
DESA-DESA TERBENGKALAI DI SELURUH CHINA. MENGAPA BANYAK ANAK MUDA TIBA-TIBA MENINGGAL DUNIA?
Banyak desa di China timur laut dilaporkan kosong. Fenomena ini tidak terbatas di sana, banyak desa dan kota di provinsi lain seperti Guizhou, Zhejiang, Jiangxi, Fujian, dan Shandong juga sepi. Desa desa ini, yang dulunya ramai, kini hampir seluruhnya ditinggalkan oleh penduduknya. Banyak rumah masih dalam kondisi baik, dengan perabotan, pakaian, dan barang barang sehari hari yang utuh, seolah olah ditinggalkan terburu buru.
Beberapa desa masih memiliki infrastruktur seperti sekolah dan rumah sakit, tetapi tidak ada tanda tanda kehidupan. Para lansia telah pindah bersama anak anak mereka ke kota, sementara generasi muda telah pindah untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Namun, ada keanehan, karena alih alih menjual atau menyewakan, banyak pemilik meninggalkan properti mereka begitu saja. Banyak toko juga tutup dan jalanan sepi. Bahkan, beberapa orang menemukan kompleks perumahan yang ditinggalkan di tengah kota.
Artikel ini menyoroti kekhawatiran tentang penurunan populasi yang signifikan di China. Meskipun statistik resmi tidak mencatat semua kematian, pengamatan di lapangan menunjukkan peningkatan kasus kematian mendadak pada generasi muda, yang diduga disebabkan oleh beban pekerjaan berlebihan, utang, makanan tidak sehat, dan penyakit. Banyak warganet mengklaim jumlah kematian jauh lebih banyak daripada yang dilaporkan. Para dokter dan petugas pemakaman juga mengkonfirmasi peningkatan kematian pada orang berusia di bawah 30 tahun. Desa desa kosong ini mungkin menjadi bukti dari populasi yang memudar.
