Kisah tentang Ni Putu Yuli Astuti atau lebih akrab dipanggil Yuli, seorang gadis yang introvert sejak kecil dan sering merasa stress atau tertekan akibat perasaan yang selalu ia pendam. Namun semenjak kakak sepupunya memperkenalkannya dengan Falun Dafa, ia dapat mengolah perasaan-perasaan tersebut dengan baik, bahkan membantunya mengatasi ujian terbesar dalam hidupnya.
Niputu Yulia Stuti, a private employee from Bali, shares how practicing Falun Dafa helped her overcome emotional stress, health issues, and grief. After finding answers in the book Zhuan Falun and experiencing physical healing, she reflects on her gratitude for the freedom to practice, contrasting her experience with the persecution of practitioners in China.
Perkenalkan nama saya Niputu Yulia Stuti, asli Bali, pekerjaan swasta.
Awal mula saya berlatih Falun Dafa,
itu saya diperkenalkan oleh kakak sepupu saya waktu saya masih kecil.
Pada saat itu saya belum begitu mengerti
apa itu Falun Dafa dan latihan meditasi.
Tapi semenjak...
Tahun 2018 itu sekitar saya umur 19 tahun,
saya mengalami masalah ekonomi dan juga masalah dalam keluarga itu.
Jadi saya itu tipikal anak yang introvert dan juga
setiap segala hal itu saya pendam gitu loh dalam hati,
kayak misalnya saya ada masalah sama seseorang itu.
Saya tidak berani mengucapkannya, jadi saya pendam semuanya dalam hati
yang membuat saya dendam dan juga membuat saya stres karena kepikiran.
Terus pas waktu itu saya sharing tentang
masalah-masalah saya itu sama kakak sepupu saya.
Saya diajak baca buku Zhuan Falun, buku utama Falun Dafa ini.
sama-sama sama rekan praktisi lainnya di daerah kami.
Kemudian saya waktu itu baca lah, saya baca-baca, beneran gitu loh,
semua ada, semua pertanyaan-tanyaan dalam
hidup saya itu terjawab dalam buku ini.
Awalnya saya nggak begitu suka baca buku, tapi buku ini tuh beda gitu,
jadi saya ngerasa...
nyaman membacanya dan semua hal itu masuk
di dalam otak saya gitu seminggu setelah itu saya diajak
latihan bersama pada saat perangkat latihan kedua itu
memang mencang itu sangat berat itu lo menurut saya
Karena saya sebenarnya nggak begitu bisa tahan penderitaan gitu.
Saya nggak bisa nahan gitu kan.
Tapi pada saat itu, karena musiknya itu menenangkan,
jadi saya terus dengerin musik,
jadinya pikiran saya itu tenang gitu kan.
Setelah berlatih itu, saya merasakan seperti badan itu ringan gitu kan.
Kayak badan ringan, pikiran sih yang terpenting.
Pikiran saya pada saat itu ngerasa tenang sekali,
saya pernah punya sakit panas gitu loh, perutnya cepat panas,
jadi kalau misalnya makan makanan yang terlalu pedas gitu atau
suatu makanan yang kayak mie instan itu pasti bakalan sulit untuk
ke belakang gitu kan, dan lebih parah itu bisa sampai wasir gitu.
Tapi dari semenjak saya berlatih ini,
saya tidak pernah merasakan hal itu lagi, itu yang saya rasakan.
Jadi saya ada pengalaman, pas waktu itu di tahun 2023,
Saya mengalami ujian terberat dalam hidup saya,
pada saat itu bapak saya meninggal dan saya tidak ada di Bali,
saya jauh dari Bali pada saat itu.
Dan itu saya tidak bisa datang ke Bali karena pekerjaan saya.
Hari itu berat sekali, sedih sekali dalam hati saya.
Kemudian salah satu rekan praktisi Falun Dafa,
dia menyarankan saya untuk membaca buku Cuan Falun.
Pada saat itu saya merasa hati saya lebih tenang menghadapi ujian ini.
Dan juga saya teringat gitu sama...
sama
Orang-orang yang berlatih Falun Dafa di Cina, Tiongkok.
Jadi saat ini Falun Dafa dianiaya di Cina.
Jadi awalnya itu dari tahun 1992 banyak yang berlatih Falun Dafa
sampai 100 juta lebih karena benefit positif yang mereka dapatkan.
Kita dapatkan.
Cuman pada saat itu ketua rejim Partai Komunisnya, Jiang Zemin merasa
iri terhadap popularitas Falun Dafa, dianggap sebagai ancaman.
Jadi semua yang berlatih Falun Dafa itu ditangkap,
dimasukkan ke kamp kerja paksa, dianiayaan.
Di samping itu banyak anak dan orang tua terpisah
karena penganiayaan yang terjadi saat ini di China.
Itu juga bukan hal yang mudah gitu loh untuk anak ini hidup.
bertumbuh jauh dari orang tua
apalagi orang tuanya
dianianya gitu
dan saya merasakan
kalau hidup saya ini
lebih mendingan gitu loh
ketimbang anak ini
apalagi saya disini
saya mendapatkan kebebasan gitu
kebebasan untuk berlatih
kebebasan untuk hidup
saya berharap
penindasan yang saat ini
ada di China itu
segera dihentikan