Berita Falun Dafa Seluruh Dunia - 14 September 2026

Minghui Indonesia
776 pengikut
118 Tayangan video·14 Sep 2026
Pada 22 Agustus, praktisi melakukan pawai melintasi pusat kota London untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai Falun Gong dan penindasan yang terus berlangsung oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Banyak warga yang menyaksikan menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya kekejaman tersebut, dan beberapa di antaranya menyatakan akan menyebarluaskan informasi ini.
Link podcast : https://bit.ly/4in5p35
•Ikuti kami di media sosial
Ganjing World : https://www.ganjingworld.com/s/YaE2aAXErz
Youtube : https://youtube.com/@minghuiindonesia?si=4ctp2mjBzxfmjRf0
Facebook : https://www.facebook.com/minghuiindonesia
Halo pendengar sekalian, selamat datang di Berita Falun Gong.
Berita dilaporkan langsung dari Tiongkok dan seluruh dunia, dari situs web Minghui.
Berita Minggu ini.
London, England.
Pawai dan rapat umum menentang penganiayaan oleh PKT.
Pada 22 Agustus, praktisi melakukan Pawai melintasi pusat kota London untuk menginformasikan kepada masyarakat
mengenai Falun Gong dan penindasan yang terus berlangsung oleh Partai Komunis Tiongkok atau PKT.
Banyak warga yang menyaksikan dan menandatangani petisi yang menyerupkan di akhirnya kekejaman tersebut.
Pawai dimulai dari depan kedotaan besar Tiongkok.
Praktisi memperagakan latihan, memainkan genderang pinggang,
serta membawa spanduk yang menjelaskan tentang Falun Gong maupun penganiayaan yang terjadi.
Salah satu bagian dari Pawai menginformasikan masyarakat mengenai gerakan mundur dari PKT.
Setelah Pawai berakhir di Trafalgar Square, praktisi memainkan genderang pinggang,
melakukan latihan bersama, dan mengadakan rapat umum.
Momina, yang akan mulai kuliah pada bulan September, ia berkata,
sungguh luar biasa Anda hadir di sini untuk memberi tahu kami tentang apa yang sedang terjadi.
Temannya, Mahmud, juga merasa sangat tergerak.
Setelah mendengar tentang praktik pengambilan organ secara paksa yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok atau PKT,
ia berkata, ini sungguh kejam.
Sin, yang bekerja di bidang keuangan di Inggris,
mengatakan sangat menyukai Pawai tersebut diselenggarakan,
dan menyebut bahwa kegiatan itu mempererat kebersamaan komunitas.
Ia melihat peserta berasal dari berbagai kelompok etnis,
dan terkesan dengan suasana yang damai.
Jane Sweeney, seorang warga London,
mengatakan bahwa ia baru saja mengetahui tentang pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok,
termasuk pengambilan organ secara paksa.
Peggy, yang pernah bekerja di bidang asuransi penerbangan dan kelautan sebelum pensiun,
merasa sedih mendengar penindasan terhadap praktisi Falun Gong dan pengambilan organ secara paksa.
Ia menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap prinsip-prinsip Falun Gong,
Lucy, seorang pemilik bisnis, menandatangani petisi untuk mengakhiri penganiayaan.
Ia berkata, siapapun yang berupaya mengambil organ secara paksa dari orang lain,
telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Belgia. Lebih banyak orang perlu mengetahui tentang penganiayaan terhadap Falun Gong.
Praktisi di Antwerpen, Belgia, memperkenalkan Falun Tafa atau Falun Gong
kepada orang-orang yang melintas pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sejak tahun 1999, Partai Komunis Tiongkok atau PKT telah menghaniaya Falun Gong
karena latihan ini menjadi sangat populer setelah diperkenalkan kepada publik di Tiongkok pada awal tahun 1990-an.
Para praktisi mendirikan stand di Mayor Pusat Perbelanjaan Khusus Pejalan Kaki di Antwerpen
untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai disiplin spiritual tersebut,
serta mengabarkan bahwa latihan ini sedang ditindas di Tiongkok.
