Kerugian si Tukang Susu
Kerugian si Tukang Susu – Kisah tentang Balasan Ketidakjujuran

Seorang tukang susu tinggal di sebuah desa. Ia memiliki beberapa ekor sapi yang susunya ia jual di kota. Setiap hari, ia harus menyeberangi sungai untuk mencapai kota.
Ia biasa menyeberangi sungai dengan perahu dan setelah menjual susu kepada pelanggannya, ia akan kembali ke desanya dengan perahu yang sama.
Saat menyeberangi sungai, tukang susu ini melakukan perbuatan tidak jujur, ia biasa mencampur air sungai dengan susu yang ia bawa.
Setiap hari ia menjual susu yang dicampur air itu kepada pelanggannya, dengan cara ini, ia biasa mendapatkan lebih banyak keuntungan dengan modal jumlah susu yang lebih sedikit.
Di tepi sungai ada seorang pertapa yang selalu berdoa setiap hari, dan pertapa ini selalu melihat apa yang dilakukan tukang susu tersebut.
Suatu hari, putra tukang susu itu akan menikah. Jadi hari itu, tukang susu pergi ke pasar kota untuk membeli pakaian mahal, perhiasan, serta bahan-bahan lain yang dibutuhkan untuk pernikahan.
Selesai berbelanja, ia membawa semua barang miliknya, mencapai tepi sungai, dan memuat semua barang miliknya ke dalam perahu, lalu mulai mendayung perahu untuk menyeberangi sungai.
Karena ia membawa banyak sekali barang maka perahu itu menjadi tidak seimbang, dan akhirnya terbalik di tengah sungai.
Tukang susu berhasil menyelamatkan hidupnya dan mencapai tepi sungai, tapi semua barang berharga yang dibawanya, hanyut dalam arus sungai yang deras.
Setelah kehilangan semua barang miliknya, tukang susu mulai menangis keras dan mengutuk, sambil duduk di tepi sungai.
Pertapa melihat hal ini, menghampiri tukang susu, lalu bertanya kepadanya, “Mengapa kamu menangis dan mengutuk?”
Tukang susu menjawab, “Semua barangku hilang, Tuhan sungguh kejam!”
Pertapa itu berkata lagi, "Mengapa kamu menyalahkan Tuhan? Kamu telah kehilangan apa yang kamu peroleh dengan curang, dengan mencampur air ke dalam susu. Kini hasil dari penjualan air itu sendiri kembali ke dalam air. Itu adalah hasil dari ketidakjujuranmu."
Selalulah jujur dalam apapun yang Anda lakukan. Segala apapun yang diperoleh dengan tidak jujur pada akhirnya akan menjadi hal yang sia-sia.

