PROYEK RP 23 TRILIUN DISUSUP KORUPSI?! Sisi Gelap Nikel Danantara vs Skandal Raksasa Kolaka Rp 401 Miliar!

HILIRISASI DIUJUNG TANDUK? Membongkar Proyek Nikel Hijau Danantara Rp 23 Triliun & Skandal Korupsi Ekspor PT CNI!
Halo pemirsa setia Epoch Weekly! Selamat datang kembali di ulasan mendalam mingguan kami. Kali ini, kami membedah tuntas laporan utama dari Koran The Epoch Times Edisi 949 (Edisi 4 - 10 September 2026) tentang pertaruhan raksasa Indonesia di sektor komoditas nikel untuk industri baterai dan kendaraan listrik
.
Kita akan mengupas kerja sama strategis antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan GEM Co., Ltd. asal Tiongkok senilai USD 1,42 miliar atau sekitar Rp 23 triliun untuk pengolahan nikel HPAL di Sulawesi Tengah
. Namun, benarkah proyek ini sepenuhnya "hijau"
? Mengapa ada paradoks ketergantungan pada pembangkit batu bara dan ancaman limbah kimia beracun
?
Di saat yang sama, Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah membongkar kasus dugaan korupsi tata kelola nikel PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI) di Kolaka yang merugikan negara Rp 401,65 miliar
. Bagaimana kongkalikong manipulasi kadar nikel dan ekspor tanpa dokumen resmi ini bisa lolos
? Dan apa peran kontraktor serta teknologi raksasa Tiongkok di balik pembangunan smelter ini
?
Tonton analisis tajam, independen, dan berani ini sampai habis untuk mengetahui siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari kekayaan alam Nusantara kita
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIIndonesia is pursuing a massive ambition to dominate the global EV battery supply chain by leveraging its nickel reserves through downstreaming (hilirisasi). While attracting trillions in investment, this vision faces critical challenges, including environmental degradation, reliance on coal power, and systemic corruption within the regulatory framework.
