Pada 29 Agustus 2026, praktisi melakukan parade di Chinatown Chicago, menampilkan peragaan latihan, kendaraan hias berbentuk bunga lotus, spanduk yang bertuliskan prinsip Falun Dafa “Zhen,Shan,Ren” (Sejati-Baik-Sabar), serta spanduk lain yang menyerukan diakhirinya penganiayaan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Banyak orang menyaksikan jalannya parade di sepanjang rute yang dilalui.
A grand parade in Chicago's Chinatown and an event in St. Paul, France, highlighted the principles of Falun Gong and condemned the persecution of its practitioners by the Chinese Communist Party (CCP). The events featured personal testimonies of torture and imprisonment, while calling for an end to human rights abuses and forced organ harvesting in China.
Halo pendengar sekalian, selamat datang di Berita Palungkung.
Berita dilaporkan langsung dari Tiongkok dan seluruh dunia
dari situs web Minghui.
Berita Minggu ini.
Chicago, Illinois.
Parade Akbar di Chinatown
memperkenalkan valentava dan mendesak PKT
mengakhiri penganyiaan.
Parade Akbar pada 29 Agustus 2026 tersebut
menampilkan beberapa bagian,
termasuk peragaan latihan,
kendaraan hias berbentuk bunga lotus,
petunjukan gendrang pinggang,
spanduk yang bertuliskan prinsip valentava
Chen Sanren, sejati baik sabar,
serta spanduk lain yang menyerukan
di akhirnya penganyiaan oleh
Partai Komunis Tiongkok PKT.
Banyak orang menyaksikan jalannya parade
di sepanjang rute yang dilalui.
Parade dimulai dari Taman Sundiatsen
dan menyusuri beberapa jalan utama di Chinatown.
Spanduk-spanduk yang dibawa oleh praktisi
menjelaskan manfaat fisik dan mental
dari latihan valentava,
serta popularitasnya di lebih dari 100 negara,
sekaligus mengungkap penganyiaan
yang telah dilakukan PKT selama 27 tahun.
Banyak penduduk setempat dan wisatawan berhenti
untuk menyaksikan.
Beberapa orang mengambil foto dengan ponsel mereka
dan membaca materi yang dibagikan oleh praktisi.
Jia, berpartisipasi dalam parade
memegang foto seorang praktisi
yang meninggal akibat penganyiaan.
Setelah mulai berlatih valentava pada 1996,
Jia mengatakan bahwa karakternya meningkat
dan dia juga sembuh dari penyakit rinitis alergi para
yang telah dideritanya selama bertahun-tahun.
Setelah PKT melancarkan penganyiaan,
Jia ditahan secara ilegal sebanyak tiga kali
hanya karena memegang teguh keyakinannya,
termasuk dijatuhi hukuman 18 bulan
di Kem Kerja Paksa.
Dia ditahan di ruang isolasi selama 10 bulan.
Selama bulan-bulan tersebut,
dia tidak hanya mengalami penyiksaan mental terus-menerus,
tetapi juga tidak diperbolehkan tidur.
Dia mengenang,
penjaga tidak membiarkan saya tidur
agar saya tidak bisa berpikir.
Itu sungguh mengerikan.
Dia berpartisipasi dalam parade
dan berharap acara itu dapat membantu orang-orang
mengenali watak jahat PKT.
Dia mendesak masyarakat untuk mempelajari
fakta-fakta yang ada
dan bekerjasama menghentikan penganyiaan.
Parade ini menarik perhatian banyak keluarga
dan wisatawan.
Isabel Amador dan ketiga putrinya
melontarkan banyak pujian seraya berkata.
Parade ini menyampaikan pesan yang indah.
Sungguh luar biasa melihat hal ini.
Prinsip Chen Sanren Sejati Baik Sabar itu sangat indah.
Setiap orang membutuhkan prinsip-prinsip ini.
Kami semua terpikat oleh parade ini,
layaran hiasnya pun luar biasa, ujarnya.
Warga Chicago Mazda Wisoda
menyaksikan parade bersama ibunya Sofia Wisoda
dan saudara perempuannya Aga Wisoda
yang sedang berkunjung dari Polandia.
Berasal dari negara yang pernah mengalami
pemerintahan komunis,
mereka sangat paham akan dampak
buruk komunisme terhadap masyarakat.
Ketiga wanita tersebut sangat prihatin
dengan penganyian yang dilakukan
Partai Komunis Tiongkok terhadap Valentava.
Mazda berkata,
Prinsip Chen Sanren Sejati Baik Sabar itu luar biasa.
Dan kami sangat tertarik dengan latihan ini.
Ini sungguh luar biasa.
Dia mengatakan akan mencoba latihan
dan berharap dapat berpartisipasi
dalam parade serupa di masa mendatang.
Jennifer Rolstan,
seorang wisatawan asal St. Louis,
usai menyaksikan parade berkata,
Prinsip-prinsip ini sungguh luar biasa.
Setiap orang semestinya menjalaninya
dalam kehidupan mereka.
