EksklusifRahasianya Apa? Lima Anaknya Berjabatan Tinggi! 【🌙 Bulan Sudah Tertidur】

TAS KECIL Siao Shu Bao Indonesia
203 pengikut
Apa resep rahasia dibalik Dou Yan Shan yang memiliki “Lima Putra Meraih Jabatan Tinggi”? Kisah diambil dari kitab “Tiga Huruf Klasik” atau “San Zi Jing”
🎒 subscribe TAS KECIL - SIAO SHU BAO INDONESIAN. Tumbuhkan Ketrampilan Anak Melalui Cerita.
Cerita kami bukan sekadar cerita, tetapi mengajak adik-adik mengasah imajinasi, melatih nalar, menumbuhkan logika, serta rasa saling peduli.
Yuk, ajak anak bertumbuh melalui cerita!
#taskecil #ganjingkids #indonesiaku #ceritasebelumtidur #ceritaanak #karaktermoral #edukasi #parenting #kids #imaginasi #bedtime #stories #dongeng #dongengsebelumtidur
Konon, di tempat sekitar pegunungan Yen, tinggal sebuah keluarga kaya raya bermarga Tau.
Suatu pagi, pelayan semua sibuk menimba air, membelah kayu bakar, menyiapkan makan pagi.
Kepala pelayan datang tergopoh-gopoh.
Ia berkata,
Tuan besar, celaka, uang dikas berkurang 20 ribu thail.
Pelayan tua si pencuri sudah kabur, hanya ada putrinya.
Apa? Mencuri uang malah kabur?
Cepat lapor pihak berwenang, tangkap pencurinya.
Tuan besar rumah ini bernama Tau Yen San.
Baru saja bicara begitu, tiba-tiba sikapnya melunak.
Karena iya, ia teringat sesuatu.
Ia mengubah nada bicaranya, bahwa aku temui gadis itu dulu.
Usia gadis kecil 12 hingga 13 tahun, bajunya tipis, sangat biasa.
Tuan besar, lihat ada kertas di tangan anak ini.
Tuan Tau mengambil kertas tersebut, tulisannya,
Putri ini dijual ke keluarga Tau demi melunasi hutang ayahnya.
Ternyata pelayan pencuri melunasi dengan menyerahkan putrinya.
Tau Yen San terdiam sejenak, lalu menghela nafas.
Ia merobek kertas menjadi dua bagian,
dan melempar ketunku api hingga hangus terbakar.
Kepala pelayan tercengang,
apakah tuan menolak putri ini sebagai pelunasan hutang?
Tau Yen San melambeikan tangan dan berkata,
mintalah nyonya menerimanya.
Setelah dewasa nanti, dicarikan keluarga baik untuk dinikahkan.
Ah, batin sang pelayan, demikian banyak uang sudah dicuri,
masih mau mengurus putrinya pulang,
lengkap sekalian sama mas kawinnya juga,
pelayan dibuatnya melongo terheran-heran tak bersuara.
Sebenarnya Tau Yen San adalah orang yang sangat keras juga kaku.
Maka seluruh keluarga Tau jadi bertanya-tanya,
ada apa ya dengan tuan besar?
Ternyata Tau Yen San belum lama ini bermimpi yang sangat aneh.
Dalam mimpi mendiang ayah dan kakenya muncul,
dengan wajah serius mereka berbicara.
Di kehidupan masa lalu kau telah menumpuk karma buruk.
Maka di kehidupan kini,
bukan saja tidak punya putra juga pendek umur.
Semoga kau rajin berbuat hal baik,
banyak menolong sesama.
Barangkali hal itu bisa mengubah nasibmu.
Maka mimpi inilah yang telah mengubah Tau Yen San.
Sejak itu, bila ada anak kecil yang sangat miskin tak terurus,
tidak memiliki mas kawin,
ia tak segan membiayai pesta pernikahan mereka.
Bila ada keluarga miskin yang tak mampu
membiayai pemakaman anggota keluarga yang meninggal,
ia juga tak segan menyumbang uang pemakaman.
Ia menghabiskan uang semakin banyak.
Suatu malam, selesai makan malam,
kepala pelayan menghampiri membawa buku kas.
Tuan, mohon dicek kembali pengeluaran rumah sehari-hari.
Benarkah hanya menyisakan uang sebanyak ini saja?
Ternyata Tau Yen San hanya memberikan sedikit uang
untuk belanja sehari-hari.
Sejak itu, keluarga Tau hidup dengan sangat hemat.
Sebaliknya, orang yang dibantu Tau Yen San semakin banyak.
Namun, Tau Yen San sedang ada kerisauan baru.
Cara saya hanya menyelesaikan sesaat penderitaan orang.
Apa ada cara yang lebih baik?
Akhirnya, Tau Yen San berfikir keras.
Nah, benar sekali itu yang akan kulakukan.
Kesokan hari, berdatangan banyak pekerja bangunan.
Tetangga yang penasaran bertanya kepada Tuan Tau.
Ini mau bangun apa, Pak?
Mau bangun akademi?
Jawab Tau Yen San.
Bagi yang serius ingin belajar, bisa menuntut ilmu di sini.
Gratis!
Mendengar itu, tetangga segera menangkupkan kedua tangan
memberi hormat.
Sekolah dapat mengangkat moral masyarakat lokal
lepas dari kemiskinan,
sekaligus membina bibit berbakat
dan mencerdaskan masyarakat.
Salud! Inilah solusi masalah
hasil pengikiran Tau Yen San.
Nah, ketika akademi resmi dibuka,
ada murid miskin yang tidak punya alat tulis.
Namun, Tau Yen San berkata sambil tersenyum riang.
Tidak masalah.
Asalkan kalian tukun belajar,
kesulitan kalian akan saya carikan solusinya.
Belakangan, makanan dan tempat tinggal dari sebagian siswa
juga ditanggung oleh Tau Yen San.
Suatu hari, rumah Tau Yen San kedatangan sebuah kereta kuda.
Dari kereta turun seorang pejabat dengan pakaian keren.
Eh, kok ada pejabat berkunjung ke rumah?
Bergegas kepala pelayan memberitahu Tau Yen San.
Pejabat bersama pengawal memasuki ruang utama.
Ia melihat Tau Yen San berdiri menyambutnya.
Lalu pejabat menyuruh pengawal dengan hormat
menyilahkan Tuan Tau untuk duduk.
Tapi pejabat sendiri justru berlutut di hadapan Tau Yen San.
Ternyata pejabat ini adalah mantan siswa akademi
yang khusus datang berterima kasih kepada sang penolong.
Hal-hal serupa terjadi berkali-kali.
Tau Yen San kemudian bermimpi lagi.
Dalam mimpi almarhum ayahnya tersenyum dan berkata.
Anakku, tahun-tahun ini kau mengumpulkan banyak kebajikan rahasia.
Tuhan akan memperpanjang usiamu hingga 36 tahun.
Termasuk balasan baik lainnya untuk Nuna.
Belakangan istri Tau Yen San berturut-turut melahirkan lima putra.
Setelah mereka dewasa,
lima anak lulus ujian negara dan jadi pejabat menjadi orang terkemuka.
Lalu bagaimana dengan Tau Yen San?
Ia hidup hingga mencapai usia 80 tahun lebih.
Konon setelah meninggal, ia naik ke surga hidup sebagai dewa.
Rakyat sekitar gunung Yen yang menghadapi kesulitan,
mereka semua sudah tertidur dengan nyenyak.
Burung-burung di rumpun bambu halaman pun sudah tertidur dengan tenang.
Bulan pun sudah tertidur.
