EksklusifDemi Ayah, Sang Putri Nekat Hadapi Harimau Buas! 🐅 【🌙 BulanSudahTertidur】 #小書包 #ganjingcampus

TAS KECIL Siao Shu Bao Indonesia
206 pengikut
Yang Siang, hidup di Tiongkok di masa dinasti Jin (266 – 420), karena baktinya ia tercatat sebagai salah satu dari "Dua Puluh Empat Teladan Bakti"
🎒 subscribe TAS KECIL - SIAO SHU BAO INDONESIAN. Tumbuhkan Ketrampilan Anak Melalui Cerita.
Cerita kami bukan sekadar cerita, tetapi mengajak adik-adik mengasah imajinasi, melatih nalar, menumbuhkan logika, serta rasa saling peduli.
Yuk, ajak anak bertumbuh melalui cerita!
#taskecil #ganjingkids #indonesiaku #ceritasebelumtidur #ceritaanak #karaktermoral #edukasi #parenting #kids #imaginasi #bedtime #stories #dongeng #dongengsebelumtidur
Hai adik-adik,
selesai mendengar cerita ini,
kamu tidur ya.
Di jaman dahulu kala,
ada gadis kecil yang bernama Yang Siang.
Usianya sedikit lebih tua dari kamu,
14 tahun.
Hari itu,
Yang Siang sibuk bawa masuk jemuran kering,
lalu lanjut sibuk masak di dapur.
Hmm, wanginya.
Suara siapa itu?
Oh, Ayah Yang Siang.
Ia baru saja pulang.
Yang Siang menghampiri Ayah
dengan secangkir teh hangat.
Ayah, minum dulu.
Makan malamnya siap sebentar lagi.
Ayah Yang Siang baru pulang dari sawah.
Ia tahu Yang Siang anak baik
dan penuh perhatian.
Ayah berkata,
Putriku sayang,
tidak usah terburu-buru.
Ia lebih dulu membersihkan lumpur
dan debu di tubuh.
Ibu Yang Siang meninggal dunia
di usia sangat muda.
Jadi,
Ayah harus bekerja
untuk menafkahi keluarga,
juga mengurus Yang Siang sejak kecil,
merangkap sebagai ibu.
Yang Siang anak yang penuh pengertian.
Seiring tumbuh dewasa,
ia sangat berbakti kepada Ayahnya.
Paman tetangga sering berkata
kepada Ayah Yang Siang,
Bang, kau sungguh beruntung.
Siang putri yang berbakti.
Yang Siang selalu menyiapkan sarapan
untuk Ayah setiap pagi.
Ayah setelah sarapan,
berangkat bekerja dan sibuk di sawah
setelah mempersembahkan dupa
kepada Dewi Wulas Asih.
Sementara Yang Siang,
di rumah cuci pakaian dan bersih-bersih.
Rumah dibersihkan Yang Siang
hingga tak berdebu.
Yang Siang menganggap
hal paling penting adalah merawat Ayah.
Terkadang berhari-hari
tidak turun hujan.
Ayah khawatir air di sawah berkurang
sehingga padi tidak tumbuh
dengan baik dan panen gagal.
Melihat wajah Ayah muram sedih,
Yang Siang lalu bernyanyi
atau sekedar bercanda menghibur Ayah.
Terkadang Yang Siang
ikut Ayah ke sawah,
ikut bantu mengerjakan pekerjaan
di sawah. Seperti hari itu,
Yang Siang ke sawah bersama Ayah.
Tak lama matahari sudah tinggi
di langit. Sekujur tubuh
Ayah dan Yang Siang
basah oleh keringat.
Ayah bertanya kepada Yang Siang,
Apakah kamu lelah, nak?
Apakah ingin istirahat sebentar?
Minum dulu? Yang Siang menggelengkan
kepala, berkata,
Tidak lelah, Ayah. Saat Ayah
bekerja di sawah sendirian, jauh
lebih berat. Yang Siang meneruskan
kerja di ladang. Dia berusaha
kerja sebanyak mungkin membantu
Ayah. Tiba-tiba,
dia mendengar ada
suara aneh di belakang.
Saat menoleh,
Hah! Seekor harimau
entah dari mana, sedang
menatapnya dengan
dua matanya yang coklat besar dan
bulat. Warna bulunya
belang-belang kuning dan hitam.
Harimau berbalik ingin
menggigit Ayah Yang Siang
dengan giginya yang tajam.
Harimau adalah hewan yang sangat buas.
Orang dewasa pun langsung
lari jika melihat Harimau.
Namun, ketika
Yang Siang melihat Harimau membuka
lebarahannya, gigi
harimau yang tajam tiba-tiba
ditancapkan ke tubuh Ayah.
Sambil menggoyangkan kepala,
Ayah mau ditarik pergi.
Yang Siang kagetnya sampai lupa takut.
Lupa juga dirinya hanyalah gadis
kecil. Dia langsung menerjang
ke tubuh harimau. Sekali
lompat, hap! Sudah di atas
punggungnya, kedua tangan Yang Siang
mencengkram erat leher harimau.
Baik leher maupun tubuh harimau
kekar dan kasar. Sedangkan
tangan Yang Siang kecil dan ramping.
Tapi, saat itu
pikiran Yang Siang hanya fokus pada harimau
yang sangat kekar dan kuat
tenaganya. Harimau memutar
badan mau melempar Yang Siang dari
punggungnya. Yang Siang
tidak melepas, malah memeluk
leher harimau lebih kuat.
Dalam hatinya terlintas pikiran
Ya Tuhan,
aku mohon padamu, aku harus
selamatkan Ayahku. Jangan
bolehkan Harimau bawa pergi Ayah.
Mungkin bakti
Yang Siang telah mengharukan langit.
Entah kenapa,
tiba-tiba harimau mengendurkan
gigitannya. Dia melepas
Ayah Yang Siang.
Yang Siang juga terlempar ke tanah.
Harimau berbalik
dan lari masuk gunung
tanpa menengok lagi.
Ayah! Ayah!
Yang Siang berteriak cemas
menghampiri Ayah dan memeriksa lukanya.
Perlahan Ayah
yang Siang membuka matanya
dan berkata,
Nah, apakah aku sedang bermimpi?
Kau baik-baik saja kah?
Yang Siang melihat Ayah siuman.
Tak tahan ia menangis
sambil tersenyum lebar dan berkata,
Hebat
sekali Ayah.
Semua baik-baik saja.
Wah, alangkah bahagianya.
Ayah dan Yang Siang
berpelukan sangat
erat. Kemudian
kisah Yang Siang
putri 14 tahun
melawan Harimau selamatkan
Ayahnya sebentar saja
sudah menyebar ke seluruh
pedesaan.
Semua orang bilang
Yang Siang gadis kecil
memukul mundur Harimau
benar-benar sulit dipercaya.
Namun ada juga yang mengatakan
pasti karena bakti Yang Siang
telah menggetarkan langit.
Ayah Yang Siang
akhirnya bisa selamat
dari gigitan Harimau.
Adik-adik,
kisah hari ini
sudah selesai ya?
Sudah waktunya kamu tidur.
Anak kucing
di balik jendela
sudah mendengkur.
Burung didahan,
mereka sudah pejamkan mata.
Suasana di sekeliling
sudah hening.
Bulan
juga sudah tertidur.
