
Relaksasi DHE untuk Tiongkok Tuai Sorotan, Pengawasan Devisa Ekspor Nikel Dinilai Tak Boleh Longgar

Video ini akan membedah poin-poin krusial dari laporan The Epoch Times edisi 944, antara lain:
Polemik PP No. 21 Tahun 2026: Mengulas alasan di balik pemberian kelonggaran retensi DHE kepada Tiongkok sebagai mitra strategis, meskipun ketergantungan dagang Indonesia terhadap Beijing meningkat 3,3% dalam setahun terakhir
.
Risiko Stabilitas Moneter: Menyampaikan peringatan dari ekonom mengenai potensi penurunan stok devisa efektif hingga US$12 miliar dan risiko pelemahan Rupiah akibat kebijakan relaksasi ini
.
Alarm Transparansi Nikel: Membedah temuan investigasi mengenai selisih data ekspor nikel matte ke Tiongkok yang mencapai Rp10,67 triliun (periode 2022–2024)
.
Urgensi Pengawasan: Menyoroti pentingnya sinkronisasi data antar otoritas dan pengawasan devisa yang ketat untuk menjaga kedaulatan ekonomi nasional
Ringkasan Video
Dibuat oleh AIPembahasan ini mengulas laporan The Epoch Weekly mengenai kedaulatan ekonomi Indonesia, menyoroti paradoks kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang longgar bagi Tiongkok, risiko stabilitas rupiah, peningkatan ketergantungan ekonomi, serta misteri selisih data ekspor nikel yang mencapai triliunan rupiah.
