Hari ini kita akan membahas seseorang yang bahkan lebih mencengangkan—Al Bielek. Tapi sebelum kita mulai, saya ingin mengingatkan bahwa semua cerita ini diklaim sebagai kisah nyata oleh yang bersangkutan, tetapi belum pernah dikonfirmasi oleh pihak resmi. Dan di akhir cerita ini, akan ada twist besar yang mengejutkan. Maka pastikan Anda menyaksikan hingga tuntas. Kenapa saya menyebutkan hal ini? Karena ramalan yang dibawanya sangat luar biasa dan... menakutkan. Masih ingat dengan ramalan Ryuu Nagi yang menyebutkan tsunami dahsyat akan menghantam negara-negara di sekitar Samudra Pasifik pada Juli 2025? Nah, ternyata Al Bielek sudah menyebutkan hal serupa... 25 tahun sebelumnya. Al mengatakan bahwa antara tahun 2000 hingga 2025, akan terjadi perubahan besar pada planet ini. Bukan hanya peta dunia berubah, tetapi juga populasi manusia menyusut drastis menjadi hanya 300 juta jiwa. Ia menyebutkan bahwa setelah 2025, perang akan pecah, dan semua pemerintahan di permukaan bumi akan runtuh. Yang membuat semua ini semakin mencengangkan adalah... Al Bielek tidak hanya meramal—dia mengklaim bahwa ia pernah pergi ke masa depan.
Dibuat oleh AI·Mungkin mengandung kesalahan
Ringkasan Video
Dibuat oleh AI
Video ini membahas berbagai ramalan bencana besar yang diprediksi terjadi pada tahun 2025, mulai dari prediksi Morply tentang gempa dan tsunami, hingga klaim kontroversial L. Bilek mengenai perjalanan waktu, kehancuran peradaban, dan penguasaan dunia oleh AI super bernama LAMA.
Intro
Salam sehat sejahtera, jumpa lagi di channel Mata Ketiga.
Pada 28 Maret 2025, terjadi gempa bumi berkekuatan 7,7 Sekelriter di Provinsi Sandi, Myanmar.
Gempa ini menjadi bencana alam paling mematikan kedua dalam sejarah modern negara tersebut.
Hanya kalah dari gempa bago tahun 1930.
Bencana ini terjadi akibat pergisiran sesar batuan antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia
di sepanjang sesar sand.
Hingga 5 April, jumlah korban jiwa tercatat lebih dari 3.000 orang.
Saat publik masih diliputi keterkejutan, muncul fakta mencengangkan.
Seorang pramal asal Thailand bernama Morply
ternyata telah meramalkan gempa ini sejak Desember tahun lalu.
Dalam wawancara yang kini viral,
ia dengan tepat menyebutkan bahwa akan terjadi gempa pada 4 Maret 2025 di sekitar wilayah Myanmar.
Saat itu, tak banyak yang memperhatikan ucapannya,
hingga akhirnya gempa benar-benar terjadi.
Yang lebih mengejutkan, Morply tidak hanya memprediksi waktu dan lokasi,
ia juga menyebutkan bahwa akan banyak bangunan rusak dan rakyat akan menuntut para pengembang.
Bahkan dalam wawancara yang sama,
ia memperingatkan bahwa di akhir tahun 2025,
manusia harus waspada terhadap air dan kemungkinan akan terjadi tsunami di negara-negara sekitar.
Ketika ditanya negara mana yang dimaksud,
Morply hanya menjawab bahwa bencana itu akan terjadi di sebuah pulau yang berjarak 5 hingga 6 jam penerbangan dari Thailand.
Karena Jepang termasuk dalam jarak itu,
banyak orang kini mengaitkan ramalan Morply dengan prediksi komikus Jepang bernama Tatsuki Ryo,
yang memperkirakan pada 5 Juli 2025 akan terjadi letusan gunung api bawah laut di Jepang
yang menyebabkan tsunami besar 3 kali lebih besar dari tsunami Fukushima 2011.
Namun hari ini, kita tidak hanya akan membahas soal Morply.
Hari ini kita akan membahas seseorang yang bahkan lebih menjengangkan, El Bilek.
Tapi sebelum kita mulai,
kami ingin mengingatkan bahwa semua cerita ini diklaim sebagai kisah nyata oleh yang bersengkutan,
tetapi belum pernah dikonfirmasi oleh pihak resmi.
