
Iran Disebut Bersiap Hadapi Perang Lebih Besar, Strategi Teheran Mulai Bergeser

TEHERAN, 18 Agustus 2026 — Di tengah berakhirnya periode memorandum antara Amerika Serikat dan Iran serta semakin suramnya prospek penyelesaian melalui jalur diplomasi, muncul laporan bahwa Teheran sebenarnya telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konflik yang jauh lebih besar.
Laporan terbaru The Wall Street Journal pada 17 Agustus 2026, dengan mengutip sejumlah pejabat Iran dan Arab serta penilaian intelijen regional, menyebut kelompok garis keras di Iran sejak awal tidak sepenuhnya mempercayai proses diplomasi yang berlangsung setelah memorandum dengan Amerika Serikat disepakati pada pertengahan Juni 2026.
Di kalangan kelompok tersebut, terdapat kekhawatiran bahwa memorandum itu bukan jalan menuju perdamaian permanen, melainkan sekadar kesempatan bagi Amerika Serikat dan Israel untuk membeli waktu, mengatur ulang kekuatan, serta mempersiapkan operasi militer yang lebih besar terhadap Iran.
Kecurigaan inilah yang disebut menjadi salah satu alasan mengapa kelompok garis keras Iran tidak pernah menggantungkan harapan terlalu tinggi pada perundingan.
Alih-alih mengendurkan kesiapan militernya selama periode diplomasi, Teheran justru dilaporkan menggunakan sekitar dua bulan terakhir untuk memperkuat kemampuan menghadapi perang berkepanjangan.
#iran
#amerika
#perang
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIReports indicate that Iran has been preparing for a large-scale conflict as diplomacy with the US falters. Despite a June 2026 memorandum, Iranian hardliners view the peace process as a stalling tactic by the US and Israel. Consequently, Tehran has strengthened its military, expanded drone and missile production, and increased regional aggression to prepare for a prolonged war.
