'Kurikulum Merdeka' provides educators with the freedom to create quality learning that is in accordance with the needs and learning environment of students.
Each school is given the opportunity to compile its Educational Unit Operational Curriculum (KOSP) based on the characteristics of the region and local potential. The Purwakarta Regency Education Office encourages the implementation of the Kurikulum Merdeka by presenting a priority program for ecological schools that are implemented at SDN and SMPN Ekologi Kahuripan Padjajran Purwakarta.
Simply put, ecological schools can be interpreted as an approach to implementing the preservation and maintenance of nature through the internalization of cultural values and social values of the community which are manifested in the form of an educational curriculum in the aspects of intracurricular, co-curricular, and extracurricular learning in realizing ecological awareness and intelligence. The ecological school curriculum which is compiled based on ecological values, social values and cultural wisdom values of the community is manifested through meaningful learning with Pancaniti-based learning methods. The ecological curriculum framework is compiled as a form of answer to environmental, social and cultural problems that impact the quality of life today
Ini namanya bioteknologi.
Bioteknologi itu berarti teknologi yang memanfaatkan makhluk biologi.
Makhluk biologisnya apa yang ada di sini.
Jadi di sini tuh ada bakteri, bakteri yang bisa berkembang.
Melalui kebijakan kurikulum RDK, sekolah-sekolah hari ini diberikan ruang untuk menyusun pembelajaran.
Guru-guru diberikan kebebasan dengan peserta didiknya untuk belajar sesuai dengan potensi dan dengan kebutuhan peserta didik.
Salah satu keunggulan di Kabupaten Purwakarta dalam implementasi kurikulum RDK adalah sekolah ekologi kehuruman pajajaran.
Kita rancang menjadi sekolah yang benar-benar kontekstual, berpusat pada peserta didik dan bisa memanfaatkan sumber lingkungan sebagai kekuatan untuk pendidikan di Kabupaten Purwakarta.
Kita akan membuat fotosintesis bakteria atau disingkat dengan PSB.
Jadi bakteri yang membantu proses fotosintesis.
Di sekolah ekologi, dengan hadirnya kurikulum RDK tentunya menjadi kesempatan emas buat saya untuk berinovasi, merancang pembelajaran yang lebih berkualitas.
Untuk para peserta didik di sekolah ekologi ini, kami merancang kurikulum khas dengan menghadirkan kelas kecakapan.
Adapun kelas kecakapannya itu ada kelas kecakapan ekologi, kelas kecakapan literasi, kelas kecakapan keagamaan, kesenian tata boga, dan juga kelas kecakapan kerajinan.
Oke, lihat kesini semuanya. Ini namanya ekoenzim. Kalian hirup saja aromanya.
Seru banget. Pembelajarannya juga sangat menarik. Silva dan teman-teman sering melakukan praktek yang membuat keterampilan kita terasa.
Ini menjadi salah satu proses pembelajaran yang kami rancang untuk memberi kesempatan peserta didik untuk hidup di masa depan dengan baik.
Saya yakin kurikulum yang kami rancang ini dapat mendorong peserta didik untuk berkembang sesuai kodrat alam, sesuai kodrat diri, dan sesuai dengan kodrat damannya.
Pengalaman belajar saya di sekolah ini itu sangat banyak, apalagi soal P5.
Saya belajar budidaya padi mulai dari membajak hingga panen, belajar pekebun, belajar mengenali diri saya sendiri dengan pembelajaran mindfulness, sampai outing kelas yang membuka wawasan saya semakin lebar.
Saya harap ada sekolah ekologi di jejak SMA.
Karena ini masa depan kita dan keberlangsungan kehidupan. Kita sudah merdeka, lalu apa yang ditakutkan untuk berbeda?
Bergerak bersama lanjutkan Merdeka Belajar!