EksklusifTrik Cerdas Anak Jenius Timbang Gajah 🐘【🌙 BulanSudahTertidur】

TAS KECIL Siao Shu Bao Indonesia
209 pengikut
🐘 Cao Chong (196–208), putra kesayangan Cao Cao. Cao Chong terkenal dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Cao Cao (155–220) negarawan, pakar strategi militer, sastrawan terkemuka yang hidup di masa akhir Dinasti Han Timur, ia juga pendiri rezim Cao Wei “Tiga Kerajaan” (220–280M). Di era ini terdapat banyak tokoh legendaris, termasuk Zhuge Liang, jenderal Guan Yu (Guan Gong), Zhang Fei, Zhao Yun dll.
#ceritasebelumtidur #BagaimanaMenimbangGajah #CaoChongMenimbangGajah #dongengsebelumtidur
Hai adik-adik, setelah mendengar cerita ini, Bobo ya, suatu hari seorang pejabat besar mendapat hadiah dari seseorang, yaitu gajah.
Pejabat besar sangat gebira, sebab semua orang pernah mendengar, tapi tidak seorang pun pernah melihat aslinya gajah seperti apa.
Dengan senang diajaklah putra putri dan para bawahan melihat gajah.
Wah, ternyata belalai gajah sangat panjang.
Dari kejauhan sudah terlihat hidung gajah yang panjang.
Belalai atau hidung gajah sangat lentur saat menggulung makanan, lalu dia masukkan ke mulut, lucu sekali.
Lagi pula, telinga gajah sangat besar.
Telinganya yang besar berbunyi, biar, biar, seperti bunyi kibasan kipas.
Semakin mendekat ke gajah, semakin jelas betapa besarnya gajah.
Cuma sebelah saja kaki gajah sudah lebih tinggi dan lebih kokoh dari seorang anak kecil.
Gajah juga mempunyai perut yang sangat-sangat besar.
Dengan kedua tangan di belakang, pejabat besar mondar mandir.
Ia mengelilingi gajah, di benaknya muncul sebuah pertanyaan.
Hmm, gajah sebesar ini jadi ingin tahu berapa sih berat badannya.
Lalu pejabat besar bertanya kepada semua orang yang hadir.
Siapa yang bisa menimbang seberapa berat gajah ini?
Pejabat ini tak lain adalah Cao Cao, tokoh yang terkenal dalam sejarah.
Ia mempunyai banyak anak buah yang cerdas dan cakep.
Tapi di benak semua orang, berfikir gajah sebesar ini, kita tidak ada timbangan untuk menimbang gajah.
Kalaupun ada timbangan sebesar itu, tetap saja tidak bisa mengangkat sekor gajah.
Saat semua orang mengelilingi gajah, kepala menunduk, kepala terangkat,
menengok kesana kemari berfikir keras mencari cara.
Tiba-tiba terdengar suara nyaring seorang bocah.
Aku punya caranya, aku tahu caranya.
Hei siapa itu yang bicara?
Oh itu Cao Cong putra pejabat besar.
Iya Cao Cong dia putra bungsu Cao Cao yang bicara itu bocah yang umurnya baru sekitar 5 hingga 6 tahun.
Ayahnya Cao Cao bertanya kepada Cao Cong.
Kau punya cara apa? Gimana caranya? Coba kau katakan.
Kita semua mau mendengarkan.
Cao Cong menjawab dengan penuh keyakinan.
Mari ikuti saya, saya bisa menimbang gajah sekarang juga.
Maka serombongan orang mengikuti Cao Cong menuju tepi sungai ke samping sebuah perahu.
Cao Cong lalu memberikan instruksi.
Sekarang tarik gajah besar ini ke atas perahu.
Setelah gajah naik ke perahu, karena tubuh gajah sangat berat, maka tubuh perahu turun sedikit.
Cao Cong perintahkan anak buah ke lambung kapal.
Tepat di sepanjang garis air, menggoreskan garis di lambung kapal sebagai tanda.
Setelah selesai diberi tanda, gajah besar dituntun kembali lagi ke daratan.
Ketika gajah tidak lagi di atas kapal, tubuh kapal kembali ringan.
Kapal terangkat naik sedikit, tanda garis di lambung kapal yang baru saja dibuat,
sekarang ia di atas permukaan air.
Eh, apa yang sedang Cao Cong lakukan?
Sampai di sini pun masih banyak orang belum bisa merabah cara Cao Cong menimbang gajah.
Lalu, Cao Cong berkata lagi.
Sekarang angkut batu-batu besar ke atas perahu.
Demikian batu sepikul demi sepikul diangkut mengisi kapal.
Dengan bertambahnya jumlah batu, tubuh kapal jadi berat kembali.
Kapal semakin berat, lalu turun, turun, dan turun.
Saat kapal turun hingga lambung kapal mencapai garis penanda,
Cao Cong berkata.
Baik, batu sudah cukup. Stop!
Semua langsung berhenti mengangkat batu ke kapal.
Di saat ini, banyak yang sudah paham.
Oh, ternyata ketika kapal turun hingga ke posisi yang sama,
seluruh batu yang di dalam kapal bisa dikumpulkan.
Bukankah sama dengan berat gajah besar?
Jika demikian, jika kita menimbang batu-batu tersebut
dan menjumlahkan semua beratnya,
bukankah akan tahu berapa berat gajah besar?
Orang-orang yang hadir saat itu bersorak penuh semangat memuji Cao Cong.
Semua orang mengagumi Cao Cong.
Memuji Cao Cong sebagai anak yang sangat cerdas.
Cao Cong menghadap sang ayah yang pejabat tinggi melaporkan.
Inilah cara saya menimbang gajah.
Cao Cao sambil tangan membelai janggup,
ia menatap Cao Cong dengan senyum gembira.
Cerita Cao Cong menimbang gajah sudah selesai.
Sudah waktunya kalian tidur ya.
Malam harinya, Cao Cong kecil sudah tidur dengan senang.
Gajah besar di kandang sudah terkantuk-kantuk dan tertidur pulas.
Bulan pun sudah tertidur.
