Praktisi Falun Dafa di Johor, Malaysia, mengadakan rapat umum di Hutan Bandar Putra Kulai tanggal 5 Juli 2026, untuk menandai 27 tahun aksi damai menentang penganiayaan PKT terhadap Falun Gong dan menyerukan masyarakat untuk membantu menghentikan penindasan HAM ini. 20 Juli 1999, rezim PKT melancarkan penganiayaan skala nasional terhadap latihan spiritual yang menimbulkan kematian bagi ribuan praktisi Falun Gong.
Laporan berita ini membahas berbagai upaya global untuk meningkatkan kesadaran mengenai penindasan terhadap praktisi Falun Gong oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT), termasuk seminar hak asasi manusia di Inggris, aksi damai di Malaysia, parade di Texas, serta kasus kriminalisasi seorang guru sekolah dasar di Tiongkok.
Halo pendengar sekalian, selamat datang di Berita Palungkung.
Berita dilaporkan langsung dari Tiongkok dan seluruh dunia,
dari situs web Minghui.
Berita Minggu ini.
Seminar yang berfokus pada kebijakan pengambilan organ di Tiongkok
digelar di Gedung Parlemen Inggris.
Sebuah seminar yang membahas rezim Tiongkok
dan pelanggaran hak asasi manusia sistemiknya
digelar di Ruang Wilson,
Gedung Port Cullis di Parlemen Inggris
pada 8 Juli 2026.
Sir Lane Duncan Smith,
mantan pemimpin Partai Konservatif Inggris,
dalam pidato pembukaannya di seminar,
memahami kepemimpinan Tiongkok
menunjukkan bahwa PKT,
Partai Komunis Tiongkok,
bukan hanya ancaman bagi rakyat Tiongkok,
tetapi juga bagi dunia bebas.
Ia mendekankan bahwa PKT
mengabaikan janji-janji yang dibuat
dalam perjanjian internasional.
Misalnya,
perlakuannya terhadap Hong Kong.
Baru-baru ini PKT memperkenalkan
Undang-Undang Persatuan Etnis
yang memiliki efek ekstrateritorial
dan memperluas penindasannya
di luar Tiongkok.
Sir Lane memperingatkan bahwa
Barat tidak boleh mengabaikan nilai-nilai
dan perilaku PKT yang sangat berbeda
dari Barat.
Seminar tersebut dipimpin oleh Sir Lane
dengan pembicara tamu Dr. David Matas,
Jan Jekielek,
Seminar ini sangat dinantikan
dan dihadiri oleh anggota Parlemen
perwakilan dari
serta organisasi non-pemerintah
seperti Hong Kong Parlemen
Seminar dimulai dengan diskusi
tentang industri pengambilan organ
dari tahanan politik yang dikendalikan oleh PKT.
Para pembicara mengungkapkan
bukti baru tentang pengambilan organ
secara luas dan terus-menerus
dari praktisi palengkung,
Uyghur, dan minoritas etnis lainnya
di Tiongkok.
Mereka juga memberikan analisis
mendalam tentang cara berpikir
para pemimpin PKT yang sangat berbeda
dari para pemimpin negara-negara Barat.
Malaysia,
praktisi meningkatkan kesadaran tentang
penganiaan 27 tahun
Praktisi Falun Tafa di Johor, Malaysia
mengadakan rapat umum di hutan bandar Putraku
live tanggal 5 Juli 2026
untuk menandai
27 tahun aksi damai
menentang penganiaan PKT terhadap palengkung
dan menyuruhkan masyarakat
untuk membantu menghentikan
penindasan HAM ini.
Pada 20 Juli 1999,
rejim PKT melancarkan
penganiaan skala nasional terhadap latihan
spiritual yang menimbulkan kematian
bagi ribuan praktisi palengkung.
Kegiatan Johor dimulai
dengan pidato yang dibacakan dalam
bahasa Mandarin, Melayu, dan Inggris
untuk memperkenalkan Falun Tafa
dan mengecam penganiaan PKT
terhadap praktisi di Tiongkok.
Meski hujan gerimis saat
melakukan gerakan latihan,
praktisi tetap teguh dan melanjutkan
latihan dengan kegihihan dan fokus.
Banyak orang yang mengunjungi
taman hari itu berhenti sejenak
untuk menonton.
Praktisi menyediakan materi informasi
dan mengklarifikasi fakta tentang
bagaimana PKT menindas palengkung
serta praktisinya.
Banyak penjalan kaki mengungkapkan simpati mereka
dan menandatangani petisi
yang menyuruhkan diakhirinya pengambilan
organ paksa yang disetujui oleh PKT.
Menjelang malam, praktisi mengadakan
aksi nyala lilin sekitar pukul 7 malam,
memegang lampion lotus
untuk mengenang praktisi di Tiongkok
yang telah kehilangan nyawa mereka
akibat penganiaan.
Taman itu tampak sangat tenang dan hikmat
dengan sinar lembut lentera,
spanduk dan lukisan yang mengungkap
penganiaan juga dipajang.