Dan di akhir cerita ini, akan ada tweets besar yang mengejutkan.
Maka pastikan Anda menyaksikan hingga tuntas.
Kenapa kami menyebutkan hal ini?
Karena ramalan yang dibawahnya sangat luar biasa dan menakutkan.
Masih ingat dengan ramalan Tatsuki Ryo yang menyebutkan tsunami dahsyat akan menghantam negara-negara di sekitar semudera Pasifik pada Juli 2025?
Nah, ternyata El Bilek sudah menyebutkan hal serupa 25 tahun sebelumnya.
El mengatakan bahwa antara tahun 2000 hingga 2025 akan terjadi perubahan besar pada planet ini.
Bukan hanya peta dunia berubah,
tetapi juga populasi manusia menyusut drastis menjadi hanya 300 juta jiwa.
Dia menyebutkan bahwa setelah 2025 perang akan pecah dan semua pemerintahan di permukaan bumi akan runtuh.
Yang membuat semua ini semakin mencengangkan adalah
El Bilek tidak hanya meramal, dia mengklaim bahwa ia pernah pergi ke masa depan.
Bukan hanya tahun 2025,
ia mengaku telah menjelajahi tahun 2137 dan bahkan hingga tahun 2749.
Dan dalam kunjungan waktunya,
ia melihat kehancuran peradaban serta kebangkitan suatu sistem kecerdasan buatan AI super yang menguasai dunia bernama Lama.
Sebuah nama yang secara mengejutkan sangat mirip dengan El Lama,
model AI besar yang dirilis Meta, Facebook, pada tahun 2023.
Tapi yang bikin bingung, El merekam pernyataannya ini tahun 2000,
bahkan sebelum Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg.
Apakah AI masa depan yang dia lihat itu adalah lama dari Meta?
Dan bagaimana dia bisa pergi ke masa depan?
Apa yang dia lihat di sana?
Kisah El Bilek dimulai dari satu periswa penting di tahun 1943, eksperimen Philadelphia.
Waktu itu, militer Amerika sedang berusaha membuat kapal-kapal perang tidak terlihat di radar.
Dan bahkan, jika mungkin, secara visual juga.
Untuk itu, mereka melakukan eksperimen rahasia menggunakan medan elektromagnetik superkuat untuk menyelimuti kapal.
Pada 22 Juli 1943, uji coba pertama dilakukan terhadap kapal USS Eldridge.
Ketika mesin dinyalakan, kapal benar-benar menghilang dari pandangan
dan muncul kembali tiga jam kemudian di pangkalan angkatan laut di Norfolk, Virginia, ratusan kilometer jauhnya.
Tapi saat muncul kembali, banyak kru ditemukan mengalami luka, gangguan mental, bahkan tertanam di dalam struktur kapal.
Eksperimen ini kemudian dikenal sebagai Philadelphia Experiment, sebuah legenda urban paling kontroversial di dunia.
Namun menurut L. Bilek, ini bukan legenda.
Ia bersumpah bahwa eksperimen itu benar-benar terjadi dan dia adalah orang yang menakan tombol pemicu hilangnya kapal tersebut.
Bagaimana ia bisa terlibat?
Menurutnya, ia adalah bagian dari Proyek Pelangi, proyek lanjutan dari penelitian rahasia yang dimulai pada 1931
oleh Nikola Tesla dan ilmuwan bernama Emil Krause.
Tujuannya menyelidiki apakah medan elektromagnetik bisa membuat suatu objek lenyap dari pandangan dan radar.
Setelah berbagai kegagalan awal, pada 1940 eksperimen berhasil membuat kapal tanpa awak menghilang.
Militer yang senang dengan hasil ini meminta Tesla melakukan eksperimen dengan kapal sungguhan berisi awak.
Namun Tesla mengundurkan diri setelah memperkirakan keselamatan awak akan terancam.
Ia bahkan sempat merusak alat sebelum pergi.
Sebagai gantinya, peneliti jenius John von Neumann ditunjuk untuk melanjutkan proyek.
Ia melibatkan dua bersaudara, L. Dan Duncan Cameron, yang diklaim sama-sama lulusan doktor fisika dari Harvard dan Edinburgh.
Pada percobaan kedua 12 Agustus 1943, kapal USS Eldridge benar-benar menghilang secara visual dan radar.
