TUGAS PRAKTIK KIMIA

komang adi
1 pengikut
16 Tayangan video·8 Mar 2025
Video ini dibuat untuk menyelesaikan tugas praktik KIMIA
Halo semua, perkenalkan kami dari kelompok GEMA, Generasi Muda Aktif.
Baik, disini kami akan melakukan sebuah percobaan membedakan reaksi antara eksoterem dan endoterem.
Namun sebelum itu, perkenalkan nama saya Cokor Daedripanya Pratiwi, nomor absen 3.
Dan di sebelah saya, perkenalkan nama saya Dersi Mulya, nomor absen 4.
Perkenalkan nama saya Ibu Slewida Damayanti, nomor absen 12.
Perkenalkan nama saya Agus Mabdra Utara, nomor absen 1.
Perkenalkan nama saya Feder Ibu Nilayoga, absen 21.
Perkenalkan nama saya Pandit Budu Arisan Jantara, nomor absen 32.
Perkenalkan nama saya Kemangati Widatame, nomor absen 22.
Disini kami akan membuat sebuah percobaan sederhana terkait bagaimana caranya membedakan reaksi endoterem dan eksoterem.
Nah, dalam ilmu kimia, reaksi dapat dikategorikan berdasarkan perubahan energi panas yang terjadi selama proses berlangsung.
Pertama, ada reaksi eksoterem. Ini adalah reaksi yang melepaskan energi panas ke lingkungan.
Akibatnya, suhu di sekitar reaksi akan meningkat.
Contoh sehari-hari dari reaksi eksoterem adalah pembakaran kayu di perangkian atau petasan yang meledak.
Yang kedua, ada reaksi endoterem.
Berlawanan dengan eksoterem, reaksi ini menyerap panas di lingkungan.
Akibatnya, suhu di sekitar reaksi akan menurun.
Contoh sederhananya dari reaksi eksoterem adalah ketika kita mencampur garam es dalam pembuatan es krim,
yang membuat suhu larutan turun dan menjadi dingin.
Jadi, sekarang mari kita bahas percobaan pertama, yaitu reaksi eksoterem menggunakan kabel aduk dan air.
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membuat reaksi antara kabel aduk dan air dapat menghasilkan air tersebut,
padat kecil lalu masukkan kabel aduk untuk menambahkan pengerapan dan perubahan suhu di sekitar wadah.
Hasil pengamatan, ketika air ditambahkan ke dalam kabel aduk, langsung muncul gelombong gas.
Jika kita menyentuh bagian luar wadah, kita bisa meresakan peningkatan suhu.
Gas yang dihasilkan adalah ACG6 atau C2H2 yang bisa terbakar jika dinyarakan.
Kesimpulan, reaksi antara kabel aduk dan air dalam reaksi eksoterem karena melepaskan panas dan meningkatkan suhu di sekitar.
Percobaan kedua, yaitu reaksi eksoterem menggunakan kabel aduk dan air.
Baiklah, sekarang kita mulai ke percobaan kedua yaitu reaksi eksoterem menggunakan kabel aduk dan air.
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membuktikan bahwa pelarutan aduk dan air itu merupakan reaksi eksoterem karena menyerap panas dan meningkatkan suhu.
Prosedur dari percobaan ini yaitu pertama siapkan wadah berisi air dengan suhu ruang.
Kemudian tambahkan sejumlah bubur air ke dalam air dan aduk hingga larut.
Setelah itu sentuhlah bagian luar wadah dan amati apakah terjadinya perubahan suhu.
Baik, saya akan menjelaskan hasil pengamatan.
Setelah meriah dilarutkan, kita merasa bahwa suhu air dalam wadah menjadi lebih dingin.
Tidak ada gas atau nyala api yang muncul hanya terjadi peninginan.
Kesimpulan, pelarutan meriah dalam air adalah reaksi eksoterem karena menyerap panas dari lingkungan menyebab suhu air turun.
Perbandingan dengan gas asetilena yang melepaskan panas kelingkungan dan menyebabkan kenaikan suhu.
Jika gas asetilena dinyalakan akan muncul nyala api.
Yang kedua reaksi endoterem, pencampuran antara bubuk urea dan air.
Tidak menghasilkan gas atau nyala api, melainkan menyerap panas dari lingkungan yang menyebabkan penurunan suhu.
Sehingga terjadi peninginan pada larutan.
Dari perbandingan ini, kita bisa melihat dengan jelas reaksi eksoterem dan endoterem bekerja dengan cara penerapan konsep eksoterem dan endoterem dalam kehidupan sehari-hari.
Ternyata, konsep eksoterem dan endoterem ini tidak hanya berdiari di laboratorium, tetapi juga sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh reaksi eksoterem sebagai berikut.
Yang pertama, ada pembakaran kayu di perapian.
Yang kedua, proses respirasi dalam tubuh kita yang menghasilkan panas.
Yang ketiga, ledakan petasan yang menghasilkan cahaya dan panas.
Sedangkan, contoh reaksi endoterem yaitu proses fotosintesis pada tumbuhan yang menyerap energi matahari.
Yang kedua, kantong es instan yang digunakan untuk mengelabati cedera, di mana saat garam tertentu dilarutkan dalam air, suhu turun.
Yang ketiga, pencampuran garam dengan es untuk membuat es krim.
Dengan memahami konsep ini, kita bisa lebih mengapresiasi bagaimana energi bekerja dalam kehidupan kita sehari-hari.
Baik, selanjutnya ada penutup.
Demikianlah hasil percobaan dan penjelasan kami tentang reaksi eksoterem dan endoterem.
Dari percobaan ini, kita telah membuktikan bahwa
1. Reaksi eksoterem terjadi ketika karbit bubuk bereaksi dengan air, melepaskan panas dan menghasilkan gas asetilena.
2. Reaksi endoterem terjadi ketika bubuk urea dilarutkan di dalam air, menyerap panas dan menurunkan suhu larutan.
Konsep ini sangat penting dalam ilmu kimia dan memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
