Pada tanggal 13 Oktober 2024, militer Israel melaporkan bahwa kelompok Hizbullah meluncurkan serangan mematikan menggunakan drone terhadap pangkalan militer Israel di dekat Haifa. Serangan ini menewaskan empat orang dan melukai 61 lainnya, menjadikannya salah satu serangan paling signifikan sejak Israel memulai operasi darat di Lebanon. Di tengah eskalasi konflik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memberikan persetujuan untuk serangan terhadap Iran, yang dijadwalkan akan dilakukan sebelum pemilihan presiden Amerika Serikat pada 5 November 2024. Pada 14 Oktober 2024, Hizbullah kembali menyerang pangkalan militer Israel di Binyamina, mendorong Israel untuk mengumumkan rencana operasi darat penuh di Lebanon untuk menumpas Hizbullah. Israel memperingatkan bahwa tindakan balasan terhadap Iran akan berskala besar dan tidak akan ringan. Meskipun demikian, menurut laporan The Washington Post, Netanyahu telah memberi tahu pemerintahan Biden bahwa serangan Israel akan terbatas pada sasaran militer Iran dan tidak akan menyasar fasilitas minyak dan nuklir, guna menghindari dampak negatif terhadap pemilihan presiden AS.
Salam Pemirsa
Pada tanggal 13 Oktober 2024,
militer Israel melaporkan bahwa kelompok Hezbollah
meluncurkan serangan mematikan menggunakan drone terhadap pangkalan militer Israel di dekat Haifa.
Serangan ini menewaskan 4 orang dan melukai 61 lainnya,
menjadikannya salah satu serangan paling signifikan sejak Israel memulai operasi darat di Libanon.
Di tengah eskalasi konflik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
telah memberikan persetujuan untuk serangan terhadap Iran
yang dijadwalkan akan dilakukan sebelum pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 5 November 2024.
Pada 14 Oktober 2024,
Hezbollah kembali menyerang pangkalan militer Israel di Benjamina,
mendorong Israel untuk mengumumkan rencana operasi darat penuh di Libanon untuk menumpas Hezbollah.
Israel memperingatkan bahwa tindakan balasan terhadap Iran akan bersekala besar dan tidak akan ringan.
Meskipun demikian,
menurut laporan The Washington Post,
Netanyahu telah memberitahu pemerintah Biden
bahwa serangan Israel akan terbatas pada sasaran militer Iran dan tidak akan menyasar fasilitas minyak dan nuklir,
guna menghindari dampak negatif terhadap pemilihan Presiden AS.
Menteri Energi Israel, Eli Cohen,
mengkritik ketidakmampuan pasukan perdamaian PBB di Libanon untuk melindungi warga Israel dari serangan Hezbollah.
Pasukan Israel menemukan terobongan yang diduga milik Hezbollah dekat markas pasukan perdamaian PBB,
yang dinilai dapat mengancam keamanan Israel.
Netanyahu mendesak agar pasukan perdamaian PBB ditarik dari Libanon Selatan,
sembari mempertanyakan efektivitas resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.
Israel dilaporkan menargetkan tim IT asal Tiongkok yang bekerja sama dengan Hezbollah di Libanon.
Tim tersebut dihancurkan dalam serangan udara yang dilakukan oleh jet tempur F-35 Israel.
Di sisi lain,
fasilitas nuklir Iran mengalami serangan cyber yang mengakibatkan gangguan layanan pemerintahan
dengan Iran menuduh Israel sebagai pelakunya.
Konflik ini memperburu ketegangan yang sudah memanas di kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat ditunda,
meskipun Iran menyatakan bahwa siklus balas dendam akan berhenti jika Israel tidak membelas serangan rudal.
Di sisi lain,
Perdana Menteri Swedia menyuruhkan agar Uni Eropa
memasukkan korps pengawal Repulisi Iran ke dalam daftar organisasi teroris.
Amerika Serikat juga memperkuat dukungannya terhadap Israel
dengan mengerahkan sistem pertahanan rudal THAAD dan personal militer tambahan.
Israel juga melancarkan serangan terhadap Hamas di Gaza.
Pemimpin Unit Udara Hamas, Daka Be'elah,
tewas dalam serangan udara Israel.
Be'elah diketahui terlibat dalam perencanaan serangan pada 7 Oktober.
Selain itu,
Israel menemukan dokumen berbahasa Arab sepanjang 59 halaman yang mengungkapkan bahwa pada tahun 2021,
pemimpin Hamas, Sinwar,
meminta bantuan sebesar 500 juta dolar dari Iran untuk mempersenjatai 12.000 pejuang Hamas.
Dokumen ini juga memuat rencana serangan terhadap gedung-gedung tinggi di Tel Aviv
dengan tujuan yang mirip dengan serangan 11 September.
Dalam perkembangan terpisah,
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu
melakukan perjalanan ke Beijing untuk memperkuat aliansi dengan Iran dan Tiongkok
di tengah konflik yang semakin memanas.
Di Ukraina,
laporan menyebutkan bahwa jet tempur Su-34 Rusia
ditembak jatuh oleh jet F-16 Ukraina yang disuplai oleh negara-negara Barat.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky,
mengonfirmasi bahwa tentara Korea Utara telah bergabung dengan pasukan Rusia di medan perang Ukraina,
meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih lanjut.
Pada tanggal 13 Oktober 2024,
Bandara Orenburg di Rusia mengalami kebakaran besar setelah serangan dari Ukraina
yang menghancurkan pesawat transportasi militer Tu-134 Rusia.
Sementara itu,
di Kremia, depot minyak di kota Feodosia dihantam serangan yang menyebabkan kebakaran besar
dan kerugian infrastruktur yang signifikan.
Serangan ini dinilai dapat memengaruhi kemampuan luistik pasukan Rusia di medan perang.
Di tengah meningkatnya ketegangan global,
Presiden Joe Biden dijadwalkan tiba di Jerman pada 17 Oktober 2024
untuk bertemu dengan Presiden Jerman Frank-Walter Stermaya
guna membahas respon NATO terhadap situasi di Ukraina
dan kemungkinan keterlibatan Korea Utara.
Keterlibatan langsung Korea Utara di Ukraina diyakini akan menjadi salah satu isu utama
dalam pemilihan Presiden AS yang akan datang.
Jika hasil pemilihan AS tidak mengubah posisi pemerintah terhadap Rusia,
kemungkinan besar konflik ini akan terus berlanjut tanpa adanya perundingan damai.
Cukup sekian dulu.
Terima kasih atas perhatiannya.