Praktisi Falun Dafa berpartisipasi dalam Bristol Balloon Fiesta ke-48. Praktisi memperagakan latihan dan meningkatkan kesadaran mengenai penganiayaan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Banyak orang meluangkan waktu untuk menyaksikan saat praktisi menampilkan tarian naga dan barongsai. Mereka juga menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya penganiayaan.
Praktisi Falun Tafa mengadakan kegiatan edukasi di Festival Balon Bristol, Inggris, dan Oswego Harbour Fest, New York, untuk memperkenalkan prinsip \"Kebenaran, Kebajikan, dan Kesabaran\" serta menggalang dukungan melawan penganiayaan oleh PKT. Sementara itu, di Linyi, Tiongkok, tiga praktisi dijatuhi hukuman penjara hingga 10 tahun karena keyakinan mereka.
Kalau pendengar sekalian, selamat datang di Berita Palungkung.
Berita dilaporkan langsung dari Tiongkok dan seluruh dunia, dari situs web Minghui.
Berita Minggu ini.
Bristol, Inggris.
Masyarakat mengenal Falun Tafa di Festival Balon.
Praktisi Falun Tafa berpartisipasi dalam Bristol Balloon Fiesta ke-48
yang berlangsung dari 7 hingga 9 Agustus 2026.
Sebagai salah satu festival balon udara panas terbesar di Eropa,
acara populer ini setiap tahunnya menarik ribuan pengunjung dari berbagai negara.
Ini merupakan tahun keempat praktisi diundang untuk berpartisipasi.
Praktisi memperagakan latihan dan meningkatkan kesadaran mengenai penganiayaan
yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok atau PKT.
Banyak orang meluangkan waktu untuk menyaksikan saat praktisi menampilkan tarian naga dan barongsai.
Mereka juga menandatangani petisi yang menyerukan di akhirnya penganiayaan.
John Sweeney dari Dorset mengatakan bahwa jensandren atau sejati baik sabar
adalah prinsip-prinsip moral yang luhur.
Setelah mengetahui bahwa penganiayaan telah berlangsung selama 27 tahun,
Sweeney berkata,
Falun Tafa, Kristen ataupun keyakinan apapun,
semuanya dapat menjadikan seseorang pribadi yang lebih baik.
Penganiayaan ini harus dihentikan.
Chris dari South Wales mengetahui tentang penganiayaan yang dilakukan oleh PKT
terhadap berbagai kelompok.
Setelah mengetahui tentang pengambilan organ secara paksa di Tiongkok,
ia mengatakan bahwa perilaku ini jelas salah
dan pada dasarnya ini adalah pengambilan organ yang disetujui negara.
Ia juga mengatakan bahwa,
berdasarkan pandangan politik saat ini,
dunia membutuhkan lebih banyak jensanden atau sejati baik sabar.
Emma dari Bristol mengatakan bahwa
ia mengetahui tentang Falun Tafa pada acara Balloon Fiesta tahun lalu.
Ia beserta keluarga dan teman-temannya mendukung Falun Tafa.
Oleh karena itu, ia datang ke stand tersebut
untuk menandatangani petisi mewakili mereka.
Ia mengatakan bahwa jensanden atau sejati baik sabar
adalah hal yang luar biasa
dan jika semua orang bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip ini,
dunia akan menjadi lebih baik.
Ia mengatakan bahwa latihan yang damai dan luar biasa seperti itu tidak boleh ditekan
dan ia merasa penganiayaan tersebut sama sekali tidak dapat ditoleransi.
Orang-orang dari Tiongkok juga mengunjungi stand,
termasuk sepasang anak muda.
Seorang praktisi memberitahu mereka
bahwa Falun Tafa telah dilatih di lebih dari 100 negara dan wilayah.
Praktisi tersebut juga menjelaskan berbagai poin yang patut dipertanyakan
mengenai insiden bakar diri di lapangan Tiananmen
yang direkayasa oleh PKT.
Mereka mengangguk sembari mendengarkan.
Sebelum beranjak pergi,
mereka meminta kartu berisi informasi
tentang cara menembus penyensoran internet PKT
dan mengambil beberapa pamflet.
Seorang mahasiswa asal Tiongkok mengatakan
bahwa ia pernah mendengar tentang Falun Tafa
dan mengetahui bahwa insiden bakar diri itu adalah sebuah rekayasa.
Setelah seorang praktisi menjelaskan
alasan mengapa jutaan warga Tiongkok
telah menyatakan mundur dari Partai Komunis Tiongkok atau PKT
dan organisasi-organisasi afiliasinya,
ia mengatakan akan mengunjungi situs web The Epoch Times
untuk menyampaikan pernyataan pengunduran diri.
Ia juga menyatakan ketertarikan yang besar
untuk mempelajari Falun Tafa
dan bertanya bagaimana cara mempelajari latihannya secara daring.
Di Oswego Harbour Fest, New York,
pengunjung mengenal Falun Tafa dan penganyayaan.
