TINGGAL MENUNGGU PERINTAH TRUMP? AS SIAPKAN SERANGAN BESAR KE IRAN, 6 PESAWAT C-17 BERGERAK!

ET News
ET News
433 Abonnenten
2 Videoaufrufe·05.11.2026

4 November 2026
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat menjelang berakhirnya pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada Selasa, 3 November 2026.
Di tengah berlangsungnya pemungutan dan penghitungan suara, perhatian internasional tidak hanya tertuju pada hasil pemilu, tetapi juga pada kemungkinan Presiden Donald Trump mengambil keputusan militer terhadap Iran.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat berpotensi melancarkan serangan besar terhadap Iran paling cepat pada Rabu, 4 November 2026, hanya beberapa jam setelah pemilu berakhir.
Kekhawatiran tersebut semakin meningkat setelah muncul informasi mengenai pergerakan enam pesawat angkut militer C-17 Globemaster III milik Angkatan Udara Amerika Serikat dari Texas menuju kawasan Timur Tengah.
Pergerakan pesawat tersebut memunculkan dugaan bahwa Washington sedang memperkuat sistem pertahanan udara untuk menghadapi kemungkinan serangan balasan Iran.
Namun, hingga kini belum terdapat konfirmasi resmi bahwa pengerahan tersebut merupakan persiapan langsung untuk melancarkan serangan.
Trump Belum Terburu-buru Mengambil Keputusan
Pada Selasa, 3 November 2026, Amerika Serikat menyelenggarakan pemilu paruh waktu yang akan menentukan keseimbangan kekuatan politik di Kongres.
Di tengah proses demokrasi tersebut, muncul spekulasi mengenai kemungkinan perubahan kebijakan Washington terhadap Iran setelah pemilu selesai.
Dalam laporan yang beredar, Iran disebut beberapa kali menyatakan bahwa pihaknya sedang menunggu kemungkinan melemahnya posisi politik Trump akibat hasil pemilu.
Sebaliknya, Trump dilaporkan berulang kali menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu mengkhawatirkan hasil pemilu tersebut.
Dalam wawancara dengan Fox News yang disebut berlangsung pada 3 November 2026, Trump dilaporkan menyampaikan bahwa dirinya belum terburu-buru mengambil keputusan mengenai kemungkinan melanjutkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran.
Trump juga disebut menegaskan bahwa dirinya tidak ingin melihat semakin banyak korban jiwa akibat konflik bersenjata.
Namun, ia memberikan sinyal bahwa Amerika Serikat tetap siap menggunakan kekuatan militer apabila tindakan tersebut dianggap benar-benar diperlukan.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Washington masih mempertimbangkan berbagai pilihan, mulai dari tekanan diplomatik hingga kemungkinan operasi militer.
Meski demikian, rincian pernyataan tersebut masih memerlukan verifikasi melalui rekaman atau transkrip wawancara aslinya.