ORASI_RAFFY KORSELLA AKBAR_MAN 3 BANYUWANGI_PERAN PEMUDA DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL.
[IYLF #3 - Indonesian Youth Literacy Festival]
Berkarya dan Berbahasa: Generasi Literasi, Generasi Prestasi
Salam Cendekiawan Muda!
Saya Raffy Korsella Akbar dari MAN 3 BANYUWANGI siap berkontribusi dan menjadi bagian dari IYLF dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2025 yang diselenggarakan oleh UKM Riset, Pengabdian dan Bahasa Politeknik Negeri Banyuwangi.
Yuk, kita bangun semangat literasi melalui karya dan bahasa yang membawa perubahan positif untuk generasi bangsa.
Mari bersama menjadi generasi yang berpikir kritis, aktif, dan inovatif!
Ayo ramaikan dan daftarkan dirimu dalam kompetisi ini!
#IYLF3
#GenerasiLiterasi
#CendekiawanMuda
#RPB2025
#BulanBahasa
#RPBPoliwangi
#UKMRPB
#PoliwangiJinggo
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yang terhormat, Dewan Juri Lomba Orasi Remaja Nusantara Politeknik Negeri Banyuwangi,
serta hadirin yang saya banggakan.
Perkenalkan, nama saya Raffi Korsela Akbar.
Hari ini, saya berdiri di hadapan anda semua untuk menyampaikan orasi
tentang sebuah hal yang sangat penting bagi generasi kita.
Yaitu, peran pemuda dalam meningkatkan literasi digital.
Hadirin sekalian, kita semua hidup di era digital.
Setiap hari kita membuka gawai, berselancar di media sosial,
menonton video, hingga mencari informasi lewat internet.
Dunia digital seolah sudah menjadi rumah kedua bagi kita.
Tetapi pertanyaannya, apakah kita sudah benar-benar cerdas dalam menggunakannya?
Inilah yang disebut dengan literasi digital.
Literasi digital adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi dengan bijak,
kritis, dan bertanggung jawab.
Literasi digital bukan hanya soal bisa memakai aplikasi,
tetapi juga bagaimana kita bisa mencari informasi,
memahami etika, serta mengidari bahaya di dunia maya.
Mari kita lihat contoh nyata.
Pernahkah kalian mendengar kisah seorang pelajar
yang menyebarkan berita bohong atau hoax di media sosial,
lalu akhirnya dipanggil pihak berwena?
Ia awalnya hanya iseng,
tetapi karena tidak memiliki literasi digital yang baik,
tindakannya menimbulkan keresahan.
Contoh lain, ada remaja yang percaya begitu saja
pada informasi kesehatan palsu dari internet,
lalu melakukan sesuatu yang berbahaya bagi dirinya.
Contoh berikutnya.
Pernahkah Anda membaca berita
ada seorang yang berkomentar buruk pada postingan orang lain di media sosial?
Komentar tersebut mengundang reaksi serupa dari pengguna lain
hingga memunculkan cyberbullying
dan membuat pemilik akun sosmed tersebut mengalami trauma yang mendalam.
Contoh-contoh ini membuktikan ketidakmampuan memilah informasi
bisa berakibat fatal,
baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Hadirin yang saya hormati,
kita adalah generasi muda yang menjadi ujung tombak perubahan.
Maka, peran kita sangat penting dalam meningkatkan literasi digital.
Ada tiga hal yang bisa kita lakukan.
Pertama, belajar memilah informasi.
Jangan asal percaya,
tapi biasakan memperifikasi berita dari sumber yang jelas.
Kedua, gunakan media sosial untuk hal positif.
Sebarkan inspirasi, karya, dan semangat persatuan,
bukan kebencian atau perpecahan.
Ketiga, menjadi agen literasi digital di sekitar kita.
Ajak teman, keluarga, bahkan masyarakat
untuk lebih bijak dan cerdas di dunia digital.
Bayangkan, jika pemuda Indonesia sepakat
untuk menjadi generasi yang melek literasi digital,
maka kita tidak hanya akan menjadi pengguna teknologi,
tetapi juga pencipta inovasi.
Kita bisa melahirkan aplikasi, konten kreatif,
bahkan solusi digital yang bermanfaat untuk bangsa.
Inilah saatnya kita menunjukkan bahwa
pemuda Indonesia bukan sekedar penonton arus digital,
tetapi pemimpin di dalamnya.
Hadirin yang saya hormati.
Sebagai penutup, izinkan saya mengutip pepatah.
Siapa yang menguasai informasi,
dialah yang menguasai masa depan.
Maka, jika kita ingin masa depan Indonesia cerah,
mari bersama-sama meningkatkan literasi
mulai dari kita sendiri.
Saya, Raffi Korsela Akbar,
mengajak seluruh remaja Nusantara,
mari kita gunakan dunia digital
dengan bijak, cerdas, dan bertanggung jawab.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

