
RUDAL IRAN BERBALIK MAKAN TUAN! Trump Gempur Iran Tanpa Ampun, Gedung Perusahaan China Jadi Korban
31 Juli 2026
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat secara drastis setelah kedua negara saling melancarkan serangan militer pada Rabu, 29 Juli 2026. Rangkaian aksi saling balas tersebut memperlihatkan bahwa konflik di kawasan Teluk Persia kini telah memasuki fase yang semakin berbahaya, dengan sasaran yang semakin luas dan risiko eskalasi yang terus meningkat.
Peristiwa diawali ketika Iran kembali meluncurkan serangan rudal ke arah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Yordania. Serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian konfrontasi yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir di Timur Tengah.
Tidak lama setelah serangan terjadi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan tegas dalam wawancaranya bersama Fox News. Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan membiarkan setiap serangan terhadap pasukannya berlalu tanpa balasan.
"Kami akan menghajar mereka habis-habisan," ujar Trump, menegaskan sikap pemerintahannya terhadap tindakan Iran.
Pernyataan tersebut kemudian terbukti bukan sekadar retorika politik. Pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 waktu setempat, militer Amerika Serikat memulai salah satu operasi udara terbesar yang ditujukan terhadap infrastruktur militer Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di kawasan pesisir Teluk Persia.
#iran
#perang
#krisis
Ringkasan Video
Dibuat oleh AITensions between the US and Iran escalated drastically on July 29, 2026, following mutual military strikes. After Iran targeted a US base in Jordan, the US launched a massive precision air operation against IRGC infrastructure along Iran's Persian Gulf coast. Iran retaliated by striking Kuwait, where a missile hit a Chinese company building, resulting in one fatality.

