Dalam mitologi Yunani, Daedalus adalah seorang arsitek dan pengrajin yang sangat terampil, ia dianggap sebagai simbol kebijaksanaan, pengetahuan, dan kekuasaan. Dia adalah ayah dari Icarus. Karya-karya Daedalus yang paling terkenal termasuk sapi kayu yang dibuatnya untuk Pasiphaë, labirin untuk Raja Minos dari Kreta untuk mengurung Minotaur, dan sayap yang ia gunakan bersama putranya Icarus untuk melarikan diri dari pulau Kreta.
🎒 subscribe TAS KECIL - SIAO SHU BAO INDONESIAN. Tumbuhkan Ketrampilan Anak Melalui Cerita.
Cerita kami bukan sekadar cerita, tetapi mengajak adik-adik mengasah imajinasi, melatih nalar, menumbuhkan logika, serta rasa saling peduli. Yuk, ajak anak bertumbuh melalui cerita!
Buka-buka tas kecil yuk!
Hari ini, dalam tas kecil ada seorang arsitek jenius yang legendaris.
Di Yunani Kuno, ada pria bernama Daedalus.
Benda-benda yang diciptakannya sungguh luar biasa.
Maka, semua orang memuji Daedalus.
Pasti ia adalah orang yang dilindungi oleh Athena,
yaitu Dewi Kebijakan Bangsa Yunani Kuno.
Hari itu, Daedalus sedang asyik mengerjakan sebuah proyek rancangan yang hebat.
Tiba-tiba, brak surat pintu dibuka.
Orang yang masuk adalah Icarus, anak Daedalus.
Ayah, ayah! Mainanku rusak lagi!
Sambil berbicara, Icarus memegang boneka yang sangat mirip manusia.
Daedalus merela nafas.
Ia berhenti bekerja sejenak,
mulai memperbaiki boneka anaknya.
Icarus, kau sungguh tidak menyayangi mainanmu.
Boneka yang kubuatkan ini sangat berharga.
Tetapi Icarus tidak mendengarkan.
Matanya tertuju pada sketsa-sketsa di atas meja.
Ayah, apa yang sedang kau gambar?
Ini adalah sketsa labirin, nak.
Ujar ayahnya.
Selesai bicara, boneka juga sudah diperbaiki.
Tak disangka, boneka mainan ini persis seperti orang sungguhan.
Ia bisa duduk sendiri dan melompat dari meja.
Tap, tap, tap, lari dengan langkah berderap.
Icarus melihat bonekanya sudah diperbaiki.
Ia ambil bonekanya dan bermain keluar.
Daedalus menghela nafas.
Kembali dia ke meja, meneruskan rancangannya.
Ternyata muncul seekor monster di kerajaan.
Manusia berkepala banteng.
Raja memerintahkan Daedalus membuat sebuah labirin
agar makhluk tersebut tidak bisa keluar.
Monster akan terkurung di dalamnya.
Labirin sudah berhasil dirancang oleh Daedalus.
Ia seperti hidup.
Lorong-lorongnya terus berubah membuat orang tersesat.
Bahkan, Daedalus sendiri.
Jika tidak ada petunjuk, ia pun sulit keluar.
Sungguh sebuah labirin yang ajaib.
Labirin ini dibangun di pulau kecil
yang semua sisinya dikelilingi laut.
Akhirnya, monster benar-benar terkurung di dalam labirin.
Tidak dapat mengharikan diri.
Namun, suatu hari rumah Daedalus
tiba-tiba dikepung tentara yang menerobos masuk.
Mereka menangkap Daedalus dan Ikarus.
Apa yang terjadi?
Ternyata, kekasih dari Putri Raja,
dia ingin membunuh monster.
Putri Raja lalu menanyakan rahasia labirin
dan Daedalus memberikan semua informasi.
Setelah monster dibunuh,
Putri Raja dan kekasihnya kawing lari.
Membuat Raja sangat marah
menuduh Daedalus sebagai kakitangan sang putri.
Maka, ia perintahkan menangkap Daedalus dan anaknya.
Sebagai hukuman, mereka dikurung di labirin.
Raja juga perintahkan prajurit berjaga di luar labirin
sampai ke kapal-kapal di sekitar kepulauan tersebut.
Semua dijaga prajurit.
Daedalus dan Ikarus yang malang
benar-benar tak ada jalan melarikan diri.
Ikarus yang biasa hanya peduli main,
kali ini juga panik dan cemas.
Ayah, kita harus bagaimana?
Daedalus duduk termenung.
