Pembersihan Dimulai dari Orang Dalam- Ketakutan yang Tak Pernah Diucapkan
Sejak 2023 hingga 2024, Xi Jinping melakukan pembersihan besar di tubuh People’s Liberation Army (PLA). Yang disingkirkan bukan orang sembarangan. Bukan oposisi, bukan musuh terbuka,
Salah satu yang paling mencolok adalah Jenderal Li Shangfu. Ia bukan figur luar. Ia adalah Menteri Pertahanan China, orang yang dulu dipercaya Xi sendiri. Namanya mendadak menghilang dari publik, lalu diumumkan: ia dicopot dan diselidiki, tanpa penjelasan terbuka yang jelas.
Dan ketika sebuah negara dipimpin oleh ketakutan,
keputusan-keputusan besar tidak lagi diambil dengan kebijaksanaan,
melainkan dengan kecurigaan.
Salam Patriot!
Salam Sahabat!
Berbagi cerita tentang dunia yang tidak lagi baik-baik saja.
Hari ini saya mau cerita sesuatu ke para sahabat.
Cerita ini tidak ramai, tidak dramatis,
jarang yang memberitakan.
Tapi justru di cerita-cerita sunyi seperti ini,
kita sering melihat kebenaran muncul.
Dalam hidup, kalau seseorang mulai menyingkirkan orang-orang yang paling dekat dengannya,
biasanya itu bukan tanda paling kuat.
Seringkali itu tanda paling takut.
Dan itulah yang belakangan ini terlihat di China.
Pembersihan dimulai dari orang dalam.
Sejak 2023 hingga 2024,
Xi Jinping melakukan pembersihan besar-besaran di tubuh PLA,
People's Liberation Army.
Yang disingkirkan bukan orang sembarangan,
bukan oposisi,
bukan musuh terbuka.
Salah satu yang paling mencolok adalah General Li Sang-Fu.
Ia bukan figur luar,
ia adalah Menteri Pertahanan China.
Orang yang dulu dipercaya oleh Xi sendiri.
Namanya mendadak, menghilang dari publik.
Lalu diumumkan,
ia dicopot dan diselidiki tanpa penjelasan terbuka yang jelas.
Tak berhenti di sana.
Pembersihan merambat ke unit paling sensitif,
Rocket Force, pasukan yang mengendalikan rudal nuklir China.
Beberapa nama penting yang disingkirkan antara lain,
General Li Yuchao, komandan Rocket Force.
Ada lagi General Liu Gongbin, wakil komandannya.
Kemudian General Zhang Zhenzong, pejabat senior yang strategis.
Ini bukan perwira biasa.
Mereka adalah penjaga senjata,
aling mematikan negara.
Dan mereka, orang dalam.
Sebuah analogi ya.
Bayangkan sebuah perusahaan,
kalau yang dipecat staf baru, itu biasa.
Tapi kalau yang disingkirkan adalah
kepala keuangan,
kepala keamanan,
orang yang pegang berangkas,
itu bukan soal kinerja.
Itu soal rasa aman dari pimpinannya.
Nama yang tidak disingkirkan, tapi juga menghilang,
ada satu nama yang justru menarik perhatian,
karena ketidakhadirannya baru-baru ini.
Zhang Youxian.
Dia adalah wakil ketua Central Military Commission, CMC.
Dan ini adalah orang nomor dua di militer China.
Dalam beberapa pertemuan militer terpenting,
ia dilaporkan tidak hadir.
Dan tidak hadir dengan langsung beberapa general lainnya.
Ini tidak biasa.
Dalam sistem seperti China,
ketidakhadiran di momen krusial,
seringkali lebih berbicara daripada kehadiran.
Rumor yang tidak bisa diabaikan.
Di saat yang sama,
beredar pula laporan tidak resmi yang menyebutkan bahwa
anggota keluarga Zhang Youxian
berada dalam pengawasan yang ketat.
Ini tentu belum dikonfirmasi secara terbuka
dan harus disikapi dengan hati-hati ya,
karena China sangat tertutup.
Namun bagi mereka yang memahami pola kekuasaan di China,
rumor semacam ini jarang muncul tanpa alasan.
Yang penting bukan gosipnya,
melainkan pesan yang tersirat.
Bahkan, figur setingkat Zhang Youxian
tidak sepenuhnya berada di ruang aman.
Analogi sederhana,
seperti kepala rumah tangga yang mulai mengunci pintu bukan dari luar,
tapi di dalam rumahnya sendiri.
Bukan karena ada pencuri di luar,
tapi karena ia tidak lagi percaya kepada orang-orang di dalam.
Rumahnya masih berdiri,
tapi suasananya berubah.
Sunyi, tegang, kecurigaan.
Ya, pembersihan di tubuh militer bukan tanda kekuatan.
Ini adalah tanda bahwa kepercayaan internal rapuh.
Loyalitas dipertanya.
Dan rasa aman menghilang.
Saat kepercayaan runtuh,
yang tersisa hanyalah kontrol.
Dan kontrol berlebihan selalu lahir dari ketakutan.
Yang paling berbahaya dari pembersihan ini,
bukan siapa yang disingkirkan,
tapi pesan yang dikirim kepada mereka yang masih bertahan.
Dekat tidak berarti aman.
Setiap pun tidak menjamin selamat.
Ketika pesan ini tertanam,
orang akan patuh.
Bukan karena percaya,
tapi karena hak.
Saya pada satu kesimpulan yang sederhana.
Kekuasaan yang benar-benar kuat,
tidak sibuk membersihkan orang-orang terdekatnya.
Yang melakukan itu biasanya sedang kehilangan rasa aman.
Dan ketika sebuah negara dipimpin oleh ketakutan,
keputusan-keputusan besar tidak lagi diambil dengan kebijaksanaan,
melainkan dengan kecurigaan.
Pertanyaan sekarang yang sederhana.
Jika jenderal, penjaga senjata nuklir,
dan figur nomor dua militer saja mulai disingkirkan atau dipagari,
seberapa dalam sebenarnya ketakutan yang dirasakan oleh Xi Jinping?
Yuk, tulis komentar di bawah.
Dan bagikan narasi ini.
Seorang patriot untuk Indonesia berdaulat.