Kisah Tupai dan Kelinci (Sebuah Kolaborasi Guru dan Siswa)| #literasidigitalindonesia #kebaikanitukeren #kindnessiscool
MOCH AFAN ZULKARNAIN
92 pengikut
Tupai dan Kelinci tinggal di pohon yang sama. Namun keduanya tidak pernah akur. Beruntung ada seekor burung hantu bijak yang dapat mendamaikan keduanya. Ini merupakan visualisasi dari audio book hasil kolaborasi guru dan siswa di MAN 3 Banyuwangi. #literasidigitalindonesia #kebaikanitukeren #kindnessiscool
Berbagi inspirasi kehidupan bersama buku cerita kolaborasi antara guru dan siswa
Kisah Tupai dan Kelinci
Di sebuah hutan yang damai hiduplah berbagai macam hewan.
Di antara mereka ada kelinci dan tupai yang tinggal di pohon besar yang sama.
Kelinci tinggal di dalam lubang di bawah pohon,
sementara tupai tinggal di cabang tertinggi pohon itu.
Meskipun tinggal di pohon yang sama, kelinci dan tupai sering bertengkar.
Kelinci suka makan rumput di bawah pohon,
sementara tupai suka melempar biji dari pohon yang sering jatuh ke tempat makan kelinci.
Kelinci pun merasa terganggu.
Kenapa sih kamu selalu menjatuhkan biji-bijian itu saat aku sedang makan?
Tanya kelinci dengan marah.
Aku juga tidak suka kalau kamu selalu makan di bawah pohon ini.
Daun-daun yang penting bagiku sering rusak karena kamu menginjaknya.
Balas tupai sama kesalnya.
Keduanya terus menerus bertengkar,
sampai suatu hari datanglah burung hantu bijaksana yang mendengar keributan mereka.
Apa yang sedang kalian ributkan?
Tanya burung hantu dengan suara lembut namun tegas.
Kelinci dan tupai saling merudus satu sama lain di depan burung hantu,
berharap mendapatkan dukungannya.
Namun burung hantu hanya tersenyum bijak.
Kalian berdua memiliki tempat tinggal di pohon yang sama,
namun cara hidup kalian berbeda.
Daripada bertengkar, kalian harus belajar saling memahami dan menghargai.
Kata burung hantu.
Kelinci dan tupai saling berpandangan.
Tapi dia mengganggu makananku,
dan dia merusak pohon tempat tinggalku.
Jika kalian terus mencari kesalahan,
maka kalian tidak akan pernah damai.
Cobalah memahami sudut pandang masing-masing,
dan cari solusi yang baik bagi kalian berdua.
Lanjut burung hantu.
Setelah mendengar nasihat burung hantu,
Kelinci dan tupai mulai berpikir.
Mereka menyadari bahwa hidup bersama berarti harus saling menghargai.
Bagaimana kalau aku makan di sisi lain pohon,
supaya tidak terkena biji-biji yang kau jatuhkan?
Usul Kelinci.
Dan aku akan berhati-hati untuk tidak menjatuhkan biji terlalu sering.
Tambah tupai.
Sejak hari itu, Kelinci dan tupai hidup dengan damai.
Mereka belajar bahwa dengan sedikit pengertian dan toleransi,
kehidupan di hutan bisa menjadi lebih harmonis.
Cerita tadi mengajarkan tentang pentingnya saling menghargai
dan bertoleransi untuk menciptakan kerukunan bangsa.
Demikian buku cerita kolaborasi guru dan siswa.
Nantikan episode selanjutnya.
