EksklusifCara Cerdik Bocah Menangkap Begal! 【🌙 BulanSudahTertidur】

TAS KECIL Siao Shu Bao Indonesia
209 pengikut
🎒 subscribe TAS KECIL - SIAO SHU BAO INDONESIAN. Tumbuhkan Ketrampilan Anak Melalui Cerita.
Cerita kami bukan sekadar cerita, tetapi mengajak adik-adik mengasah imajinasi, melatih nalar, menumbuhkan logika, serta rasa saling peduli.
Yuk, ajak anak bertumbuh melalui cerita!
#taskecil #ganjingkids #indonesiaku #ceritasebelumtidur #ceritaanak #karaktermoral #edukasi #parenting #kids #imaginasi #bedtime #stories #dongeng #dongengsebelumtidur
Halo, Dev.
Huboya selesai cerita yang satu ini.
Hari ini, cerita kita tentang cara cerdik menangkap begak.
Pada zaman dahulu kala, ada seorang poja bernama Aming.
Keluarganya relatif miskin.
Jadi, semenjak belasan tahun, Aming sudah bekerja di sebuah toko.
Aming tidak hanya rajin, dia juga bekerja keras, jujur, dan cerdas.
Sang majikan sangat menaruh kepercayaan padanya.
Menyerahkan tugas menagi hutang pelanggan kepada Aming.
Dalam perjalanan Aming pulang menagi hutang, akan melewati sebuah hutan lebat.
Suatu hari, beberapa perampok berpakaian hitam muncul.
Mereka melompat keluar dari hutan tiba-tiba.
Salah seorang begak mengacungkan golok panjang berkata sambil tertawa.
Lihat, pasti punggungmu gendut sekali.
Pasti banyak sekali uang di dalamnya.
Para begak ini adalah sumber masalah besar yang mengusingkan pejabat lokal.
Mereka sering merampok warga desa yang ditemui dengan golok besar.
Asalkan mendengar nama-nama para begak, warga sangat ketakutan.
Kepala serasa kesemutan, tubuh keluar keringat.
Aming pun merasa ketakutan.
Para begak dengan mudah merampas kantung uang jeri payah Aming menagi.
Namun, malah petaka Aming belum berakhir.
Dari wajahnya, Aming terlihat cerdas dan pangkas.
Aming dibawa pergi juga bersama mereka.
Perhitungannya, Aming membantu mereka memasak dan cuci pakaian.
Saat berjalan mengikuti para begak, Aming mulai menenangkan pikiran.
Saya harus mencari cara selamatkan diri sendiri.
Pikirnya sekaligus menangkap begak-begak ini.
Untungnya Aming, si pekerja keras yang dulunya bekerja di toko,
sering ke dapur membantu bibi curu masak membuat makanan.
Jadi, di usia muda pun Aming sudah pandai memasak.
Dia bisa membuat ikan masak, mapo tofu, panggang bebek, dan iga masak asam manis.
Selesai makan, masih ada hidangan yang manis sebagai penutup.
Para begak semua sangat puas.
Tapi, mereka sama sekali tidak mengetahui.
Aming sedang berpikir keras.
Bagaimana cara agar para begak bisa ditangkap dan dikirim ke kantor polisi?
Para begak lambat lalu semakin percaya kepada Aming.
Suatu hari, mereka menyuruh Aming gunung-gunung untuk membeli makanan.
Aming yang cerdas dan cekatan tak hanya membawa berbagai macam makanan saat kembali ke gunung.
Aming juga membocorkan informasi penting.
Dia lihat ada sebuah kedai uang di bawah gunung.
Kata Aming, kedai uang ini sangat hebat.
Di dalamnya ada banyak sekali emas perak dan permata berharga.
Sungguh memukau dan mata menjadi silau.
Para begal yang serakah ini langsung timbul niat buruk begitu mendengar cerita Aming.
Abang begal lantas berkata,
Jika kita bisa merampok uang dan emas dan kedai uang ini,
maka tidak lagi pusing dengan sandang pangan di sisa kehidupan ini.
