
Media Inggris: Upaya Berulang Kali PKC untuk Menghubungi Tim Trump Gagal
Sebelum pemilu AS, Beijing telah secara aktif mencoba untuk terlibat dengan tim kampanye mantan presiden Trump, tapi semua upaya telah gagal.
Menurut laporan Financial Times pada 28 Agustus 2024, upaya PKC untuk menjangkau itu, menggarisbawahi sentimen agresif di Washington, serta meningkatnya kekhawatiran tentang spionase PKC.
Laporan yang mengutip 8 sumber, yang mengetahui masalah tersebut dari AS dan China, mencatat bahwa Beijing bahkan meminta mantan duta besar China untuk AS, Cui Tian Kai, salah satu pejabat tinggi PKC dengan koneksi luas di Washington, untuk memfasilitasi kontak dengan tim kampanye Trump.
Meski adanya upaya-upaya ini, hampir semua upaya tidak berhasil.
Laporan tersebut juga mencatat, bahwa beberapa pejabat PKC dan cendekiawan tamu, yang diyakini bertindak sebagai agen Beijing, telah menghadapi kesulitan dalam mengatur pertemuan dengan anggota parlemen AS, dan sekarang menghadapi rintangan serupa dengan tim Trump.
Steve Yates, direktur proyek kebijakan China di America First Policy Institute, mengatakan bahwa hampir tidak ada manfaat untuk bertemu dengan pejabat PKC, menekankan bahwa Sikap Trump terhadap China sudah diketahui secara luas, dan bahwa pertemuan semacam itu berisiko disalahartikan.
Dennis Wilder, mantan pakar CIA tentang China, mengamati bahwa upaya keras Beijing untuk berhubungan dengan tim kampanye Trump, dianggap oleh sebagian orang sebagai sekadar pengumpulan informasi intelijen, daripada mencari dialog substansial.
Laporan tersebut lebih lanjut menyatakan, bahwa seiring pendekatan PKC terhadap Trump terus gagal, sentimen anti-PKC meningkat di kedua partai di Washington.
Beijing memahami bahwa terlepas dari hasil pemilu, kebijakan garis keras AS terhadap China, tidak mungkin berubah.
#trump #china #tiongkok #cina #pertemuan #bilateral #pemilu
