Peristiwa yang Mengubah Hidup, di Bandara
Peristiwa yang Mengubah Hidup, di Bandara

Seorang pria bernama Samu berada di bandara, dia sedang menunggu di sana untuk menjemput istrinya. Saat Samu mencoba mencari istrinya di bandara, dia melihat seorang pria lain berjalan ke arahnya sambil membawa tas dan berhenti di dekat dirinya.
Lalu dia melihat, dari kejauhan ada seorang wanita dan beberapa anak kecil yang berlari mendekat. Pria lain itu melambaikan tangan kepada putranya yang lebih muda, yang terlihat berusia 6 tahun. Setelah mendekat, pria lain itu memeluk putranya yang lebih kecil, lalu berkata, "Senang sekali bertemu denganmu, Nak. Aku sangat merindukanmu." Putranya menjawab dengan lembut, "Aku juga, Ayah."
Sekarang pria lain itu kemudian membungkuk ke arah putra sulungnya yang terlihat berusia 10 tahun, memegang wajah putranya dengan tangannya dengan penuh kasih, berkata, "Aku sangat mencintaimu, Nak." Dan mereka berdua berpelukan dengan penuh kasih.
Sementara semua ini terjadi, Pria itu melihat seorang bayi perempuan yang berusia sekitar 1 tahun, dengan gembira dalam pelukan ibunya, tanpa pernah mengalihkan pandangan dari Ayahnya yang kembali. Sementara pria itu dengan lembut mengambil bayi perempuannya dari istrinya, dia berkata, "Hai, gadis kecil." Dan menciumnya di wajahnya lalu mendekapnya erat di dadanya. Bayi kecil itu langsung tersenyum dan tertawa kecil mendapat ciuman dari Ayahnya.
Setelah beberapa saat bersama putrinya, dia menyerahkan gadis kecil itu kepada putra tertuanya, lalu dia memeluk istrinya dan berkata, "Aku sangat mencintaimu sayang.”
Untuk sesaat, mereka tampak seperti pasangan yang baru menikah, tapi melihat anak-anak mereka, Samu tahu bahwa itu tidak mungkin. Samu yang menunggu istrinya tiba-tiba merasa tidak dapat menahan diri untuk tidak bertanya, "Wah! Sudah berapa lama kalian berdua menikah?" Pria lain itu menjawab, "Kami telah menikah selama 12 tahun."
Sekarang, karena penasaran, Samu bertanya lagi, "Sudah berapa lama kamu pergi?"
"Dua hari", jawab pria itu masih berseri-seri dengan senyumnya yang riang.
Samu tertegun mendengarnya, bertanya-tanya dalam hati, "Dua hari??". Saat pertama kali melihat intensitas sambutan yang terjadi, Samu berasumsi bahwa orang itu pasti sudah pergi selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Terkagum-kagum dengan cinta dan kasih sayang pasangan tersebut bahkan setelah pernikahan selama bertahun-tahun, Samu berkata, "Saya harap, pernikahan saya akan masih sehangat itu setelah 12 tahun."
Pria yang baru saja bertemu keluarganya tiba-tiba berhenti tersenyum dan menatap mata Samu, berkata, "Biar aku beri kamu nasihat kawan, jangan berharap... putuskan... buatlah, jadikanlah!" kemudian menjabat tangannya sambil berkata, "Tuhan memberkatimu!"
Ada banyak hal baik dan indah dalam kehidupan ini, yang sulit terjadi jika kita hanya berharap. Oleh karena itu, jangan hanya berharap, namun putuskan, buatlah, jadikanlah!


Comments