Mata Phena 20 Juli 1999 dan Nurani Kemanusiaan Kita #duniabersih

Mata Phena 20 Juli 1999 dan Nurani Kemanusiaan Kita #duniabersih

M
Mata Phena
176 Tayangan video·19 Jul 2023

20 Juli 1999 dan Nurani Kemanusiaan Kita

Wan Jaya
Peristiwa besar apa yang terjadi pada 20 Juli 1999? Coba sejenak kita tanya mesin pencari google. Ternyata tak bisa ditemukan dengan cepat peristiwa apa yang terjadi 24 tahun silam. Baru jelas kemudian apa yang telah terjadi ketika mengubah pencarian dengan kata kunci ‘penindasan 20 Juli 1999’, baru terkuak apa yang sebenarnya terjadi? Yaitu penindasan terhadap praktisi spiritual Falun Gong yang ditindas di Tiongkok daratan yang diinisiasi oleh Sekjen PKT yaitu Jiang Zemin.
Pertanyaan selanjutnya kenapa peristiwa sebesar itu seolah disembunyikan oleh mesin pencari google dari publik? Tidak lain karena isu ini sengaja dilenyapkan dengan segala cara agar ‘citra’ PKT yang dipersepsikan ‘Agung, Mulia, Benar’ tidak tercoreng. Maka harus dilakukan sensor ketat dengan biaya berapapun. Malahan bila kita mencari ke mesin pencari China seperti Baidu dengan kata kunci ‘20 Juli 1999 + falun gong’ hasilnya akan lain dengan mesin pencarian di google. Hasil pencarian cenderung konten-konten yang anti Falun Gong. Fakta dan berita kekejaman yang sangat keji ini memang sengaja dilenyapkan dari wacana publik. Bahkan kalau perlu dari sejarah umat manusia.
Seberapa mengerikan peristiwa ini? Coba bayangkan ketika sebuah disiplin spiritual kuno Tiongkok yang pernah sangat populer dengan segudang manfaat kesehatan dan peningkatan moralitas yang pengikutnya diumumkan secara resmi oleh rezim komunis Tiongkok mencapai 100 juta lebih, secara tiba-tiba dipropagandakan sebagai kelompok yang dimusuhi oleh negara dengan serangkain propaganda fitnah yang masif ke seluruh dunia, penangkapan, kamp konsentrasi dan kerja paksa, lalu menjadi bank hidup bagi industri transplantasi yang lagi booming, kemudian sikap dunia abai dan melihat seolah tidak melihat dengan penindasan kejam ini. Dan para praktisi Falun Gong ini harus berjibaku untuk menguak kekejian ini sendirian yang sampai kini terus berlangsung secara senyap (Cold Genocide). Coba Anda membayangkan Anda di posisi mereka sebagai praktisi Falun Gong yang tertindas itu.