
Jika Ini Benar, Dunia Dalam Bahaya_ Iran dan ‘Tombol Kiamat’”
Membaca Iran Bukan Hanya Lewat Politik, tetapi Lewat Keyakinan tentang Akhir Zaman
2 Maret 2026 dan Jejak Sejarah Sejak 1979
Di tengah bara konflik Timur Tengah yang terus membesar, ada satu pertanyaan yang selama ini jarang dibahas secara jujur dan mendalam: apa sebenarnya bahasa terdalam yang sedang dipakai Iran untuk membaca dunia? Apakah Iran bertindak seperti negara modern pada umumnya—menghitung untung rugi, menimbang kepentingan nasional, menjaga keamanan rezim, dan mengelola pengaruh regional? Ataukah di balik semua langkah politik, program nuklir, dan konfrontasi militer yang selama ini terlihat di permukaan, ada sebuah cara berpikir lain yang jauh lebih gelap, jauh lebih ideologis, dan jauh lebih berbahaya—yakni cara berpikir tentang kiamat?
Pertanyaan itu menjadi semakin mengganggu setelah sebuah pernyataan penting muncul dari Washington. Pada 2 Maret 2026, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, berdiri di depan Gedung Kongres AS dan menerima pertanyaan para wartawan. Dalam kesempatan itu, ia melontarkan kalimat yang bagi sebagian orang mungkin terdengar seperti komentar politik biasa, tetapi bagi mereka yang benar-benar memperhatikan Iran, kalimat itu terasa seperti membuka pintu menuju inti terdalam persoalan.
Rubio mengatakan, kira-kira begini:
rezim Iran dipimpin oleh kaum teolog radikal; mereka tidak mengambil keputusan berdasarkan geopolitik, melainkan berdasarkan teologi; dan teologi mereka bersifat apokaliptik, bersifat akhir zaman.
Kalimat itu tajam. Sangat tajam. Dan justru karena itulah kalimat itu layak dipikirkan dengan serius.
#misteri
#iran
#keyakinan
