
Rusia Tak Lagi Aman! Drone Ukraina Terbang 2.500 KM dan Hantam Fasilitas Raksasa di Siberia

Perang Rusia-Ukraina kembali memasuki babak baru dalam penggunaan serangan jarak jauh. Kali ini, sasaran Ukraina bukan berada di kawasan perbatasan Rusia ataupun wilayah yang berdekatan dengan medan perang, melainkan jauh di Siberia Barat—lebih dari 2.000 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Pada Senin, 10 Agustus 2026, sejumlah drone Ukraina menyerang kompleks petrokimia ZapSibNeftekhim di Tobolsk, Oblast Tyumen, Rusia. Serangan ini segera menarik perhatian karena memperlihatkan semakin jauhnya kemampuan Ukraina menjangkau fasilitas strategis di pedalaman Rusia.
Gubernur Oblast Tyumen, Alexander Moor, mengonfirmasi terjadinya serangan drone dan kebakaran di sebuah kawasan industri. Sejumlah laporan independen kemudian mengidentifikasi lokasi yang terdampak sebagai kompleks petrokimia milik raksasa industri Rusia, Sibur.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan ledakan dan kebakaran. Asap tebal terlihat membubung dari kawasan industri, sementara layanan darurat dikerahkan untuk menangani situasi.
Berdasarkan informasi yang beredar dari komunitas intelijen sumber terbuka atau OSINT serta media independen Rusia, serangan diduga mengenai area yang berkaitan dengan Central Gas Fractionation Unit atau unit fraksinasi gas pusat.
#rusia
#ukraina
#siberia
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIUkraine has expanded its long-range strike capabilities by attacking the Zapsibneftekhim petrochemical complex in Tobolsk, Siberia, over 2,000 km from its border. This operation targets Russia's strategic industrial heartland, aiming to disrupt production and pressure the Russian government by demonstrating that no region within Russia is now entirely safe from Ukrainian drone attacks.
