Situasi Terkini di China Terungkap: Dari Atas ke Bawah, Berjalan Tanpa Arah dan Menunggu Mati!

Situasi Terkini di China Terungkap: Dari Atas ke Bawah, Berjalan Tanpa Arah dan Menunggu Mati!

L
Lensa China
45 Tayangan video·4 Sep 2024  #china #cina #tiongkok

Ekonomi China sedang mengalami penurunan yang terus-menerus, dan sentimen yang berlaku dari kelas pekerja hingga kelas menengah adalah pesimisme dan kekecewaan, dengan banyak yang mengadopsi mentalitas "berbaring datar" atau lying flat.

Pada 4 Agustus, komentator independen Cai Shenkun membagikan wawasan dari temannya yang mempunyai nama samaran "Butterfly Dream of the Border Town," yang baru saja kembali ke China.

Biancheng mengamati adanya rasa ketidakpuasan dan apatisme yang meluas selama lebih dari 20 pertemuan sosial di Guangzhou.

Bahkan individu dengan posisi kekuasaan dan pengaruh, seperti pejabat tinggi, profesor universitas, dan pemimpin bisnis, mengungkapkan kelelahan dan kurangnya harapan atas masa depan mereka.

Banyak dari mereka bahkan mencari peluang untuk berimigrasi.

Tanggapannya sangat luar biasa, dengan ratusan orang yang berbondong-bondong ingin mendapatkan tempat bahkan sebelum gedungnya benar-benar siap.

Ini bukanlah kasus yang terisolasi, di seluruh China, tempat-tempat retret semacam ini semakin umum.

Di pegunungan Provinsi Hunan, seorang wanita berusia 30 tahun bernama Yanzi telah menciptakan panti jompo untuk kaum muda miliknya sendiri, yang dia gambarkan sebagai tempat yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, di mana dia dan tamunya dapat hidup sederhana, merawat hewan, dan menikmati ketenangan alam.

Panti jompo untuk kaum muda pertama di China didirikan di Provinsi Yunnan pada Oktober 2022 oleh Lu Bai Khi.

Dia secara khusus melayani orang dewasa muda berusia 18 hingga 45 tahun yang memiliki pengalaman kerja tetapi sedang mencari istirahat sementara dari stres pekerjaan mereka.

Lu mencatat bahwa banyak penghuni mengalami perubahan positif dalam pola pikir mereka selama tinggal di sana, kembali ke kehidupan mereka dengan energi dan fokus yang baru.

Meningkatnya popularitas panti jompo untuk kaum muda ini mencerminkan kondisi ekonomi China saat ini.

Dengan investasi asing yang berkurang, pabrik-pabrik tutup, dan bisnis di berbagai sektor yang berjuang, banyak anak muda yang merasa kewalahan dan kecewa.

Industri kuliner, khususnya, telah terpukul keras.

Sebuah video viral menunjukkan seorang pemilik restoran yang putus asa di Provinsi Jiangsu menghancurkan bisnisnya sendiri karena kesulitan keuangan, yang menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi oleh banyak orang.

Insiden tersebut terjadi pada larut malam tanggal 22 Juli 2023.

Tampaknya seseorang memanggil polisi, dan ketika mereka tiba, pemilik yang kewalahan tersebut mencurahkan isi hatinya sambil menangis, “Saya sudah memberikan segalanya, tapi situasinya semakin sulit. Saya hampir tidak bisa memberi makan keluarga saya.”

Situasi yang putus asa ini sangat mengena di hati banyak orang di media sosial, dengan komentar seperti, “Perjuangan kelas pekerja tidak terbayangkan” yang membanjiri media sosial.

Seorang pengusaha restoran lainnya berbagi kisah serupa.

Setelah menginvestasikan 900.000 yuan (sekitar 125.400 Dolar AS) untuk membuka restoran tahun lalu, awalnya bisnisnya berjalan lancar.

Namun, situasi berubah menjadi lebih buruk setelah September, dan meskipun berharap ada lonjakan bisnis selama Tahun Baru China, kini dia nyaris untuk bertahan hidup.

Penurunan ekonomi telah membuat banyak orang menganggur, sehingga semakin sedikit orang yang makan di luar.

Ini menyebabkan gelombang penutupan restoran, dengan beberapa tempat ditutup hanya beberapa bulan setelah dibuka.

Salah satu pemilik mengeluhkan usahanya yang gagal, menceritakan bagaimana dia menghabiskan lebih dari satu juta yuan untuk membuka toko sate hanya untuk melihatnya tutup dalam tiga bulan.

Bahkan Shanghai, yang dulunya merupakan pusat ekonomi yang sibuk, kini merasakan dampaknya.

Sebuah video viral menunjukkan jalan yang dulu ramai kini dipenuhi dengan toko-toko kosong.

Seorang penduduk lokal menceritakan bagaimana area tersebut berubah sejak pembatasan COVID dicabut pada tahun 2022, dengan 80% bisnis menghilang.

Dia dan rekan-rekannya kini melihat pembukaan kembali toko-toko tersebut sebagai barometer pemulihan ekonomi dan kemungkinan kenaikan gaji mereka.

Data resmi dari Biro Statistik Nasional China menunjukkan bahwa 460.000 restoran dibatalkan atau lisensinya dicabut pada kuartal pertama tahun ini, meningkat 230% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bulan Maret saja ada 180.000 restoran tutup.

Penurunan di industri restoran ini terkait langsung dengan menurunnya pendapatan warga China.

Dengan pengangguran yang meluas dan ketidakamanan finansial, orang-orang mulai mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

#china #cina #tiongkok #penurunan #ekonomi #gerakan #kesulitan #pantijompo #usaha #bangkrut #finansial #usaha #bangkrut #biayahidup #strategi #menabung #konsumen #perilaku #kerja #dampak