AS & Eropa Bersatu! Akankah Tiongkok Dipaksa Tandatangani "Kesepakatan Plaza" Baru?

Surplus perdagangan Tiongkok yang melonjak tajam kini mengikis basis industri mitra dagangnya di seluruh dunia
. Mengapa nilai tukar Renminbi (RMB/Yuan) yang disengaja undervalued menjadi senjata utama dominasi ekspor Tiongkok?
Selamat datang di Epoch Weekly! Di video ulasan geopolitik dan ekonomi kali ini, kita membahas analisis mendalam mengenai ketidakseimbangan perdagangan global dan alasan mengapa negara-negara ekonomi utama dunia kini terdesak untuk mengambil langkah tegas terhadap nilai tukar mata uang Tiongkok
.
Di balik derasnya aliran barang murah Tiongkok di pasar internasional, terdapat data dan dinamika ekonomi yang krusial:
Surplus Rekor Dunia: Goldman Sachs memperkirakan surplus perdagangan Tiongkok dapat mencapai 1,2 triliun dolar AS, dengan surplus transaksi berjalan mendekati 1% dari PDB global—rekor yang belum pernah dicapai negara mana pun dalam sejarah pascaperang
.
Tingkat Undervaluation RMB: Analisis ekonomi menunjukkan bahwa nilai tukar Yuan saat ini dinilai 19% hingga 35% lebih murah (undervalued) dari nilai wajarnya
.
Distorsi Harga Barang: Pakar ekonomi Michael Pettis menjelaskan bahwa nilai tukar Yuan yang rendah secara sengaja menekan harga barang Tiongkok di luar negeri sekaligus menaikkan harga barang asing di dalam negeri
. Dampaknya, produk Tiongkok seperti kendaraan listrik menjadi 32% lebih murah, lemari es 38% lebih murah, dan alas kaki 53% lebih murah
.
Sinyal "Kesepakatan Plaza" Baru: Menghadapi tekanan ini, negara-negara Eropa (seperti Prancis dan Jerman) bersama Amerika Serikat mulai mendorong penggunaan instrumen tarif tegas dan merancang Kesepakatan Plaza (Plaza Accord) baru untuk merevaluasi Yuan secara paksa
.
Bagaimana Beijing dan Xi Jinping merespons ancaman tarif serta tekanan intervensi mata uang dari dunia Barat ini
? Tonton video ini sampai habis untuk memahami dampaknya terhadap peta ekonomi dunia!
#EpochWeekly #EkonomiGlobal #RMB #Yuan #Tiongkok #PerangDagang #KesepakatanPlaza #PlazaAccord #Geopolitik #ASvsTiongkok #NilaiTukar #BeritaEkonomi #EkonomiTiongkok