Banyak orang berhenti untuk menyaksikan perangkat gerakan latihan yang perlahan
dan mengajukan pertanyaan kepada praktisi,
guna mengetahui lebih lanjut mengenai latihan yang didasarkan pada prinsip Jensandren atau Sejati Baik Sabar tersebut.
Sahya, yang bekerja di sebuah laboratorium, melihat peragaan latihan tersebut.
Dia berbicara dengan seorang praktisi dan menandatangani petisi.
Dia menambahkan, pengambilan organ secara paksa adalah hal yang mengerikan.
Lebih banyak orang perlu mengetahui hal ini.
Saat membaca kata-kata Jensandren atau Sejati Baik Sabar pada selebaran tersebut,
Sahya berkata,
menurut saya, kata-kata itu memiliki makna yang luar biasa.
Saya berharap lebih banyak orang dapat memahaminya.
Mina, yang berasal dari Filipina,
mengatakan bahwa ia pernah mendengar tentang perdagangan organ,
tetapi tidak mengetahui adanya kekejaman yang disetujui negara di Tiongkok.
Saat mendengar penjelasan mengenai pengambilan organ secara paksa dari korban yang masih hidup di Tiongkok,
Mina berkata,
mereka melakukan pembunuhan.
Praktik pengambilan organ secara paksa harus segera dihentikan.
Runa dan Wiluna, siswa SMA,
tertegun saat mendengar penuturan seorang praktisi mengenai praktik pengambilan organ tubuh secara paksa yang disetujui oleh negara.
Mohamed, seorang peneliti ilmu komputer,
sedang berkunjung dari Lille, Perancis.
Menyaksikan latihan tersebut dan melihat informasi pada papan pajangan,
dia terkejut mendengar pelanggaran hak asasi manusia yang dialami oleh praktisi di Tiongkok.
Dia berkata,
sama sekali tidak dapat dibenarkan bahwa mereka dianiaya hanya karena meyakini sejati baik dan sabar.
Ilkai gemar menari dan berlatih seni bela diri,
berhenti untuk menyaksikan peragaan latihan tersebut,
dan berbagi wawasan spiritualnya.
Sejati baik dan sabar itu sangat sakral.
Seperti kehendak Tuhan, ujarnya,
dia berharap dapat membuat lebih banyak orang mengetahui tentang penganianyaan tersebut.
Wanita dari Liaoning menghadapi persidangan karena berlatih palungkung.
Seorang wanita berusia 54 tahun di kota Senyang, Provinsi Liaoning,
dijadwalkan untuk diadili pada tanggal 25 Agustus 2026.
Karena keyakinannya pada palungkung,
sebuah latihan spiritual yang telah dianiaya oleh Partai Komis Tiongkok sejak tahun 1999.
Yang Qingmei ditangkap pada tanggal 6 Februari 2026,
setelah dilaporkan karena menyebarkan materi informasi tentang palungkung.
Petugas dari Kantor Keamanan Dalam Negeri Distrik Tantung
dan Kantor Polisi Sangyuan menggeledah rumahnya.
Karena tekanan darahnya yang tinggi,
ia ditolak masuk ke pusat penahanan dan dibebaskan dengan pengawasan rumah.
Polisi kembali menangkap Yang di rumahnya pada tanggal 9 Maret
dan membawanya ke pusat penahanan pertama kota Senyang.
Ia kemudian dikenai surat perintah penangkapan resmi
oleh Kejaksaan Dristik Dadong pada tanggal 18 Maret dan didakwa pada tanggal 15 Juni.
Ia dijadwalkan hadir di pengadilan Dristik Dadong pada tanggal 25 Agustus.
Ini adalah kali kedua yang dituntut karena keyakinannya.
Sebelumnya ia pernah ditangkap pada 16 Juli 2008
dan ditahan di pusat penahanan kota Kaiyuan.
Ia dijatuhi hukuman 1,5 tahun pada Januari 2009
dan menjalani hukuman di penjara wanita Provinsi Liaoning.
Terima kasih telah mendengarkan Radio Minghui.
Untuk informasi lebih lanjut termasuk berita tentang penganiayaan terhadap praktisi palungkung di Tiongkok
dan berbagi pengalaman oleh praktisi di seluruh dunia,
silakan kunjungi situs web kami www.id.minghui.org