Tapi sekarang pihak otoritas sedang gecar mau menangkap kita.
Bagaimana caranya kita bisa menyusup masuk ke dalam kedai, Bang?
Saat begal ramai berdiskusi, Aming berkata lagi,
Dulu juragan kami menaruh semua uang di kedai uang tersebut.
Sekarang dekat tahun baru, kedai uang pasti sedang sibuk sekali.
Malamnya mereka kelelahan, penjaganya pastinya agak lengah dibanding biasanya.
Abang begal langsung menyapuk dan berkata,
Baik kalau begitu, kita merampok kedai uang besok malam.
Keesokan harinya setelah matahari terbenam, Aming terlihat menarik sebuah gerobak sapi.
Di atas gerobak disiapkan beberapa kantong besar.
Kepada para begal, Aming berkata,
Bang, kalian bersembunyi ke dalam kantung berpura-pura menjadi barang,
sehingga tidak akan dikenali oleh warga desa.
Saya akan tarik lagi gerobaknya hingga kalian sampai di kedai uang.
Para begal menganggap usulan Aming sangat bagus.
Jadi setiap begal masuk sendiri ke dalam kantong besar,
lalu meminta orang mengikat erat kantong-kantong menggunakan tali.
Jalanan dari atas gunung ke bawah berguncang juga berkelok-kelok.
Para begal yang dimasukkan ke dalam kantong terombak ambil ke tempat sana sini di gerobak.
Semua terguncang bahkan hingga berkunang-kunang.
Akhirnya gerobak mereka tiba juga di gerbang kota di bawah gunung.
Petugas keamanan kota datang menghampiri untuk memeriksa.
Setiap kantong diketok oleh tongkat dengan serampangan.
Para begal dalam kantong kesakitan kena pukulan tongkat.
Namun mereka tidak berani keluar suara karena takut ketakuan.
Terdengar suara penjaga berkata kepada Aming,
"- Baiklah, kini kau boleh masuk ke kota."
Cepat-cepat Aming mendorong gerobaknya masuk ke dalam kota.
Para begal dalam kantong sehabis kena pukul tongkat penjaga kota,
hidung dan muka mereka semua memar biru lebah Aming.
Karena tak tahan salah satu begal bertanya kepada Aming,
"- Aming, sudah sampai di kedai uang belum?"
Aming berkata dengan suara halus tengah berbisik.
"- Hampir sampai, jangan bicara, nanti ketakuan orang."
Setelah beberapa saat akhirnya gerobak berhenti.
"- Sudah sampai, sudah sampai," kata Aming.
"- Jangan terburu-buru, satu demi satu ya, saya buka ikatan kantongnya dulu."
Wah, ini saat yang dinantikan para begal dalam kantong.
Setiap begal terburu-buru, ingin sekali keluar dari kantong menghirup udara segar.
Namun setelah keluar dari kantong,
para begal harus mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi.
Oh, ternyata ini bukan kedai uang, tapi kantor polisi.
Leher setiap begal ditahan oleh goloknya polisi.
Lepa pimpinan pun ada, dia sedang duduk di aula utama.
Begal-begal ini biasanya mustahil bisa ditangkap.
Eh, hari ini mereka malah datang mengantarkan diri.
Ternyata ketika Aming turun gunung membeli makanan,
ia mendatang di kantor polisi laporkan semua kejadian.
Demikianlah Aming yang cerdas dan pemberani,
tanpa memakai golok ataupun pistol,
berhasil menghantarkan kelompok si berat
yang sering berula ini ke kantor polisi.
Cerita kita hari ini sudah selesai.
Apakah kau suka dengan cerita menangkap begal dengan cerdik ini?
Sekarang sudah waktunya untuk tidur.
Malam itu akhirnya Aming bisa pulang ke rumah
dan ia sudah tidur dengan hati tenang.
Warga desa setelah tahu para begal sudah ditangkap pihak Purwena.
Mereka semua senang dan tidur nyenyak.
Bulan sadir yang menggantung di puncak pohon
juga sudah tertidur dengan senyum di wajahnya.
Selamat malam.