Michelle Book,
yang berpergian bersama Jennifer,
sependapat,
saat membahas mengenai penindasan oleh PKT
terhadap Valentava
serta dampak buruk komunisme bagi masyarakat.
Kedua wanita tersebut menyatakan dukungan mereka
dan menyampaikan harapan terbaik
bagi praktisi.
Ayana Pips,
keluarga Chicago yang menyaksikan
parade bersama kedua anaknya,
mengaku sangat sedih atas penganyian brutal
terhadap praktisi Valentava
yang dilakukan oleh PKT.
Saya sangat menikmatinya.
Gerakan latihannya luar biasa,
ujarnya.
Ia mengatakan berharap bisa mempelajari
gerakan-gerakan latihan tersebut.
David Wickersons dan Grace Crowley,
wisatawan asal Florida,
mengatakan bahwa menyaksikan
parade tersebut merupakan pengalaman
yang luar biasa.
Ini sungguh hebat,
seru David.
Grace mengatakan,
ia belajar banyak dari acara tersebut.
Penganyian oleh PKT itu
sungguh mengejutkan dan memilukan,
ujarnya.
Warga St. Paul, Perancis,
mengecam penganyian terhadap Falun Gong,
sebuah acara yang menandai
hari internasional memperingati
korban tindakan kekerasan
berdasarkan agama atau keyakinan
diadakan di St. Paul, Réunion, Perancis,
pada 22 Agustus 2026.
Kelompok agama dan keyakinan termasuk
praktisi Falun Gong
berpartisipasi dalam acara tersebut.
Banyak warga setempat
dan wisatawan berhenti
di depan stand praktisi
untuk mempelajari tentang Falun Gong
dan penganyian yang dilakukan
oleh Partai Komunis Tiongkok PKT.
Mereka menandatangani petisi
yang menyerukan diakhirinya
pelanggaran hak asasi manusia
yang mengerikan.
Luo menceritakan bagaimana
dia dianyaya dan disiksa di Tiongkok
karena berlatih Falun Gong.
Dia dipenjara selama enam tahun
dan berulang kali disiksa,
banyak yang mengatakan
mereka mengagumi tekadnya
yang teguh untuk berlatih Falun Gong
dan penganyian harus segera dihentikan.
Mereka juga menandatangani petisi
untuk menentang penganyiaan.
Kebebasan beragama
atau berkeyakinan adalah
hak asasi manusia mendasar
yang ditegaskan oleh
Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB.
Namun hak ini
banyak dilanggar di Tiongkok.
Tuduhan serius telah dibuat
oleh China Tribunal,
yang diketuai oleh
pengacara terkemuka Inggris
Sir Geoffrey Nice Casey.
Setelah meninjau bukti-bukti,
tribunal menyimpulkan
bahwa pengambilan organ secara paksa
telah dilakukan dalam skala besar
di Tiongkok selama bertahun-tahun.
Dan praktisi Falun Gong
adalah salah satu
dan mungkin sumber utama
dari organ-organ tersebut.
Musiki Ren Yong Jen Michelle Fok
yang dikenal dengan
nama panggungnya T. Fok
mengatakan bahwa
menonton peragan latihan
memberikan perasaan terhubung
kembali dengan akar budaya Asia.
Salah satu warga setempat mengatakan
mengenai penindasan transnasional
yang dilakukan oleh PKT.
PKT menimbulkan ancaman
tidak hanya bagi rakyat Tiongkok,
tetapi juga bagi seluruh umat manusia.
Pria asal Shantung
berusia 75 tahun
dihukum 3 tahun penjara
karena wakti Falun Gong.
Tun Chang He, 75 tahun
dari provinsi Shantung
dijatuhi hukuman 3 tahun penjara
dalam sidang pengadilan
pada bulan Juni 2026
karena ia berlatih Falun Gong.
Demikian informasi yang baru-baru ini
diperoleh Minghui.org.
Sun, seorang pensiunan karyawan
perusahaan listrik Pingtu
ditangkap pada 7 Januari 2026
saat dia dan dua praktisi wanita lainnya
Hao Xiu Chen dan Cui Xiang Ying
sedang membaca buku Falun Gong.
Sun ditahan semalam
di kantor polisi Cengguan.
Polisi menjalani pemeriksaan fisik
pada malam berikutnya
setelah ia dinyatakan tidak memenuhi syarat
untuk ditahan.
Polisi memaksanya menjalani
pemeriksaan fisik kedua
dan kemudian berhasil memasukkannya
ke pusat penahanan Mencun.
Pengadilan Kota Pingtu
menggelar sidang kasus Sun
di pusat penahanan tersebut
pada tanggal 1 Juni 2026
dan menjatuhkan faunis terhadapnya
pada waktu yang tidak diketahui.
Terima kasih telah mendengarkan
pertanyaan terhadap praktisi
Falun Gong di Tiongkok
dan berbagi pengalaman oleh praktisi
di seluruh dunia.
Silakan kunjungi situs web kami
id.minghui.org