
Garuda & Pesawat COMAC — Ketika Langit Kita Mulai Dikendalikan Beijing
Saudara-saudaraku,
Langit seharusnya menjadi simbol kebebasan.
Sejak zaman dahulu, manusia bermimpi terbang — melintasi batas, menembus awan, dan menegaskan kedaulatannya.
Namun hari ini, langit kita mulai dikendalikan dari jauh, bukan oleh radar militer, tapi oleh utang dan pesawat impor dari negeri komunis.
Ketika bangsa kehilangan kendali atas industrinya di darat, itu berbahaya.
Tapi ketika ia kehilangan kendali di udara — itulah bencana bagi kedaulatan.
Garuda Indonesia tengah bernegosiasi dengan produsen pesawat asal Tiongkok, COMAC (Commercial Aircraft Corporation of China), untuk membeli pesawat seri C919 dan ARJ21.
Alasannya klasik: harga lebih murah, suku cadang cepat, dan “kerja sama strategis Asia.”
Tapi mari kita lihat lebih dalam.
Pesawat C919 adalah proyek kebanggaan PKC, diciptakan bukan hanya untuk bersaing dengan Boeing dan Airbus, tetapi untuk mengganti dominasi barat dengan kontrol PKC di langit global.
Masalahnya, pesawat ini belum mendapat sertifikasi penuh dari FAA (Amerika) maupun EASA (Eropa) karena masih banyak masalah pada mesin, sistem navigasi, dan catatan keselamatan.
Namun, propaganda mereka bekerja. Negara-negara berkembang seperti Indonesia dijadikan pasar uji coba.
Berita terkait :
https://youtu.be/y8U26MpLQUE?si=fXqoa6tiTcPu4uLV
Kunjungi sosial media kami :
Instagram
https://www.instagram.com/suara_patriot/?__pwa=1
Facebook
https://www.facebook.com/suarapatriot?locale=id_ID
X
https://x.com/Suarapatriot09?t=UObWX8zNjDIbqlxyRLyqkw&s=09
