Bansos seharusnya menjadi tali penyelamat bagi rakyat yang jatuh. Tetapi tali penyelamat bukan tempat tinggal. Tujuan bansos bukan membuat rakyat menetap sebagai penerima, melainkan menarik mereka keluar dari lubang kemiskinan.
Episode 7 dari serial Sosialisme Menyesatkan / Kembali Menata Negara membahas bansos sebagai program yang bisa menjadi pertolongan, tetapi juga bisa berubah menjadi sistem ketergantungan jika salah sasaran, tidak dievaluasi, dan tidak punya pintu keluar. KPK pernah mengungkap sekitar 493 ribu penerima bansos salah sasaran. BPK juga pernah menemukan kesalahan penyaluran bansos dengan potensi kerugian besar. Ini menunjukkan bahwa bansos bukan hanya soal niat baik, tetapi juga data, kejujuran, pengawasan, dan tujuan pemulihan.
Bansos yang benar bukan membuat rakyat menetap sebagai penerima. Bansos yang benar menarik rakyat keluar dari lubang kemiskinan.
Sumber berita:
Kerugian salah sasaran KPK menghitung ketidaktepatan sasaran bansos merugikan sekitar Rp523 miliar per bulan Detik / Pemkab Tegal
*Video ini tidak dimaksudkan untuk menolak pertolongan bagi rakyat yang sedang jatuh, orang miskin, anak-anak, atau keluarga yang membutuhkan. Justru pertanyaan utama video ini adalah: apakah pertolongan itu memperkuat akar manusia, atau justru menggantikan tanggung jawab, keluarga, dan martabat?*
Serial ini dibagi menjadi beberapa fase
Fase 1 — Cara Pandang yang Rusak
Episode 1: Kembali Menata Negara Episode 2: Manusia Bukan Sekadar Perut Episode 3: Sama Rata Sama Rasa: Keadilan Palsu Episode 4: Negara Menggantikan Tuhan
Fase 2 — Program yang Menciptakan Ketergantungan
Episode 5: Bantuan atau Belenggu Episode 6: Subsidi BBM Episode 7: Bansos Episode 8: MBG Episode 9: BPJS dan KIP Episode 10: Koperasi Merah Putih, Food Estate, Rumah Rakyat
Fase 3 — Jalan Pulang
Episode 11: Keluarga sebagai Benteng Episode 12: Tradisi yang Hilang Episode 13: Hukum Tabur-Tuai Episode 14: Belas Kasih yang Membebaskan Episode 15: Negara Terbatas, Rakyat Bermartabat
Simak dan pahami setiap episodenya secara urut dan jangan lupa tuliskan komentar anda!
Negara yang baik tidak boleh bangga hanya karena jumlah penerima bansos besar.
Negara yang baik harus bangga ketika semakin banyak rakyat tidak perlu lagi menerima bantuan.
Salam Patriot.
Salam Sahabat.
Sahabat Patriot.
Di edisi yang ketujuh ini tentang bagaimana kita menata negara.
Kita ambil tema bansos.
Pertolongan rakyat atau ketergantungan.
Sahabat Patriot.
Bayangkan seseorang jatuh ke dalam lubang.
Ia terluka. Ia lapar.
Ia tidak mampu keluar sendiri.
Lalu kita datang membawa tali.
Tali itu adalah pertolongan.
Tetapi tujuan tali bukan membuat orang itu tinggal selamanya di dalam lubang.
Tujuan tali adalah menariknya keluar.
Begitu juga bansos.
Sahabat Patriot.
Bantuan sosial seharusnya menjadi tali penyelamaan.
Ia memberikan ketika rakyat benar-benar jatuh.
Ketika keluarga kehilangan penghasilan.
Ketika orang miskin tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar.
Ketika anak-anak terancam putus sekolah.
Ketika orang tua, disabilitas atau keluarga rentan membutuhkan perlindungan.
Negara memang harus hadir.
Negara yang tidak hadir pada penerintaan rakyat adalah negara yang kehilangan hati.
Sahabat Patriot.
Tetapi bansos tidak boleh berhenti pada memberi.
Bansos harus menarik manusia keluar.
Keluar dari ketidakberdayaan.
Keluar dari ketakutan.
Keluar dari kemiskinan yang diwariskan.
Keluar dari mental menunggu.
Disinilah masalahnya.
Seringkali bansos diukur dari berapa besar anggaran.
Berapa paket disalurkan.
Dan berapa banyak penerima.
Tetapi pertanyaan yang lebih penting jarang dipertanyakan.
