
Bagaimana Beijing Menggunakan Pajak untuk Mengendalikan Kekayaan Para Miliarder China di Luar Negeri

Selama puluhan tahun, para miliarder China memindahkan sebagian kekayaan mereka ke luar negeri melalui offshore trust.
Struktur tersebut digunakan untuk melindungi aset, mengatur warisan, mempertahankan kendali perusahaan, dan menjauhkan kekayaan keluarga dari risiko politik maupun bisnis di dalam China.
Namun, menurut analisis Dong Xiang dari saluran Digging into China, era ketika kekayaan para miliarder China dapat disimpan dengan aman di luar jangkauan Beijing kini mulai berakhir.
Melalui aturan pajak baru, pemerintah China dapat mengikuti kekayaan tersebut sepanjang siklus hidupnya:
• Saat aset dipindahkan ke dalam offshore trust.
• Saat aset menghasilkan dividen, bunga, atau keuntungan investasi.
• Saat kekayaan dibagikan kepada keluarga atau ahli waris.
Aturan ini tidak hanya berdampak kepada satu atau dua pengusaha. Struktur kekayaan tokoh seperti Jack Ma dari Alibaba, Pony Ma dari Tencent, Richard Liu dari JD.com, Zhang Yiming dari ByteDance, dan Colin Huang dari Pinduoduo atau Temu dapat masuk dalam perhatian otoritas pajak apabila mereka masih memiliki kendali atau menikmati manfaat ekonomi dari aset tersebut.
Dalam video ini, kita akan membahas:
• Apa yang dimaksud dengan offshore trust.
• Mengapa miliarder China menggunakan struktur luar negeri.
• Tiga tahap pengenaan pajak terhadap aset trust.
• Masa pelaporan sukarela selama 90 hari.
• Pembalikan beban pembuktian kepada pemilik aset.
• Denda dan bunga keterlambatan yang terus bertambah.
• Pertukaran informasi keuangan antarnegara.
• Pemeriksaan terhadap pemilik manfaat akhir.
• Kebutuhan kas pemerintah setelah krisis properti.
• Hubungan kebijakan ini dengan slogan Kemakmuran Bersama.
• Potensi aturan pajak digunakan sebagai alat disiplin politik.
Setiap negara memiliki hak untuk mengenakan pajak terhadap warga dan wajib pajaknya. Offshore trust juga bukan otomatis tindakan ilegal.
Persoalan utamanya adalah apakah aturan diterapkan secara transparan dan setara, atau digunakan secara selektif untuk menekan pengusaha yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan politik pemerintah.
Bagi para miliarder China, ancamannya bukan hanya jumlah pajak yang harus dibayar. Ancaman yang lebih besar adalah kenyataan bahwa seluruh struktur kekayaan mereka kini dapat terus diperiksa, dihitung, dan ditagih oleh negara, meskipun aset tersebut telah dipindahkan ke luar negeri.
Pembahasan ini juga memberikan pelajaran bagi Indonesia. Negara membutuhkan pajak untuk membiayai pembangunan dan mencegah penghindaran pajak. Namun, kekuasaan perpajakan harus disertai kepastian hukum, hak banding, perlindungan wajib pajak, pengadilan yang independen, dan jaminan bahwa pajak tidak digunakan sebagai alat tekanan politik.
Sumber utama:
Dong Seong – Digging into China
https://www.youtube.com/watch?v=-k9tE5yziYA
Contoh perhitungan pajak terhadap Jack Ma dan tokoh lainnya dalam video merupakan ilustrasi berdasarkan analisis sumber, bukan keputusan atau tagihan pajak resmi yang telah ditetapkan oleh otoritas.
#JackMa #Tencent #PajakChina #MiliarderChina #AnalisaChina
