“Menyelamatkan Diri dari Bencana Besar” Tindakan Benar atau Salah?
Dari tahun Gengzi hingga hari ini, berbagai bencana terjadi baik di Daratan Tiongkok maupun di berbagai negara. Gelombang demi gelombang wabah, terutama di tahun 2021, mutasi virus telah merambah di lebih dari 80 negara, menyebar dengan sangat cepat. Mutasi virus Delta yang menular begitu cepat, tersebar di sekitar 17 provinsi di Tiongkok. Otoritas Tiongkok yang pernah membanggakan diri tentang memerangi wabah dengan "sistem unggul" dan "toleransi nol", kini bagaimana melanjutkan sandiwaranya?
Dari tahun Kengce hingga hari ini,
berbagai bencana terjadi, baik di daeratan Tiongkok maupun di berbagai negara.
Gelombang demi gelombang wabah, terutama pada tahun 2021,
mutasi virus telah merambah di lebih dari 80 negara, menyebar dengan sangat cepat.
Mutasi virus Delta, yang menular begitu cepat, tersebar di sekitar 17 provinsi di Tiongkok.
Otoritas Tiongkok yang pernah membanggakan diri
tentang memerangi wabah dengan sistem unggul dan toleransi nol,
kini bagaimana melanjutkan sandiwaranya.
Ahli virologi Tiongkok mengakui bahwa,
kecepatan penyebaran virus mutasi Delta sangatlah cepat,
pasien baru yang harus diisolasi tidak dapat mengikuti kecepatan penyebaran virus.
Juga ada ahli Tiongkok secara terbuka mengatakan,
efek dari vaksin terbatas,
dan mengajak masyarakat untuk hidup berdampingan dengan virus.
Tidak peduli apakah percaya atau tidak,
sekalipun telah melakukan vaksinasi,
juga tetap tidak sepenuhnya dapat mengendalikan laju dan terulangnya wabah.
Meskipun teknologi vaksin yang diproduksi oleh Amerika Serikat
dan negara-negara barat lain yang lebih maju,
tetapi juga sangat berhati-hati tentang efek vaksin.
Menurut Pusat Pengendalian dan Penjagaan Penyakit AS atau CDC,
hingga 4 Juni,
total ada 329.021 laporan buruk setelah divaksin.
Di antaranya, jumlah kematian setelah divaksin mencapai 5.888,
di mana 2.190 kena serangan jantung,
1.087 radang otak jantung,
4.583 cacat,
652 keguguran,
dan 15.052 reaksi alergi berat dan lain-lain.
Ada juga Bell's palsy atau kelumpuhan pada otot wajah,
berkurangnya trombosit dan lain-lain kejalan.
Para ilmuwan tangguh mempertahankan sikap tenang dalam memberangi virus,
dan memperingatkan orang-orang tentang status sebenarnya dari virus yang bermutasi.
Kelompok penasihat ilmiah untuk keadaan darurat Inggris 26 Juli melaporkan bahwa,
virus corona mungkin tidak dapat diberantas secara total,
kelak akan terus bermunculan varian mutasi baru,
dan seiring waktu akan muncul mutasi super virus
yang membuat semua vaksin tidak berefek.
Walensky, Direktur Pusat Pengendalian dan Penjagaan Penyakit AS berkata,
virus varian Delta sangat menular,
berbeda dengan varian sebelumnya.
Data baru menampilkan,
bahwa untuk orang yang telah melakukan vaksin lengkap,
juga akan tertular,
dan akan terus menularkan kepada orang lain.
Namun, di media resmi daratan Tiongkok,
kita bahkan tidak akan pernah bisa melihat laporan yang disebutkan di atas.
Baru-baru ini seorang reporter lokal memberi bocoran melalui postingan di Weipu.
Yang menuliskan,
malam ini seorang kader inokulasi media tingkat provinsi mengatakan bahwa,
dia telah menerima perintah.