Berapa banyak penerima yang akhirnya naik kelas.
Berapa banyak keluarga yang tidak perlu lagi menerima.
Berapa banyak anak yang bukan hanya sekolah.
Tetapi tumbuh menjadi manusia mandiri.
Sahabat Patriot.
Kalau bantuan hanya membuat orang bertahan.
Tetapi tidak membuatnya bangkit.
Maka bansos menjadi kamar tunggu panjang.
Orang masuk sebagai warga yang sedang jatuh.
Tetapi bertahun-tahun kemudian ia tetap berada dalam daftar penerima.
Disitulah bansos mulai berubah.
Dari pertolongan menjadi kebiasaan.
Dari jaring pengaman menjadi tempat tinggal.
Dari belas kasih menjadi sistem ketergantungan.
Masalahnya menjadi lebih berat ketika bansos tidak tepat sasaran.
Sahabat Patriot.
Ini bukan sekedar tinggi.
KPK pernah mengungkap ada sekitar 493 ribu penerima bansos salah sasaran.
Termasuk puluhan ribu aparatur sipil negara yang tercatat sebagai penerima.
KPK juga menghitung ketidak tepatan sasaran bansos
dapat merugikan negara 523 miliar per bulan.
BPK juga menemukan masalah besar dalam penyaluran bansos.
Ombudsman mengutip kemoan BPK bahwa kesalahan penyaluran bansos pemerintah
kerugian negara hingga sekitar 6,9 triliun.
Kompas TV juga pernah mengangkat persoalan akurasi dan warga miskin.
Termasuk keterangan bahwa sekitar 45 persen penyaluran PKH
dan program sembahkut di Tenggarai belum tepat sasaran.
Berdasarkan evaluasi yang disebut oleh Menteri Sosial.
Sahabat Patriot, apa arti semuanya ini?
Artinya, bansos bukan soal niat baik.
Bansos adalah soal data, soal kejujuran, soal pengawasan,
soal siapa yang benar-benar berhak.
Soal apakah rakyat kecil benar-benar ditolong atau hanya dijadikan alasan.
Kalau yang mampu menerima sementara yang membutuhkan tertinggal,
maka belas kasih berubah menjadi ketidakadilan.
Kalau data tidak akurat, maka bantuan bisa menjadi sumber kecemburuan.
Kalau penerima tidak pernah dievaluasi,
maka daftar bantuan bisa berubah menjadi warisan kemiskinan.
Dan kalau bansos dipakai untuk membangun mayalitas,
maka bantuan berubah menjadi alat kuasa.
Inilah bahaya terdalam bansos, dalam sistem yang salah.
Sahabat patriot, rakyat tidak lagi bertanya bagaimana saya bisa bangkit.
Rakyat bertanya bagaimana saya tetap masuk daftar.
Pemimpin tidak lagi bertanya bagaimana rakyat bisa mandiri.
Pemimpin bertanya bagaimana bantuan ini membuat rakyat merasa berutam.
Di titik itu bansos kehilangan martabahnya.
Bansos yang benar harus punya pintu keluar.
Ada masa darurat, ada masa pemulihan, ada masa pendampingan, ada pelatihan.
Ada kesempatan kerja, ada dukungan usaha kecil, ada evaluasi berkala.
Dan ada tujuan akhir, rakyat tidak perlu lagi menerima bantuan.
Negara yang baik tidak boleh bangga hanya karena jumlah penerima bansos besar.
Negara yang baik harus bangga ketika semakin banyak rakyat
tidak perlu lagi menerima bantuan.
Karena tujuan bansos bukan memperbesar daftar.
Tujuan bansos adalah memperkecil ketidakberdayaan.
Tujuan bansos bukan membuat rakyat harus terus antre.
Tujuan bansos adalah membuat rakyat.
Sahabat patriot, bansos yang benar bukan membeli suara.
Bukan memelihara kemiskinan.
Bukan membuat rakyat takut kehilangan jatah.
Bansos yang benar adalah tali yang menarik manusia keluar dari lubang.
Setelah ia keluar ia dipulihkan.
Setelah pulih ia bekerja.
Setelah bekerja ia membangun keluarga.
Dan suatu hari ia ikut menolong orang lain.
Di situlah bansos menjadi mulia.
Bukan ketika rakyat selamanya menerima.
Tetapi ketika rakyat akhirnya merdeka.
Sahabat patriot jika berkenan dengan narasi ini.
Yuk klik share bagikan ke para sahabat lainnya.
Suara patriot untuk Indonesia berdaulat.