Pada 19 Oktober 2024, pemerintah Israel mengumumkan bahwa kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diserang oleh drone. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, bersumpah bahwa meskipun pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, telah tewas akibat serangan tentara Israel, kelompok Hamas akan tetap berperang melawan Israel. Menurut pejabat rumah sakit dan seorang jurnalis Associated Press, setidaknya 21 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Gaza. Pada pagi hari tanggal 19 Oktober 2024, sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah Israel. Serangan ini berasal dari Lebanon, termasuk drone yang terbang menuju daerah Kaisarea di utara Tel Aviv, yang menjadi lokasi kediaman pribadi Netanyahu.
Salam Pemirsa!
Pada 19 Oktober 2024,
pemerintah Israel mengumumkan bahwa kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diserang oleh drone.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah timur tengah,
namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran,
bersumpah bahwa meskipun pemimpin Hamas Yahya Sinwar telah tewas akibat serangan tentera Israel,
kelompok Hamas akan tetap berperang melawan Israel.
Menurut pejabat rumah sakit dan seorang jurnalis Associated Press,
setidaknya 21 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Gaza.
Pada pagi hari tanggal 19 Oktober 2024,
sirine peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah Israel.
Serangan ini berasal dari Libanon,
termasuk drone yang terbang menuju daerah Kaisaria di utara Tel Aviv,
yang menjadi lokasi kediaman pribadi Netanyahu.
Berdasarkan pernyataan jurubicara Perdana Menteri,
pada saat serangan tersebut, Netanyahu dan istrinya tidak berada di rumah
dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
The Times of Israel melaporkan bahwa tiga drone menyerang kediaman Netanyahu,
namun ada dua di antaranya berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan Israel.
Belum ada konfirmasi mengenai kerusakan yang terjadi pada rumah Netanyahu.
Dalam sebuah video di media sosial,
Netanyahu menegaskan bahwa tidak ada yang bisa menakutinya.
Hamas, kelompok militan Palestina, terus menjadi fokus serangan Israel.
Setelah tewasnya pemimpin Hamas Yahya Sinwar pada serangan udara sebelumnya,
ratusan anggota Hamas di Gaza Utara menyerah pada 19 Oktober 2024.
Militer Israel menyatakan bahwa kehancuran psikologis di kubu Hamas
semakin terlihat setelah tewasnya Sinwar.
Sebelum menyerahkan diri ini,
Israel telah memberikan ultimatum kepada para pejuang Hamas
untuk menyerah atau menghadapi kehancuran total.
Israel juga memperluas operasi militernya terhadap kelompok Hezbollah di Libanon.
Pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrullah, tewas dalam serangan udara
dan Israel mengklaim telah menghancurkan sebagian besar jaringan komando Hezbollah.
Hezbollah menanggapi dengan mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Israel.
Pada 18 Oktober 2024,
Hezbollah mengumumkan akan meluncurkan lebih banyak rudal,
bom terpadu dan drone serang ke wilayah Israel.
Israel, di sisi lain,
telah mengerahkan pasukan daratnya ke wilayah Libanon Selatan
untuk menghancurkan markas dan fasilitas militer Hezbollah.
Dalam mewawancara dengan The Wall Street Journal pada 18 Oktober 2024,
mantan Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan tegas
terkait potensi konflik di Asia Timur.
Trump menyatakan bahwa jika Tiongkok menyerang Taiwan,
dia akan mengenakan tarif hingga 150 persen hingga 200 persen pada barang-barang Tiongkok.
Ia juga merencanakan untuk menerapkan tarif hingga 60 persen pada barang-barang impor lainnya dari Tiongkok.
Ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan melindungi Taiwan dari invasi Tiongkok,
Trump menyatakan keyakinannya bahwa Tiongkok tidak akan berani menyerang Taiwan
jika dirinya terpilih kembali sebagai presiden karena mereka menghormati posisinya.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS Kamala Harris pada 15 Oktober 2024 saat berada di Bandara Detroit
menegaskan kembali dukungan Amerika terhadap kebijakan Satu China serta hak Taiwan untuk mempertahankan diri.
Michael McCull, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat AS
mengungkapkan bahwa Trump pernah menyatakan kepada dirinya bahwa jika Tiongkok menyerang Taiwan,
dia akan menghancurkan Beijing.
Hal ini juga disinggung oleh Trump dalam sebuah acara penggalangan dana.
Eskalasi konflik di Timur Tengah semakin memperkerus situasi geopolitik
dengan Israel yang kini menghadapi serangan dari beberapa front.
Selain serangan dari Gaza dan Libanon, ancaman dari Iran dan kelompok-kelompok militan lainnya terus membayangi.
Di sisi lain, ketegangan global yang melibatkan Tiongkok dan Taiwan juga menjadi perhatian utama,
terutama dengan pernyataan tegas dari Trump terkait perlindungan terhadap Taiwan
dan kebijakan perdagangan dengan Tiongkok.
Semua pihak kini mengamati perkembangan selanjutnya
dengan harapan dapat menghindari eskalasi lebih lanjut di kedua belahan dunia.
Cukup sekian dulu. Terima kasih atas perhatiannya.