi, dulu bekerja di bidang keamanan medis Kolombia.
Dia melakukan latihan selama lebih dari 20 menit,
dan terharu hingga meneteskan air mata.
Dia mengatakan saat gerakan-gerakan itu dimulai, dia merasa diliputi
oleh suasana damai dan merasakan ketenangan yang sudah lama hilang.
Saya merasa harus datang ke sini hari ini.
Dia juga mengatakan sangat tersentuh
oleh kepedulian dan kebaikan praktisi.
Dia ingin mempelajari lebih lanjut tentang Falun Tafa.
Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei, pasangan suami istri
ditangkap karena keyakinan mereka terhadap Falun Gong.
Pasangan suami istri di kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei, telah ditahan
sejak penangkapan mereka pada 10 September 2026 karena latihan Falun Gong.
Sebuah latihan spiritual yang dianiaya oleh
rejim Komunis Tiongkok sejak tahun 1999.
Lebih dari 20 petugas kantor keamanan domestik distrik Gaocheng,
kantor polisi kota Lianzhou,
dan kantor polisi kota Meihua membobol masuk rumah Liu Xi
dan Chang Shuyuan pada 10 September sekitar pukul 4 pagi.
Empat petugas membawa Chang keluar dan
mendorongnya masuk ke mobil polisi.
Polisi menggeledah rumah pasangan tersebut dan menyita
buku-buku Falun Gong serta komputer milik mereka.
Chang ditahan di pusat penahanan kedua kota Xixiaquang,
dan Liu dibawa ke pusat penahanan distrik Kaucheng.
Polisi mengklaim bahwa mereka menutup kasus penangkapan
Chang tahun 2021 saat dia ditahan selama dua hari karena
menyebarkan materi Falun Gong di dekat kota Meihua.
Pada saat itu, polisi juga menggeledah rumah Chang
dan menyita banyak barang-barang pribadinya.
Kini mereka menangkapnya lagi, juga melibat suaminya.
Terima kasih telah mendengarkan Radio Minghui.
Untuk informasi lebih lanjut termasuk berita tentang
penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong di Tiongkok
dan berbagi pengalaman oleh praktisi di seluruh dunia,
silakan kunjungi situs web kami id.minghui.org.