Kota Oswego, di wilayah utara negara bagian New York
yang terletak di pesisir Tenggara Danau, Ontario,
menyelenggarakan kegiatan Tahunan Oswego Harbour Fest
pada 23 hingga 26 Juli 2026.
Pemandangan tepi danau yang memukau
serta beragam kegiatan dalam festival
menarik minat pengunjung dari berbagai penjuru Amerika Serikat.
Praktisi Falun Tafa berpartisipasi dalam acara penyelenggaraannya.
Mereka memperagakan latihan,
membagikan informasi
dan mengklarifikasi fakta kebenaran mengenai penganyayaan
kepada orang-orang yang melintas.
Tujuannya adalah memperkenalkan Falun Tafa
serta mengajak mereka menandatangani petisi
menyerukan Senat AS agar mengesahkan S.4009
yaitu Undang-Undang Perlindungan Falun Gong
dan korban pengambilan organ secara paksa.
Ketika mengetahui bahwa latihan kultifasi yang damai ini
telah mengalami penganyayaan terus-menerus di Tiongkok
selama 27 tahun terakhir,
pengunjung merasa terkejut.
Mereka membaca materi informasi
yang menjelaskan fakta sebenarnya
serta berbincang panjang lebar dengan praktisi.
Chun Lan, yang berasal dari Tiongkok,
tinggal di daerah sekitar situ.
Dia mengatakan bahwa ini adalah kali pertama
dia bertemu dengan praktisi Falun Tafa
yang pernah mengalami penganyayaan di Tiongkok.
Melalui percakapan dengan praktisi,
dia mengetahui bahwa praktisi Falun Gong di Tiongkok
dianyaya oleh Partai Komunis Tiongkok PKT
karena mereka tetap teguh pada keyakinannya.
Merasa prihatin sekaligus marah,
dia menyatakan rasa hormat yang tulus
atas kegigihan para praktisi selama bertahun-tahun
dalam menyerukan penghentian penganyayaan
melalui cara-cara damai.
Seorang wisatawan bernama Tom berkata
bahwa ia pernah mencoba meditasi
dan selalu tertarik padanya.
Ketika ia mengetahui bahwa buku Chun Falun dijual
dan instruksi latihan diberikan secara gratis di stan,
ia membeli buku tersebut dan berseru.
Kota Linyi, Provinsi Santung.
Tiga warga setempat dijatuhi hukuman hingga 10 tahun penjara
karena berlatih Falun Gong.
Tiga warga Kota Linyi, Provinsi Santung
dijatuhi hukuman pada awal tahun 2026
karena keyakinan yang sama terhadap Falun Gong.
Chi Chong Seng dijatuhi hukuman 10 tahun.
Tu Yu Chen dijatuhi hukuman 8 tahun.
Li Wen Chong menerima hukuman 2 tahun.
Liu 60 tahun dan mantan karyawan Biro Pajak Luo Sang
ditangkap pada 11 Mei 2025
oleh agen kantor keamanan dalam negeri Distrik Lanshan.
Mereka menggeledah rumahnya dan menangkap istrinya Tian Hong.
Meskipun Tian dibebaskan tak lama kemudian,
Liu ditahan untuk jangka waktu yang tidak diketahui
dan kemudian dibebaskan dengan jaminan.
Su Danji ditangkap keesokan harinya.
Mereka ditahan di pusat penahanan Hedong.
Polisi menyatakan bahwa mereka telah mengikuti praktisi
sejak lama.
Mereka juga secara ilegal menggeledah
dua unit tempat penyempanan mereka.
Polisi menyarakan kasus tersebut
ke Kejaksaan Distrik Lanshan.
Ketiga praktisi tersebut diadili
oleh pengadilan Distrik Lanshan
di pusat penahanan Kota Linyi
pada tanggal 23 Januari 2026.
Pusat penahanan tersebut dikelilingi oleh polisi bersenjata
dan petugas berpakaian preman pada hari persidangan.
Pengacara para praktisi tersebut
mengajukan pembelaan tidak bersalah untuk mereka.
Keluarga praktisi tersebut segera menerima paunis mereka.
Mereka semua mengajukan banding
ke pengadilan menengah Kota Linyi
yang memutuskan untuk mempertahankan paunis awal mereka.
Pada akhir Mei 2026,
Ji dan Liu dimasukkan ke penjara Provinsi Santung
dan Su dibawa ke penjara wanita Provinsi Santung.
Sebelum menjalani hukuman penjara saat ini,
Ji telah berulang kali menjadi sasaran
sejak dimulainya penganiean pada tahun 1999.
Dia sering dilecehkan,
rumahnya digeledah,
dan ditangkap serta disiksa
karena menolak untuk meninggalkan keyakinannya.
Pada akhirnya,
ia terpaksa tinggal jauh dari rumah
untuk menghindari penganiayaan lebih lanjut.
Terima kasih untuk mendengarkan Radio Minghui.
Untuk informasi lebih lanjut,
silakan kunjungi di website id.minghui.org.