Dibunuh Karena Sebuah Puisi Pada Saat Revolusi Kebudayaan

The Truth Media
770 pengikut
1 Tayangan video·8 Mar 2020
Dianggap sebagai “sayap kanan” (pembangkang), karena sebuah puisi pada saat "Revolusi Kebudayaan, tidak ada yang peduli siapa yang telah membunuh orang itu.
Dibunuh karena sebuah puisi pada saat revolusi kebudayaan.
Ren Cong berusia 73 tahun.
Ia pernah bekerja di Biro Keamanan Publik di Beijing.
Ia dianggap sebagai sayap kanan pada tahun 1957
dan ia dihukum di Kem Kerja Paksa selama 20 tahun.
20 tahun kemudian ia dinyatakan tidak bersalah.
Ia hendak meminta otoritas PKT untuk memberikan kompensasi secara material
dengan membayar gajinya selama 20 tahun.
Ia menceritakan kepada kami sebuah kisah tentang salah seorang rekannya
yang bernama Sun Cheng yang berusia 3 tahun lebih muda darinya.
Sun Cheng menulis sebuah puisi dan menerbitkannya di Capital Public Security News.
Terlalu banyak ketidakadilan di dunia.
Tetapi sekarang dianggap adil.
Saya berharap suatu hari nanti saya bisa mengembalikan keadilan kepada dunia.
Ia kemudian ditembak mati karena puisi pendek ini.
Sun Cheng bertugas mengelola kartu keluarga di Biro Keamanan Publik.
Ia dianggap sebagai sayap kanan karena puisi itu
dan diturunkan pangkatnya menjadi bekerja kasar.
Selama revolusi kebudayaan ia dikirim kembali ke kota asalnya.
Ia dijadikan sebagai target cemoan di kota kelahirannya.
Waktu itu revolusi terhadap tuan tanah petani kaya,
kontra revolusioner, elemen buruk dan sayap kanan
adalah target pemberantasan.
Dan Sun Cheng dijadikan sebagai target.
Ia dikutuk di depan umum.
Setelah itu penyelenggara setempat mengatakan
Anda digolongkan sebagai sayap kanan dari Beijing.
Jadi tidak apa-apa jika membunuhmu.
Ketika pemulihan nama baik untuk sayap kanan
dimulai pada tahun 1978,
orang-orang yang bekerja pada kasus ini pergi mencari Sun Cheng.
Penduduk desa mengatakan kepadanya,
maaf Anda sudah terlambat.
Dia telah terbunuh bertahun-tahun yang lalu.
Peristiwa ini dianggap begitu sepele.
Penyelidik kembali ke Beijing.
Tidak ada yang melakukan penyelidikan
untuk mengetahui siapa yang membunuh Sun Cheng.
Selama periode perjuangan kelas,
membunuh seseorang adalah hal biasa.
60 tahun telah berlalu.
Hanya sedikit orang yang tahu bagian dari sejarah.
Jangan pernah melupakan sejarah.