Jika muncul masalah setelah vaksin,
semuanya tidak perlu diurus dan dilaporkan tanpa terkecuali.
Banyak-banyak doa saja.
Ternyata demikian.
Penyebab tidak ditemukannya berita negatif di media daratan Tiongkok,
adalah atas instruksi Partai Komunis Tiongkok atau PKT.
Dalam pandangan Partai Komunis Tiongkok,
selama kepentingan perusahaan parmasi dan otoritas Partai Komunis Tiongkok terjamin,
tidak peduli orang yang mati akan lebih banyak lagi,
tidak peduli hal serius apapun yang akan terjadi,
asalkan media tidak melapor,
maka bisa menipu sebagian besar mereka yang tercuci otaknya
sehingga mereka akan mengikuti arahan partai.
Meskipun demikian,
di kalangan masyarakat masih sering terungkap beberapa kejadian setelah vaksinasi
seperti kematian,
leukemia,
koma,
gagal jantung,
pendarahan otak,
epilepsi,
amnesia,
pusing, dan lain-lain.
Ketika vaksin sulit untuk menghentikan penyebaran virus,
otoritas Partai Komunis Tiongkok terus menggunakan cara sebelumnya
untuk mengontrol masyarakat,
seperti menutup wilayah dan kota,
serta mengecek kode kesehatan di tempat umum,
dan memaksa warga untuk melakukan vaksinasi,
serta menjadikan sebagai kewajiban dalam berpolitik.
Belakangan ini Beijing menetapkan tindakan penjagaan dengan ketat
untuk menjaga ibu kota agar tetap aman dengan cara apapun.
Dalam menghadapi virus yang terus berubah yang datang dan pergi tanpa jejak
dan vaksin tidak dapat menghentikannya,
bagaimana otoritas dapat menjaga dengan ketat?
Bagaimana cara menjaga ibu kota tetap aman?
Tidak peduli manusia percaya atau tidak,
dalam budaya tradisional kita,
selalu mengatakan manusia dan langit menyatu,
berpendapat bahwa manusia dan langit dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya.
Perubahan fenomena alam dan kejadian yang dialami manusia langsung bersepadanan.
Langit mengatur manusia, memberikan manusia kebahagiaan dan malapetaka,
perilaku baik dan buruk manusia dapat terdeteksi di langit seperti sebuah cermin.
Oleh karena itu, di zaman kuno jika terjadi wabah,
seorang kaisar bahkan pejabat lokal akan merenungkan
hal-hal salah apa yang telah mereka lakukan
yang mengarah pada pelanggaran peraturan langit.
Sejak Partai Komunis Tiongkok merebut kekuasaan pada tahun 1949,
ia secara sistematis telah menghancurkan moralitas rakyat Tiongkok.
Gerakan politik beberapa dekade,
tiga anti, lima anti,
pembantaian mahasiswa di Tiananmen 4 Juni,
tragedi kelaparan dan lain-lain telah membunuh 80 juta rakyat Tiongkok,
terutama penganiayaan brutal, penyiksaan,
dan pengambilan organ hidup-hidup terhadap praktisi Falun Gong dalam 22 tahun terakhir
dan telah menjadi semakin intens.
Semakin banyak orang menyadari bahwa
Partai Komunis Tiongkok adalah virus yang sebenarnya
adalah virus yang paling beracun.
Saat ini yang harus kita lakukan adalah
mengenali kejahatan Partai Komunis Tiongkok,
segera menjauh dari Partai Komunis Tiongkok,
menghormati Tuhan dan percaya pada Tuhan,
memundurkan diri dari Partai Komunis Tiongkok dan organisasi afiliasinya,
perbaiki ahlak dan bagi orang Tiongkoa dengan tulus melafalkan
Falun Ta'afahal cun san ren hao,
menjauh dari bahaya, dapat dengan aman melewati bencana.