Tapi keanehan terjadi, kru mulai muntah, kehilangan kendali, dan muncul fenomena misterius di ruang kendali tempat L. Dan Duncan berada.
Mereka mencoba mematikan mesin tapi gagal, dan memutuskan melompat dari kapal.
Namun mereka tidak jatuh ke laut, tubuh mereka justru seperti melayang dan menghilang dari kenyataan.
Ketika sadar, mereka terbangun di rumah sakit di tahun 2137.
Apa yang mereka lihat? Dunia sudah berubah total.
Banyak kota besar di Amerika Serikat tenggelam, seperti Los Angeles, San Francisco, New Orleans, dan bahkan sebagian besar Eropa hilang di bawah laut.
Negara-negara sudah tidak ada, dunia terbagi dalam wilayah militer dan otonomi lokal.
Populasi bumi hanya tinggal 300 juta orang.
Setelah tinggal beberapa waktu di sana, L kembali terhisap kepusaran waktu dan bangun di tahun 2749.
Tahun 2749, dunia baru di bawah kekuasaan L.
Yang ia lihat di sana, kota-kota mengambang vertikal setinggi 2200 lantai.
Transportasi menggunakan jalur percepatan antigravitasi.
Populasi dibatasi maksimal 500 juta orang.
Tidak ada pemerintah, militer, atau mata uang.
Segalanya dikontrol oleh AI super bernama LAMA.
Masyarakat hidup berdasarkan kontribusi sosial.
Semakin besar kontribusi, semakin banyak sumber daya yang diberikan.
Namun tidak seorang pun tahu siapa pencipta LAMA.
Sampai akhirnya, sekelompok misterius memberitahu L bahwa LAMA adalah bagian dari eksperimen besar oleh kelompok bernama para pembuat dimulai pada tahun 2600.
Karena sistem waktu mulai tidak stabil, L diperintahkan kembali ke tahun 1983 dan kemudian ke tahun 1943 untuk menghacurkan mesin waktu yang pertama kali menyebabkan kekacauan dimensi.
Akhirnya, L dan Duncan berhasil kembali ke kapal USS Eldridge dan menghancurkan peralatan.
Namun masalah belum selesai.
Karena mereka sudah tahu terlalu banyak, militer memutuskan melakukan transfer kesadaran.
Memindahkan jiwa mereka ke tubuh bayi yang belum lahir untuk menyegal semua ingatan mereka.
L hidup sebagai orang biasa hingga tahun 1988 ketika ia menonton film tentang eksperimen Philadelphia dan seluruh ingatannya tiba-tiba kembali.
Namun semua ini menibulkan pertanyaan.
Apakah kisah L hanyalah dongeng ilmiah atau benar-benar nyata?
Ia mengklaim sebagai Edward Cameron, tapi tak ditemukan catatan resmi atas nama itu dalam militer tahun 1943.
Ia juga pernah memprediksi bahwa tahun 2000 akan terjadi perang nuklir global yang tidak terbukti.
Kisah ini kembali mencuat karena kesamaan dengan ramalan Morpley dari Thailand dan komikus Tatsuki Ryo.
Bencana besar di tahun 2025, dari gempa, tsunami, hingga perubahan drastis iklim dan populasi.
Mungkinkah ini hanya kebetulan?
Ataukah benar, seperti kata L, kita sedang bergerak menuju masa depan yang sudah pernah terjadi?
Catatan penting, kami tidak mengatakan bencana itu pasti akan terjadi.
Mengubah beta bumi secara drastis membutuhkan energi jauh lebih besar daripada letusan gunung atau gempat tektonik.
Menurunkan populasi dunia dari 8 miliar menjadi 300 juta dalam waktu singkat.
Juga nyaris tidak mungkin.
Kecuali terjadi gabungan dari bencana global ekstrim secara bersamaan,
virus mematikan, perang nuklir, perubahan iklim besar-besaran dan lain-lain yang menurut para ilmuwan kemungkinannya sangat kecil.
Jadi, alih-alih sebagai ramalan kiamat, mungkin ini lebih tepat dianggap sebagai peringatan.
Jangan sombong dengan teknologi, jangan abaikan tanda-tanda dari alam.
Karena masa depan bukan sesuatu yang tetap.
Masa depan selalu ditentukan oleh pilihan yang kita ambil hari ini.
Cukup sekian dulu, terima kasih atas perhatiannya.