Bongkar Rantai Pasokan Teknologi Pengawasan China: Dari AI hingga Data Biometrik

NTD Indonesia
803 pengikut
Laporan C4ADS mengungkap cara China membangun jaringan pengawasan massal di wilayah kritis seperti Tibet dan Hong Kong, memanfaatkan rantai pasokan domestik canggih untuk meloloskan diri dari sanksi internasional.
Baca artikel selengkapnya di: https://ntdindonesia.com/
NTD Indonesia di Ganjing World ☛ https://www.ganjingworld.com/s/NK2eJa2ngq
NTD Indonesia di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/ NTD Indonesia di Instagram ☛ https://www.instagram.com/ntdindonesian/
NTD Indonesia di Threads ☛ https://www.threads.com/ntdindonesian/
NTD Indonesia di X ☛ https://www.X.com/ntdindonesian/
#negarapengawasan #partaikomunischina #tibet #xinjiang #hikvision #chinamobile #chinatelecom #pengawasanmassal #cctv #databiometrik #personaldata #hacker
Dibuat oleh AI·Mungkin mengandung kesalahan
China adalah negara pengawasan yang memantau semua orang,
tetapi secara khusus sangat memperhatikan Tibet,
Xinjiang, Mongolia Dalam, dan Hong Kong,
di mana sentimen anti-partai komunis China atau PKC paling kuat.
Bagaimana cara kerjanya?
C4ADS, sebuah organisasi nirlaba yang
berupaya membongkar jaringan ilegal
yang mengancam perdamaian dan keamanan global,
mengungkap ini dalam laporan terbarunya.
Laporan didasarkan pada catatan pemerintah dan perusahaan China,
menunjukkan bagaimana badan keamanan publik China memperoleh peralatan,
termasuk teknologi biometrik berbasis
kecerdasan buatan untuk program pengawasannya.
Data menunjukkan China sangat bergantung pada distributor dalam negeri,
termasuk perusahaan telekomunikasi terbesar China,
seperti China Mobile, China Telecom, dan China Unicom,
serta produsen yang dikenai sanksi
AS seperti Uniview, Hikvision, dan TND.
China juga diketahui menggunakan beberapa
perusahaan yang tidak dikenai sanksi oleh AS,
namun tetap berbisnis dengan berbagai perusahaan yang dikenai sanksi.
Dalam kasus Hong Kong misalnya, kepolisian menggunakan
anak perusahaan dari perusahaan teknologi Perancis.
Poin utama dari laporan ini menunjukkan adanya
celah dalam cara komunitas internasional meminta
pertanggung jawaban China atas pelanggaran HAM.
Ini adalah pelajaran tentang bagaimana rantai
pasokan dalam negeri China menjadi semakin canggih.
membuatnya semakin tidak bergantung pada teknologi asing.
Ini juga mengurangi kerentanan China
terhadap sanksi asing dan kontrol ekspor.
Di Tibet, C4ADS memperhatikan telah terjadi lonjakan
kontrak pengumpulan data biometrik pada 2020
yang bertepatan dengan munculnya COVID-19.
Namun, C4ADS juga mencatat bahwa kontrak-kontrak
tersebut tampaknya menghilang setelah tahun 2023.
Ini dapat menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan
China melakukan sensor mandiri
Untuk menyembunyikan data dari publik,
atau China memang tidak butuh kontrak tambahan karena telah
memiliki infrastruktur sendiri guna mengumpulkan data biometrik.