Ia menengadah ke langit yang remang-remang.
Berusaha keras memikirkan jalan keluar.
Tiba-tiba, ia melihat selai bulu yang lembut dan ringan
turun melayang-layang dari langit.
Jatuh tepat di depan mata Daedalus.
Tiba-tiba, Daedalus tersenyum.
Di kepalanya sudah ada sebuah ide.
Daedalus mengajak putranya
mengumpulkan bulu-bulu yang dijatuhkan burung
hingga cukup banyak bulu yang terkumpul.
Lalu mereka mencari sarang lebah yang tergantung di pohon.
Dengan sangat hati-hati,
akhirnya memperoleh lilin madu.
Apa yang ingin mereka kerjakan?
Dengan teliti, Daedalus memilah bulu-bulu tersebut.
Lalu menggunakan lilin lebah dan benang,
bulu-bulu direkatkan satu persatu dengan sangat kuat.
Dia akan membuat dua pasang sayap,
satu besar dan satu kecil.
Membuat sayap?
Ya, tidak salah.
Ini rencana Daedalus.
Ia mau melarikan diri melalui udara.
Akhirnya mereka berhasil membuat dua pasang sayap.
Setelah Daedalus dan Icarus mengenakan sayap masing-masing,
Daedalus berkata kepada Icarus dengan serius.
Anakku, kau ingat baik-baik.
Nanti kita tidak bisa terbang terlalu tinggi
karena matahari akan melelehkan lilin lebah.
Tetapi tidak bisa terbang terlalu rendah juga.
Jika sayap basah terkena ombak,
maka kita tidak bisa terbang.
Icarus tidak menanggapi dengan serius.
Iya, saya sudah tahu.
Ketika angin bertiup,
sayap-sayap buatan Daedalus berhasil membawa mereka terbang.
Eh, kalian lihat! Apakah itu seseorang di langit?
Cepat laporkan ini kepada raja!
Para prajurit yang bertugas menjaga Daedalus dan anaknya mulai rusuk.
Icarus bersemangat mengamati orang-orang di darat.
Mereka semakin mengecil dan mengecil.
Tiba-tiba, sebuah anak panah melesat garah mereka.
Beruntung Icarus cukup gesit menghindarinya.
Hai! Selamat tinggal!
Lalu ayah dan anak mengempakkan sayapnya.
Terbang meninggalkan istana labirin.
Wow! Pikir Icarus terbang di udara benar-benar bebas rasanya.
Icarus! Icarus! Terbang lambat sedikit, nak!
Jangan terbang terlalu tinggi!
Mereka telah melewati tiga pulau lainnya.
Icarus lalu bersaing dengan burung yang terbang melewatinya.
Ia dan ayahnya berjarak semakin jauh.
Wah! Kok bisa terbang lebih tinggi dari semua burung?
Ia sudah melupakan peringatan ayahnya.
Icarus mengempakkan sayap bagai seekor elang.
Terbang ke tempat yang lebih tinggi.
Daedalus mengempak lebih cepat ingin menyusul anaknya.
Icarus! Icarus! Jangan terbang terlalu tinggi!
Namun suaranya tidak terdengar oleh Icarus.
Icarus terbang melewati sekumpulan camar,
melewati awan yang lembut dan halus.
Dia masih ingin terbang lebih tinggi lagi.
Tapi tiba-tiba ia merasakan sayapnya tidak bertenaga.
Sebuah kekuatan menariknya ke bawah,
lilin pada sayapnya meleleh karena panas matahari.
Bulu-bulu di sayapnya rontok satu persatu.
Ia terbang terlalu tinggi.
Icarus mulai panik.
Ayah! Ayah! Cepat tolong aku! Tolong aku, ayah!
Melihat ini semua, Daedalus terbang maju sekuat tenaga.
Namun semua sudah terlambat.
Icarus terjatuh dari langit ke laut.
Lalu ia menghilang di tengah lautan.
Daedalus tidak berdaya sama sekali.
Ia hanya bisa sendirian saja terbang menuju kepulauan Sicilia.
Di sana ia hidup mengasingkan diri.
Penduduk setempat sering mendengar suara Daedalus
yang sedih berduka meratapi kematian Icarus.
Cerita hari ini di Tas Kecil sudah selesai.
Tidakkah adik-adik merasakan kemampuan yang hebat?
Ternyata tidak dapat mencegah tragedi.
Tapi pernahkah kalian berpikir,
mengapa Icarus lupa dengan peringatan ayahnya?
Semoga adik-adik bisa sampaikan pendapat kalian di kolom komentar.