00:11 Kebakaran ‘Terparah’ di Hong Kong, Hanguskan Kompleks Perumahan Gedung Tinggi 01:37 Jepang Berniat Redakan Ketegangan Dengan China Lewat Dialog 02:46 Taiwan Tingkatkan Anggaran Pertahanan Tambahan Sebesar $40 M
Kebakaran hebat di kompleks hunian Wong Fuk Court, Hong Kong, menewaskan lebih dari 30 orang; 200 masih hilang. Angin kencang memperburuk api. ------------ Jepang menyatakan terbuka untuk melakukan dialog sehat dengan China guna meredakan konflik. ------------ Taiwan mengalokasikan $40 miliar untuk pertahanan (2026-2033) guna lawan agresi China. Presiden Lai berkata kompromi akan menghasilkan perbudakan.
Lebih dari 30 orang tewas akibat kebakaran gedung-gedung tinggi hunian di Hongkong pada hari Rabu.
Sekitar 200 orang masih belum diketahui nasibnya.
Pihak berwenang setempat telah mengklasifikasikan kebakaran itu sebagai kelas 5, tingkat keparahan tertinggi di Hongkong.
Lebih dari selusin orang tewas dan sejumlah lainnya tidak diketahui nasibnya.
Terjebak setelah kebakaran besar melanda beberapa gedung tinggi hunian di Hongkong hari Rabu.
Pemerintah mengatakan petugas pembadam kebakaran telah dipanggil ke Komplek Perumahan Wong Fu Court
yang menampung 2.000 apartemen di Distrik Taipo Utara, tepat sebelum pukul 3 sore.
Angin kencang menyebabkan api menyebar ke 7 dari 8 blok kompleks tersebut, beberapa diantaranya dilapisi perancah bambu.
Departemen Pemadam Kebakaran Hongkong memberitahu Reuters bahwa mereka tidak mengetahui jumlah orang yang mungkin masih berada di dalam gedung-gedung tersebut.
Selain itu, suhu di dalam gedung yang bersangkutan sangat tinggi.
Jadi cukup sulit bagi kami untuk memasuki gedung dan naik ke atas untuk memadamkan kebakaran dan melakukan operasi penyelamatan.
Hongkong adalah salah satu tempat terakhir di dunia di mana bambu masih banyak digunakan untuk perancah dan konstruksi.
Pemerintah mulai menghentikan penggunaan bambu secara bertahap pada bulan Maret dengan alasan keamanan.
Diumumkan bahwa 50 persen pekerjaan konstruksi publik akan diwajibkan menggunakan rangka logam.
Di tengah konflik seputar Taiwan, Jepang menyatakan sikap guna memperbaiki relasi dengan China melalui dialog yang sehat.
Berikut pernyataan Perdana Menteri Sanai Takaichi di hadapan Parlemen Hari Rabu.
Jepang selalu terbuka untuk berdialog dengan China.
Karena itu adalah tanggung jawab saya untuk memaksimalkan kepentingan nasional kita dan membangun hubungan komprehensif yang lebih baik mulai sekarang lewat dialog.
Selasa lalu, Takaichi menerima panggilan telepon pertamanya dari Trump sejak pernyataannya soal Taiwan memicu perselisian diplomatik dengan China.
Selama panggilan, Trump memberikan kabar terbaru soal hubungan AS-China, termasuk panggilannya dengan Xi Jinping.
Konflik memuncak awal bulan ini setelah Takaichi menyebut bahwa serangan hipotetis China terhadap Taiwan dapat memicu aksi militer Jepang.
Beijing menanggapi dengan membatasi warganya berwisata ke Jepang dan membatasi impor makanan laut Jepang.
Menurut data bea cukai, China adalah importer terbesar produk-produk Jepang.
Pada 2024, total perdagangan antara keduanya mencapai lebih dari 300 miliar dolar, di mana total ekspor Jepang ke China melebih 156 miliar dolar.
Perdamaian melalui kekuatan, Taiwan memperkenalkan anggaran pertahanan tambahan sebesar 40 miliar dolar demi melawan meningkatnya agresi China.
Pada hari Rabu, Presiden Taiwan Lai Ching Teh mengatakan sejarah telah membuktikan mencoba berkompromi dalam agresi tidak menghasilkan apa-apa selain perbudakan.
Ini terjadi saat China meningkatkan tekanan militernya.
Ancaman China pada Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik semakin meningkat.
Baru-baru ini berbagai jenis intrusi militer, zona abu-abu maritim, dan kampanye disinformasi telah terjadi di Jepang, Filipina, dan di sekitar selat Taiwan.
Taiwan sebagai bagian terpenting dan paling kritis dari rantai pulau pertama harus menunjukkan tekat dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam membela diri.
Anggaran akan berlaku dari 2026 hingga 2033 dan mencakup peralatan, termasuk rudal, drone, serta sistem pertahanan udara T-DOM yang baru.
Agustus Lai berkata ia berharap dapat meningkatkan anggaran pertahanan Taiwan menjadi 5 persen dari PDB pada tahun 2030.
Presiden Trump telah menyuruhkan peningkatan anggaran tersebut hingga 10 persen.