Melalui kegiatan ini, praktisi berharap
bisa membuat orang-orang lebih mengenal Falun Tafa,
membangkitkan kesadaran mereka
dan bekerjasama untuk menghentikan penganiaan.
Texas, penonton Parade Hari Kemerdekaan
di Arlington mengapresiasi
partisipasi Falun Tafa.
Praktisi Falun Tafa juga dikenal
sebagai Falun Kung.
Di daerah Dallas diundang
untuk berpartisipasi
dalam Parade Hari Kemerdekaan
di Arlington, Texas pada 4 Juli 2026.
Puluhan ribu penonton
berkumpul untuk dua perayaan tersebut,
yaitu peringatan
250 tahun penandatanganan
Deklarasi Kemerdekaan
dan peringatan 150 tahun
berdirinya Arlington.
Rute parade yang panjangnya
hampir 2 mil melewati pusat
kota Arlington dan
Universitas Texas di Arlington.
Arlington menjadi
tuan rumah piala dunia FIFA
2026 pada akhir pekan.
Salah satu sorotan utamanya
adalah kendaraan hias dan spanduk warna-warni
milik praktisi.
Terdapat tujuh panggung penonton
di sepanjang rute parade
dan setiap pembawa acara
memperkenalkan latihan spiritual Falun Tafa.
Sementara penonton
bertepuk tangan, bersorak
dan mengambil foto praktisi
yang sedang berbaris.
Di belakang spanduk besar bertuliskan
Falun Tafa dan sejati
baik sabar.
Terdapat kendaraan hias membawa praktisi
berpakaian kuning
sedang memperagakan latihan.
Saat melewati setiap panggung penonton,
pembawa acara
memperkenalkan mereka,
Falun Tafa adalah sebuah latihan spiritual
yang berasal dari budaya
Tiongkok kuno dan perladaskan
pada prinsip sejati baik sabar.
Ini telah menyebar
ke seluruh dunia, mencakup
lebih dari seratus negara dan wilayah.
Praktisi Falun Kung
menerapkan prinsip-prinsip ini
dalam kehidupan sehari-hari mereka
dan semua orang
dapat mempelajarinya dengan bebas biaya.
Beberapa penonton
bertanya tentang latihan spiritual
tersebut, dan terkejut
saat mereka mengetahui tentang
penganian yang dilakukan oleh
Partai Komunis Tiongkok BKT.
Media setempat, termasuk CBS
dan Fox News, meliputi
parade tersebut dan mewawancarai
sejumlah orang,
sementara banyak penonton membagikan informasi
tentang parade tersebut
di sosial media.
Buru sekolah dasar menghadapi persidangan
karena berlatih Falun Kung
Seorang buru sekolah dasar
di kota Zhejiaquang, Provinsi Hebei
menghadapi persidangan karena
ia berlatih Falun Kung, sebuah
disiplin spiritual yang telah dianyai
oleh Partai Komunis Tiongkok sejak
tahun 1999.
Wang Xiaomei, ditangkap
sekitar pukul 7 pagi pada 9 Desember
2025.
Polisi menunggu di luar gedung apartemennya
dan menangkapnya saat dia hendak
berangkat kerja.
Mereka membawanya kembali ke dalam rumahnya
dan menggeledahnya.
Tidak ada surat perintah penggeledahan yang ditunjukkan.
Wang dibawa ke kantor polisi
Xinhua, diinterogasi
dan kemudian dimasukkan ke pusat
penahanan kedua kota Zhejiaquang,
tempat dia ditahan sejak saat itu.
Pada Maret 2026,
Departemen Kepolisian Distrikt Kaocheng
menyerahkan kasus Wang ke
Kejaksaan Distrik Kaocheng,
yang kemudian meneruskannya ke
Kejaksaan Kota Jinzhou.
Jinzhou adalah kota setingkat kabupaten
di bawah Xejiaquang.
Baik Kejaksaan Kota Jinzhou maupun
pengadilan Kota Jinzhou telah ditunjuk
untuk menangani kasus walungkung di
wilayah Xejiaquang.
Kejaksaan Kota Jinzhou mengembalikan
kasus Wang ke Departemen Kepolisian
Distrik Kaocheng pada bulan April
dengan alasan kurangnya bukti.
Polisi mengajukan kembali kasus tersebut
pada bulan Mei.
Pada 23 Mei 2026,
pengadilan Kota Jinzhou memberitahukan
kepada keluarganya
bahwa mereka telah menerima kasus tersebut.
Pengacara Wang membuat janji
temu dengan petugas pengadilan
pada 30 Juni.
Namun petugas tersebut hanya menerima
surat kuasa dari pengacara
dan menolak untuk menyetujui anggota
keluarga Wang sebagai pembelanya.
Hukum acara pidana Tiongkok
menyatakan bahwa setiap anggota
keluarga atau teman dapat menjadi pembela.
Tetapi petugas tersebut mengklaim
bahwa hanya anggota keluarga inti
yang diizinkan untuk melakukannya.