
WABAH PENYAKIT BARU MELANDA CHINA. PABRIK NYAMUK HASIL REKAYASA GENETIKA TERBONGKAR.
Wabah penyakit baru telah menyebar di China, dengan Demam Chikungunya dilaporkan muncul di Kota Foshan, Provinsi Guangdong, dan menyebar ke 12 kota di provinsi tersebut, serta Makau dan Beijing. Demam Chikungunya adalah penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk, menyebabkan gejala seperti demam, ruam, dan nyeri sendi. Dalam kasus yang parah, penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan atau kematian, dan sekitar 20% pasien dapat menderita radang sendi kronis yang berlangsung selama bertahun tahun.
Pemerintah China telah menanggapi wabah tersebut dengan tindakan pengendalian epidemi yang mengingatkan pada era penguncian ketat kovid 19, seperti pengujian darah wajib dan tindakan isolasi. Pada 27 Juli 2025, penduduk Foshan mulai mengantre untuk tes darah, dan sebuah rumah sakit di Shunde mewajibkan penduduk untuk menunggu 7 jam untuk mendapatkan hasil. Desa desa di Shunde juga telah menerapkan penguncian malam hari.
Di tengah wabah ini, beberapa netizen menduga ada hubungan dengan pabrik nyamuk terbesar di dunia, yang dioperasikan oleh Pusat Pengendalian Vektor Universitas Sun Yat sen di Guangzhou. Fasilitas ini memproduksi 360 juta nyamuk setiap tahun, yang sengaja dilepaskan di daerah padat penduduk. Sebagian pihak berspekulasi bahwa nyamuk hasil rekayasa genetika ini membawa bakteri Wolbachia, dan ada dugaan bahwa darah digunakan untuk membudidayakan virus yang kemudian diberikan kepada nyamuk. Namun, ada juga laporan bahwa teknik ini telah digunakan di desa Xiashi, Guangzhou, selama tujuh tahun untuk mengendalikan penularan demam berdarah, dan tidak ada kasus yang tercatat hingga saat ini. Nyamuk jantan Aedes albopictus yang terinfeksi Wolbachia kawin dengan nyamuk betina penyebar demam berdarah, menghasilkan telur yang tidak menetas.
Tanggapan pemerintah China terhadap wabah, yang mencakup penekanan informasi dan pengujian wajib, membuat banyak orang merasa seolah olah mereka dipaksa kembali ke pengalaman penguncian yang menyakitkan. Hal ini telah menyebabkan orang orang China semakin menyadari bahwa mereka harus mengandalkan diri mereka sendiri untuk bertahan hidup.
#china #tionghoa #tiongkok #wabah #chikungunya
