KERUNTUHAN INDUSTRI MANUFAKTUR CHINA, MULAI DARI MOBIL LISTRIK HINGGA MAL KOSONG, NEGARA TERTEKAN

KERUNTUHAN INDUSTRI MANUFAKTUR CHINA, MULAI DARI MOBIL LISTRIK HINGGA MAL KOSONG, NEGARA TERTEKAN

D
72 Tayangan video·15 Okt 2025

Badai ekonomi China yang melanda kini terlihat nyata di provinsi Guangdong, dengan pabrik pabrik tutup di Dongguan, mal mal kosong di Shenzhen, dan keputusasaan para pekerja. Krisis ini ditandai oleh runtuhnya perusahaan kendaraan listrik EMA Technology dan kebangkrutan merek besar lain seperti Jendela Shae, yang meninggalkan ribuan orang tanpa pekerjaan. Ini merupakan cerminan dari krisis manufaktur yang lebih luas, di mana kenaikan biaya operasional dan sewa yang tinggi menghancurkan margin keuntungan, memaksa pabrik pabrik di Foshan, Dongguan, dan Pingha tutup satu per satu, mengubah zona industri menjadi kota hantu.

Ambruknya sektor properti semakin memperburuk situasi, menyebabkan basis manufaktur terkait ikut tumbang. Banyak investor Taiwan melarikan diri, menarik modal mereka. Di Shenzhen, toko toko mewah berdiri kosong, dan jalanan yang dulunya ramai kini sunyi. Bahkan pusat perdagangan teknologi, Distrik Elektronik Huaqiangbei, menyaksikan toko toko tutup dan penjualan anjlok drastis.

Sementara media resmi menggembar gemborkan pemulihan, warga biasa menghadapi "musim dingin terdingin" bagi bisnis. Penjualan rokok kelas atas dan bisnis *e commerce* menurun drastis. Gelombang PHK melanda semua sektor, termasuk pekerja veteran. Tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi kini melampaui non lulusan, menunjukkan bahkan pendidikan tidak lagi menjamin stabilitas.

Kekacauan ini memicu migrasi besar besaran kelas menengah dari kota kota mahal seperti Shenzhen dan Guangzhou kembali ke pedalaman. Situasi ini bukan hanya perlambatan, tetapi "kehancuran nasional." Pengumuman tarif 100% oleh Donald Trump dianggap sebagai pemicu terakhir, mempercepat kejatuhan Yuan dan menimbulkan kepanikan di kalangan eksportir yang sudah rentan. Keruntuhan ini, yang berakar dari utang dan korupsi internal bertahun tahun, menandai era terberat bagi ekonomi China.