Dalam rangka menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat terkait pelaksanaan kegiatan perpisahan peserta didik pada akhir tahun ajaran 2024/2025, Seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP baik Negeri maupun Swasta dibawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta melaksanakan Penandatanganan Fakta Integritas Tentang Perpisahan Sekolah dan Kenaikan Kelasyang diselenggarakan Senin, (03/03/2025). Kegiatan penandatangan tersebut secara simbolis dilaksanakan oleh 3 (tiga) perwakilan Kepala Sekolah Swasta Jenjang TK, SD dan SMP dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta, Dr. H. Purwanto, M.Pd didampingi jajaran pejabat Disdik Purwakarta. Kemudian secara serempak dilaksanakan oleh semua kepala sekolah swasta maupun negeri. Penandatanganan Pakta Integritas bertujuan agar seluruh sekolah baik Negeri maupun Swasta berkomitmen untuk mematuhi kebijakan Pemerintah Pusat maupun Daerah tentang pelaksanaan kegiatan perpisahan serta kenaikan kelas pada Satuan Pendidikan di Kabupaten Purwakarta yang mempunyai prinsip edukatif, memberikan manfaat, menghindari kegiatan yang tidak relevan dengna pembelajaran serta tidak melakukan pungutan pembiayaan dalam pelaksanaannya. (MH/Red)
Perpisahan itu harus menjadi cerminan kreativitas kepala sekolah dan kreativitas guru-gurunya.
Tolong sampaikan ke semua satuan pendidikan, mahalan negeri, TK Pembina, TK Semasta,
saya minta, udahlah perpisahan nanti kembalikan ke jaman kita yang naik panggung,
tarah meja, anjrit-anjritan, nari, tina kembang, tina kertas, nyinyi sorangan.
Indah itu. Itulah kreativitas.
Saya samenteh panden karya, saya tidak melarang, bahkan saya sering menyampaikan ke Bapak Ibu,
saya mengharuskan setiap sekolah ada samen, ada kenaikan kelas, ada perpisahan.
Karena itu lebarannya anak-anak.
Tapi harus menjadi proses sukacita atas apa yang ia capai di sekolahnya.
Kan terlogis, terrasional.
Ari Ungalpoe asyuk ke sekolah, setiap hari dia sekolah di tanah yang ia injak,
air yang ia minum di situ, udara yang ia hirup di situ, perpisahan anak di hotel.
Kan perpisahan.
Coba posisikan hari ini Bapak Ibu, posisikan Bapak Ibu posisinya ada, pada,
jadi orang tua murid, tidak bekerja, kerjanya serabutan.
Karena saya tahu di sekolah itu penghasilannya macam-macam.
Untuk semuanya nih, termasuk swasta.
Karena yang paling sering di hotel itu swasta nih.
Saya nggak mentolelir, pokoknya ada aturannya.
Kalau nggak ngikuti edaran kita, izin operasional Bapak Ibu saya cabut.
Hari ini saya bikin komitmen nih dengan sekolah swasta negeri,
bahwa perpisahan nanti itu dibuat sebagai sebuah panen hasil belajar Bapak Ibu semua.
Kita itu harus mampu memberikan layanan yang mencerminkan proses pendidikan di situ.