
Bukan Lagi Timur Tengah! Iran Disebut Siap Membawa Perang ke Eropa, Rumor Nuklir AS Makin Panas

20 Agustus 2026 — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase berbahaya. Di tengah beredarnya spekulasi mengenai kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap fasilitas strategis Iran, muncul laporan baru bahwa Teheran telah mempertimbangkan serangan terhadap sasaran militer Amerika Serikat di Eropa apabila Washington kembali meningkatkan operasi militernya.
Namun, sejumlah klaim mengenai persenjataan nuklir Amerika yang beredar perlu diluruskan. Salah satunya menyebut keberadaan bom nuklir taktis bernama “B-63”, yang diklaim telah diuji pada Maret 2026 dan dipersiapkan untuk dibawa pesawat tempur F-35.
Berdasarkan informasi terbuka mengenai persenjataan nuklir Amerika Serikat, tidak terdapat bukti kredibel mengenai keberadaan senjata bernama B-63 tersebut.
Menurut kajian terbaru mengenai kekuatan nuklir Amerika Serikat pada 2026, senjata nuklir nonstrategis utama Washington saat ini adalah B61-12, bom gravitasi nuklir dengan daya ledak maksimum sekitar 50 kiloton. Sekitar 200 unit diperkirakan berada dalam persediaan untuk penggunaan pesawat nonstrategis. Sekitar 100 di antaranya ditempatkan di enam pangkalan di lima negara Eropa, yakni Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki.
B61-12 dirancang menggantikan varian lama B61-3 dan B61-4. Senjata tersebut juga telah diintegrasikan dengan berbagai pesawat yang menjalankan misi nuklir NATO, termasuk F-35A.
Amerika memang memiliki varian lebih baru, yaitu B61-13. Namun, fakta mengenai senjata ini justru semakin memperlemah klaim mengenai “B-63”. Departemen Energi Amerika Serikat mengumumkan bahwa unit produksi pertama B61-13 telah diselesaikan pada 19 Mei 2025, hampir setahun lebih cepat dari jadwal semula. Senjata ini memiliki kemampuan lebih besar untuk menghadapi sasaran militer yang keras dan luas. Yang terpenting, pemerintah Amerika menyatakan B61-13 hanya akan disertifikasi untuk dibawa pesawat pengebom strategis dan ditempatkan dari pangkalan di daratan Amerika Serikat, bukan F-35.
#iran
#perang
#nato
