“Korupsi” Sebagai Senjata Utama di Perselisihan Internal Partai Komunis China

NTD Indonesia
804 pengikut
Xi Jinping meningkatkan pembersihan pejabat korup guna menyingkirkan lawan politik yang tidak setia dan memperkuat cengkeraman kekuasaannya di internal partai.
Baca artikel selengkapnya di: https://ntdindonesia.com/
NTD Indonesia di Ganjing World ☛ https://www.ganjingworld.com/s/NK2eJa2ngq
NTD Indonesia di Facebook ☛ https://facebook.com/ntdindonesia/ NTD Indonesia di Instagram ☛ https://www.instagram.com/ntdindonesian/
NTD Indonesia di Threads ☛ https://www.threads.com/ntdindonesian/
NTD Indonesia di X ☛ https://www.X.com/ntdindonesian/
Donasi dukung kami ☛ https://ntdindonesia.com/donasi/
#pertikaianpolitikpkc #korupsipejabatpkc #partaikomunischina #xijinping #komunisme #karlmarx #pertikaianinternalpkc
Apakah pemimpin China Xi Jinping khawatir tentang cengkramannya atas kekuasaannya?
Data terbaru dari pihak berwonang China menunjukkan 56 pejabat tinggi dijatuhi sanksi
atas tuduhan korupsi pada kuartal pertama tahun ini.
Angka tersebut 4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Para analis berkata perselisihan internal PKC tetap sengit.
Xu Youfu adalah salah satu pendiri Partai Demokrasi China.
Dia berkata kampanye anti korupsi rezim sebenarnya adalah cara untuk menyingkirkan pejabat yang tidak setia.
Fakta bahwa ia menangkap lebih banyak pejabat atas tuduhan korupsi berarti dia kurang percaya diri dan panik.
Dia menggunakan dalih korupsi untuk menyingkirkan pejabat yang tidak setia padanya.
Korupsi dalam Partai Komunis sangat meluas tanpa adanya lembaga pengawas independen
atau partai oposisi yang dapat mengendalikan kekuasaannya.
Kita semua tahu pejabat partai tidak akan dapat mempertahankan posisinya jika tidak terlibat dalam korupsi.
Anda tidak bisa dipromosikan kecuali Anda menjadi bagian darinya karena semua orang melakukannya.
Komentator politik Lan Xu berkata upaya pemberantasan korupsi Partai Komunis China adalah pertarungan kekuasaan antara faksi-faksi berbeda.
Menurutnya Xi Jinping dapat memakai alasan korupsi untuk menyingkirkan pejabat dari faksi lawan dan melemahkan pengaruh mereka.
Sementara itu gerakan anti-korupsi tampaknya tidak akan berakhir.
Setelah menyingkirkan hampir 5 juta pejabat selama dekade terakhir,
rezim menghukum lebih dari 980 ribu pejabat atas kasus korupsi tahun lalu.
