Praktek Percobaan Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endotrm
Pande Ketut Sri Rahayu
1 pengikut
13 Tayangan video·4 Mar 2025
Nama : Pande Ketut Sri Rahayu
No. : 32
Kelas. : Xll.F1
Mata Pelajaran KIMIA
Halo semuanya, disini kami akan membuat video klasiknya.
Sebelum itu, izinkan nyokap kami memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Perkenalkan, nama saya Komander Mika Dewi, nomor aksen 21, dan bekan saya.
Perkenalkan, nama saya Mika Dewi, nomor aksen 29, dan bekan saya.
Perkenalkan, nama saya Pandit Ketut Sriwira, nomor aksen 32, dan bekan saya.
Perkenalkan, nama saya Raditya Bajang Suma, nomor aksen 9, dan bekan saya.
Perkenalkan, nama saya Komander Dhanika Nesha, aksen 24, dan bekan saya.
Perkenalkan, nama saya Budha Gusrawan, nomor aksen 17, dan bekan saya.
Perkenalkan, nama saya Rika D. Andika, di Permanah Putra, aksen 8.
Baik, disini kami akan membuat video klasiknya, yaitu tentang Exotherm dan Endotherm.
Agar tidak berlama-lama lagi, lanjut ke video.
Sistem adalah bagian dari alam semesta yang kita amati dan pelajari.
Sedangkan reaksi Exotherm dan juga Endotherm adalah jenis reaksi yang melibatkan
kelepasan dan penyerapan panas.
Pada Exotherm, sistem melepaskan energi, sehingga membuat suhu lingkungan menjadi meningkat.
Endotherm malah sebaliknya, sistem menyerap energi sehingga membuat suhu lingkungan menjadi menurun.
Dan video ini, kita akan melakukan reaksi percobaan, percobaan reaksi, yaitu Exotherm dan juga Endotherm.
Dan selanjutnya akan ada tujuan, kita langsung aja. Let's go!
Tujuan praktikum kami kali ini adalah untuk mengetahui perubahan energi pada reaksi kimia
pada air yang dimasukkan karbit dan juga pupuk urea.
Kami akan melakukan praktikum kimia. Sebelum itu, mari kita perlihatkan apa saja bahan-bahannya.
Yang pertama, ada termometer air.
Terus, yang kedua, ada bubuk karbit.
Terus yang ketiga, ada air.
Dan ada dua buah gelas dan juga sendok.
Dan yang terakhir, ada bubuk urea.
Jangan lupa tonton videonya.
Langkah pertama, kita masukkan 10 ml air di setiap gelas.
Lalu kita cek suhu pada air biasa.
Suhu pada air biasa, 30 derajat Celcius.
Selanjutnya, kita akan memasukkan pupuk urea sebanyak 1 sendok teh.
Lalu kita aduk-aduk.
Setelah sedikit larut, kita cek menggunakan termometer kembali.
Setelah dimasukkan pupuk urea,
suhu air menurun menjadi 20 derajat Celcius.
Lalu selanjutnya, kita akan menggunakan bubuk karbit.
Selanjutnya, pada gelas kedua, kita akan memasukkan karbit.
Setelah dimasukkan karbit,
suhu meningkat sampai ke 60 derajat Celcius.
Dan suhu dinding dan dinding gelas menjadi berembun dan berasa.
Jika urea dimasukkan ke dalam air,
akan menjadi dingin dan sedikit keras.
Suhu pada air pun menurun karena mengalami reaksi pada saat dimasukkan pupuk urea.
Dinding gelas pun menjadi dingin karena dimasukkan pupuk urea.
Apabila karbit dimasukkan ke dalam air, maka suhu air akan meningkat.
Dinding gelas akan menjadi sangat panas,
dan air yang mulanya bersih akan menjadi sangat keruh dan berasa.
Kesimpulan, pada percobaan pertama yaitu memasukkan pupuk urea ke dalam air adalah reaksi endotheran
karena terjenah berurun suhu terhadap air dan dinding gelas.
Reaksi endotheran adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem.
Sedangkan pada percobaan kedua,
melarutkan karbit dengan air akan mengalami suatu reaksi exotheran
dimana reaksi exotheran ini akan meningkatkan suhu pada dinding gelas dan pada suhu air.
Perlu diketahui reaksi exotheran ini adalah reaksi yang melepaskan kalor sistem di lingkungan.
Sekian video dari kami, jika ada salah kata, mohon di maafkan, tertutup dengan para masyarakat.
