SKANDAL RESTRUKTURISASI UTANG KERETA CEPAT: Beban Purbaya Berakhir, Kenapa Luhut Harus ke Beijing?

epoch weekly
epoch weekly

Halo Pemirsa Setia Epoch Weekly! Selamat datang kembali di saluran resmi kami.
Dinamika proyek Kereta Cepat Whoosh kembali memasuki babak baru. Usai sertijab Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara, Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengaku lega lepas dari kerumitan beban utang proyek megah tersebut. Kini, skema restrukturisasi utang dengan tenor hingga 80 tahun dan cicilan diperkirakan mencapai Rp1 triliun per tahun dialihkan pengelolaannya ke Kemenkeu/Special Mission Vehicle (SMV).
Di sisi lain, atas lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan terbang langsung ke Beijing untuk menemui Ketua NDRC Zheng Shanjie. Apa saja struktur teknis pembayaran utang yang dibahas, dan bagaimana nasib kelanjutan proyek Kereta Cepat hingga ke Surabaya? Simak bedah tuntasnya dalam edisi Epoch Weekly kali ini!
📌 Poin Utama Pembahasan Video Ini:
Pengakuan Purbaya Yudhi Sadewa: Rasa lega lepas dari beban negosiasi utang Whoosh pasca sertijab Menkeu.
Skema Restrukturisasi 80 Tahun: Beban cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun serta pengalihan pengelolaan utang ke Kemenkeu/SMV.
Misi Diplomasi Luhut ke Beijing: Pertemuan tingkat tinggi dengan Ketua NDRC Zheng Shanjie atas arahan Presiden Prabowo.
Masa Depan Proyek Whoosh: Pembahasan teknis pembayaran dan prospek perpanjangan jalur hingga Surabaya.
#EpochWeekly #TheEpochTimes #TheEpochTimesIndonesia #KeretaCepatWhoosh #UtangWhoosh #LuhutBinsarPandjaitan #PurbayaYudhiSadewa #PrabowoSubianto #RestrukturisasiUtang #Beijing #NDRC #EkonomiIndonesia #Geopolitik #BeritaTerkini #BeritaViral