“Jantung Ekonomi Iran” Diserang Amerika, Houthi dan Hizbullah Mulai Goyah

ET News
ET News
59 Tayangan video·21 Mei 2026  #iran #perang #krisis

21 Mei 2026
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam pada pertengahan Mei 2026. Di tengah negosiasi nuklir yang terus menemui jalan buntu, pemerintahan Presiden Donald Trump mulai menggabungkan tekanan diplomatik, operasi ekonomi, sanksi finansial, hingga ancaman militer terbuka terhadap Teheran.
Persoalan utama yang hingga kini belum menemukan titik temu tetap berkisar pada uranium Iran dengan tingkat pengayaan tinggi. Isu ini menjadi hambatan terbesar dalam perundingan nuklir antara Washington dan Teheran selama beberapa bulan terakhir.
Iran Usulkan Pemindahan Uranium ke Rusia
Dalam perkembangan terbaru, Iran menyatakan kesediaannya untuk memindahkan uranium hasil pengayaan tinggi ke Rusia dengan syarat-syarat tertentu. Langkah itu dipandang Teheran sebagai salah satu jalan kompromi untuk meredakan tekanan internasional.
Namun usulan tersebut sebenarnya bukan hal baru. Sejak Maret 2026, Presiden Donald Trump dilaporkan sudah secara tegas menolak gagasan serupa yang sebelumnya pernah diajukan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menurut sumber pemerintahan AS, Trump menilai pemindahan uranium ke negara sekutu Iran bukanlah solusi permanen. Washington disebut tidak ingin material nuklir Iran sekadar dipindahkan atau “disembunyikan” di negara lain, melainkan benar-benar menghilangkan kemampuan Iran untuk membangun senjata nuklir.
Bagi pemerintahan Trump, tujuan utama negosiasi bukan sekadar pengawasan, melainkan penghancuran total infrastruktur yang dianggap dapat mendukung program senjata nuklir Iran di masa depan.

#iran
#perang
#krisis