DOLAR AS DALAM BAHAYA?! Benarkah Bank Sentral Dunia Lepas Obligasi AS Demi Borong Emas?

Pada edisi kali ini, Epoch Weekly mengupas tuntas isu finansial global yang tengah hangat diperbincangkan: Apakah bank sentral dunia benar-benar secara masif menjual obligasi Treasury Amerika Serikat demi mengalokasikan dana ke emas?
🚨 Poin-Poin Penting Pembahasan Edisi Ini:
Laporan Riset The Fed: Kepala ekonom arus keuangan global Federal Reserve, Colin Weiss, merilis catatan riset yang membedah klaim bahwa daya tarik emas telah mengalahkan obligasi pemerintah AS
.
Pendorong Utama Harga Emas: Kenaikan dramatis harga emas terutama didorong oleh melonjaknya permintaan investor sektor swasta—seperti masuknya dana ke Exchange-Traded Funds (ETF) emas fisik—bukan semata-mata karena lonjakan pembelian oleh bank sentral
.
Kekeliruan Kalkulasi Statistik: Angka statistik cadangan emas global secara keliru memasukkan kepemilikan emas pemerintah AS yang menyumbang 22% dari total dunia, sementara statistik obligasi Treasury tidak memperhitungkan obligasi yang dipegang oleh The Fed
.
Warung Warisan Sistem Bretton Woods: Sebagian besar cadangan emas bank sentral utama dunia sebenarnya dibeli sebelum tahun 1971 pada era Bretton Woods, bukan hasil dari pergeseran strategis baru-baru ini
.
Obligasi AS Tetap Mendominasi: Hingga pertengahan 2026, nilai kepemilikan resmi asing atas obligasi Treasury AS tetap lebih tinggi dibandingkan nilai cadangan emas global di luar AS, di mana investor resmi asing masih mencatatkan pembelian bersih hampir USD200 miliar
#EpochWeekly #EpochTimesIndonesia #HargaEmas #ObligasiAS #TheFed #InvestasiEmas #EkonomiGlobal #DolarAS #DeDolarisasi #BeritaEkonomi #BeritaViral #KoranEpochTimes
.
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIThe video debunks the narrative that global central banks are abandoning US Treasuries in favor of gold. It explains that the perceived shift is largely a valuation illusion driven by rising gold prices and statistical biases, rather than a structural move away from the US dollar, as Treasuries remain the dominant global reserve asset.
