SANTRI DIINCAR TIONG KOK?! Di Balik Kompetisi Debat Mandarin Surabaya & Strategi "Soft Power" Beijing!

SANTRI DIINCAR TIONG KOK?! Membongkar Diplomasi Budaya & Soft Power RRT di Pesantren Jawa Timur | Epoch Weekly
Halo pemirsa setia Epoch Weekly! Selamat datang kembali di ulasan mendalam kami. Kali ini, kami mengupas tajam fenomena menarik dari laporan utama Koran The Epoch Times Edisi 949 mengenai derasnya arus diplomasi bahasa dan budaya Tiongkok yang kini mulai merambah basis sosial terbesar di Indonesia, yaitu pesantren
.
Kami membedah gelaran Disway Mandarin Debate and Speech Competition 2026 di Surabaya yang berkolaborasi langsung dengan Konsulat Jenderal RRT dan PWNU Jawa Timur
. Mengapa Tiongkok begitu gencar mendekati kaum santri? Bagaimana kita harus bersikap agar jembatan budaya ini tidak menjadi jalan satu arah yang mengikis kedaulatan bangsa kita
?
Tonton video ini sampai habis untuk mendapatkan analisis geopolitik budaya yang kritis, independen, dan berimbang!
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIThis video analyzes the strategic use of foreign language acquisition, specifically Mandarin, as a tool for geopolitics and soft power in Indonesia. Using a specific competition in Surabaya as a case study, it explores how language initiatives targeting traditional grassroots institutions like pesantren serve as a bridge for cultural diplomacy and potential political influence.
